Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Bimbang


__ADS_3

Rai tidak menjawab tapi hanya menganggukkan kepala tanda menyetujuinya.


"Sekarang pergi! Ingat ya kalau ke sini lagi jangan mondar-mandir tapi langsung masuk ke ruangan ini!" Pinta seseorang sekaligus menyadarkannya untuk segera pergi.


Rai tidak menjawab karena di dalam hatinya tersirat sebuah pertanyaan tentang ruangannya saat itu. Mengapa ruangan ini terdengar lebih istimewa karena di pertemuan atau di setiap pertemuan mereka akan memintanya untuk ke tempat ini.


"Tunggu apalagi, cepat pergi!" Celotehnya lagi membuat Rai sedikit kesal dan cepat pergi dari tempat itu.


Rai langsung pulang ke tempatnya, sebenarnya ke tempat Hyerin dulu yaitu sebuah ruangan di gedung rumah sakit itu.


Rai hanya menatap sendu setiap inci di ruangan itu. Kemudian dia duduk di atas kasur. Kali ini dia sudah siap dengan banyak bayangan tentang Hyerin yang akan masuk ke dalam pikirannya.


Sebenarnya Rai tidak pernah tahu mengapa dia tidak ingin kehilangan Hyerin dan rela menunggu kedatangan Hyerin dalam setiap waktu. Seperti sekarang jauh dalam hatinya yang terdalam Rai mengharapkan jika Hyerin cepat meninggalkan kehidupan nyatanya dan kembali ke tempatnya. Tapi sebagian logikanya memikirkan jika rencana itu salah. Dia tidak bisa begitu egois dan ingin cepat mengakhiri kehidupan seseorang. Tapi rasanya sudah sangat melampaui batas, Rai tidak sanggup harus menunggu dengan rindu dan perasaan kehilangan yang akan terus menyiksanya.


Tiba-tiba matanya terperanjat, Rai tidak sanggup harus menunggu jauh di tempatnya kini. Dia langsung bersiap pergi ke tempat Hyerin.


Dengan caranya seperti ini meskipun Rai dan Hyerin dipisahkan dalam dua dunia yang berbeda, tapi karena Rai adalah seorang dewa kematian dia bisa bebas kapanpun datang kepada Hyerin melintasi waktu dan menolak takdir.


5 menit melihat Hyerin yang tidak bergerak sama sekali membuat Rai tidak tahan lagi. Sebenarnya ada apa dengan Hyerin? Mengapa dia tidak sadar dan terus seperti itu, jiwanya hilang entah kemana lagi.


Rai juga melihat keluarga dan teman setia Hyerin menunggu kesadarannya saat itu.


Rai langsung berbalik dan berniat untuk kembali, karena saat itu dia merasa sudah cukup menyaksikan kesakitan yang dialami Hyerin, melihat Hyerin dalam satu kondisi yang tidak bisa dijelaskan lagi oleh akal.


Rai langsung hilang dari tempat.


Rai kembali termenung dan meratapi nasib karena takdir yang selalu tidak pernah menyetujui keinginannya. Padahal sudah dari dulu sekali, sudah sangat lama dan tidak terhitung. Rai menunggu Hyerin yang akhirnya Hyerin pergi lagi dari sisinya. Seperti yang sudah terjadi sekarang. Tapi Rai juga tidak bisa melupakan kesalahannya, dia sudah melakukan perjanjian dengan iblis dan itu sangat fatal.

__ADS_1


Sangat beruntung jika masih ada satu atau dua orang yang masih bisa menerimanya. Padahal itu terdengar tidak mungkin baginya.


Rai kembali terlarut dalam bayangan masalalu yang selalu menjadi mimpi buruk nya itu. Membayangkan setiap ambisi yang sudah dilakukannya dan kini dia harus merasakan sangat kecewa dan marah dengan dirinya sendiri. Menyaksikan setiap orang yang hilang karena ulah iblis itu dan kini dia harus menyaksikan seseorang yang penting baginya seperti menerima semua akibat dari kesalahannya itu. Rasanya sesak, Rai tidak bisa terus berdiam saja atau berhenti melupakannya. Dia tidak seperti itu, baginya masih sama, Hyerin adalah prioritasnya. Tapi bagaimana jadinya jika Hyerin masih sangat lama untuk datang lagi ke sisinya? Masalahnya bukan pada Hyerin dan iblis lagi, tapi dengan umurnya yang tersisa sedikit. Dan sangat tidak mungkin jika Rai harus melakukan perjanjian lagi hanya untuk menunggu Hyerin.


Sepertinya waktu belum bergulir lagi dan masih lama tidak menunjukkan tanda-tanda akan berganti. Rai semakin bosan melewati setiap waktu yang hanya tersisa dirinya sendiri lagi.


"Kau pasti yang paling tahu dimana iblis itu kan?" Tiba-tiba sebuah suara masuk ke dalam pikirannya. Rai mengira suara itu datang dari pikirannya sendiri.


"Sekarang bisa tunjukkan dimana iblis itu?"


Rai segera terperanjat mendengar sebuah suara yang melintas ke Indra pendengarannya lagi.


"Wanita itu lagi." Sebut Rai dalam hatinya.


"Apa lihat-lihat?" Tanyanya sedikit menunjukkan marah.


Rai tidak menjawabnya, seharusnya dia kan yang marah karena kedatangan wanita itu yang tanpa diundang. Rai masih fokus memandangi hal lain selain wanita itu. Dia tidak tertarik untuk bertanya atau apapun.


Mendengar pernyataan wanita itu Rai langsung berdiri. "Iblis itu ada di sini." Ucap Rai dengan ekspresi dingin.


Spontan mendengarkan jawaban Rai wanita itu langsung bereaksi takut, sekarang dia sadar kesalahan apa yang sudah dilakukannya sekarang. Dia salah karena sudah so berani mendatangi setiap ruangan di gedung ini.


"Tidak!" Terbaik wanita itu langsung mendekat dan spontan memeluk Rai hingga membuat Rai terasa sesak dibuatnya.


Rai segera bereaksi ketika merasakan tubuh lain selain Hyerin yang langsung terbenam ke dalam pelukannya. Rai langsung berusaha menyingkirkan kedua tangan yang langsung merangkulnya saat itu.


"Cepat pergi!" Ucap Rai terdengar meninggikan sedikit nada bicaranya.

__ADS_1


Wanita itu langsung melepaskan tangannya setelah sadar dengan apa yang dia lakukan lagi. "Sensitif sekali, padahal bersyukur aku kan perempuan bukan laki-laki." Protes wanita itu terlihat kesal karena sikap Rai yang masih judes dan bersikap dingin padanya.


"Sudah ku bilang cepat pergi!" Tukas Rai tidak menghiraukan sama sekali perkataan wanita itu.


Sedangkan wanita itu masih terdiam, dia mengerti dengan sebuah kata-kata yang diucapkan sebagai tanda mengusir untuknya.


"Bagaimana jika iblis itu datang sekarang dan mengancam ku? Lalu membuatku mati seperti yang lain." Jelas wanita itu mengungkapkan rasa takutnya.


"Dia ada di belakang." Ucap Rai masih dengan sikapnya yang dingin.


Wanita itu langsung fokus memandangi Rai dan berusaha mencerna perkataan Rai itu.


"Apakah iblis itu ada di belakang?" Tanya wanita itu sedikit gugup karena takut.


Rai tidak menjawab, dia masih fokus membagikan pandangannya ke arah wanita itu.


Sekarang adalah waktunya untuk yakin jika iblis itu memang ada di belakang tubuhnya. Wanita itu langsung berlari ke arah belakang tubuh Rai dan bersembunyi di baliknya.


"Lancang sekali ke ruangan ini." Ucap Rai dari nada bicaranya yang terdengar penuh amarah.


Kemudian terdengar tawa yang menyusul.


Dari tawa iblis itu membuat wanita yang ada di belakangnya sangat ketakutan.


"Boleh kan dia?" Terdengar suara iblis itu meminta sesuatu pada Rai.


Wanita yang ada di belakang Rai langsung tidak bisa mengontrol degup jantungnya yang sangat ketakutan.

__ADS_1


"Ambil saja!" Ucap Rai membuat wanita yang ada di belakangnya membulatkan mata tanda tidak percaya. Apalagi saat tubuh Rai bergerak tidak lagi menutupi dirinya. Secara perlahan wanita itu membalikan wajah berniat untuk melihat sekali saja wujud dari iblis itu.


Matanya langsung melotot saat melihat wajah Rai yang sama pada iblis itu, saat ingin mundur tiba-tiba mata wanita itu menangkap sepasang mata yang melotot di depan matanya hingga sangat dekat dan tidak menyisakan jaraknya lagi.


__ADS_2