Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Hal yang aneh


__ADS_3

"Apa yang ingin kau tanyakan? Kita sudah kalah dan pintu terbuka jelas di atas sana." Ucap Hyerin.


Arah pembicaraannya tidak bisa ditebak Ken, sebaliknya Ken bertanya-tanya dengan arti dari perkataan Hyerin.


Hyerin masih sama seperti beberapa jam yang lalu terakhir kali dia bertemu, sikap dingin dan sorot matanya berbeda.


"Apa yang kau katakan? Kalah?" Tanya Ken polos.


Hyerin terlihat berdecak kesal dan memperlihatkan sisi kekesalannya. Dari pada me jelaskan Hyerin malah meninggalkan Ken yang bertanya-tanya.


Ken menatap Rere dan teman ajudannya itu seolah bertanya tentang sikap Hyerin.


"Jangan banyak tanya, lebih baik langsung gabung saja. Nanti biar aku yang menjelaskan!" Ucap Rere menjawab pertanyaan Ken yang dia gunakan hanya dalam hatinya.


Ken masih terlihat melamun dan bertanya menimbang apa yang akan dilakukannya, sekarang dia kecewa karena Hyerin terlihat sensitif dan tidak biasanya. .


Tak lama Rere dan temannya juga pergi meninggalkan Ken yang masih mematung.


Ken hanya melihat punggung mereka berlalu tapi dia masih diam tidak membiarkan keberanian untuk mengambil langkahnya mengikuti Hyerin. Apa karena dia tidak bisa percaya pada Hyerin?


Ken berlalu dan tidak bisa membiarkan emosinya dipermainkan oleh keputusannya yang ragu-ragu.


Setelah beberapa waktu hingga akhirnya Ken bisa memutuskan hidup. Padahal lukanya masih membekas, tapi dia juga tidak bisa selamanya hidup dalam kenangan itu.


Sayup angin gersang menabrak masuk ke dalam hidung, hingga Ken bisa terus mengingatnya jika aroma di dunianya sekarang masih sama. Apa dia memang harus terus hidup? Pikir Ken.


Ken terus berjalan melewati orang-orang yang tidak memperhatikan ke arahnya, hingga suara gemuruh angin menyerbu dan menyapu habis pemandangan di depan mata Ken. Kejadiannya yang tiba-tiba bahkan Ken tidak tahu asal angin yang terlihat bergulung menyapu tanah dan benda yang dilaluinya. Ken langsung panik tapi setelah 2 menit angin itu langsung hilang lagi.


Matanya terus mengawasi ke setiap sudut di sekitarnya, orang-orang juga spontan melakukan hal yang sama. Ken semakin tidak mengerti mengapa di dunia nya sekarang sering terjadi sesuatu yang tak terduga dan tidak pernah terjadi sebelumnya juga.


Mata orang-orang hanya bisa terus bertanya dan memasang ekspresi takut. Apalagi Ken yang saat itu nalurinya merasa sebuah ancaman sedang mengintai lagi.

__ADS_1


Prang....


Suara retakan kaca yang sangat keras.


Spontan Ken menatap ke arah langit mencari sumber suara. Dan matanya langsung menangkap sebuah pemandangan yang bisa dikatakan sangat mengerikan. Ken ingin segera berlari melihat lubang retakan di langit membesar hingga memperlihatkan seisinya di sana, pemandangan yang mengintip keluar terlihat sangat hitam pekat seperti suasana malam.


Ken yang tidak tahu apa-apa masih terus melihat ke atas sana tepat di atas kepalanya. Menatap heran sambil berpikir gambaran apa yang sedang dilihatnya.


Dan tak terasa sampai Ken lupa sudah berapa lama dia mematung mengedarkan penglihatannya, pusat perhatian dari retakan langit yang semakin besar dan terus membesar.


"Aaaaa ... Lari!!" Teriakkan yang langsung memecah keheranannya. Ken melihat ke arah suara dan seseorang berlari ketakutan yang mulai diikuti oleh satu, dua, dan semua orang yang melihatnya. Ken berdiri lagi merasakan situasi yang sama, semua orang berlari panik ketakutan tapi dia masih tidak bisa beranjak pergi seperti yang dilakukan orang lain, dia masih ingin memastikan dengan jelas apa yang terjadi apakah itu karena iblis lagi?


Mengingat iblis dikatakan lagi oleh hatinya seketika Ken langsung membayangkan situasi yang pernah dilaluinya waktu itu.


Benar saja dugaannya. Iblis datang lagi. Tanpa ragu sekarang dia berlari sebisa mungkin, dia harus berbunyi dari iblis. Kemudian matanya bergerak dan melihat sebuah bangunan dari atapnya di sisi kiri. Ken berniat pergi ke sana meski rasanya akan sulit karena arus orang-orang berlari tidak memberinya sedikit celah untuk berjalan.


Ken masih berlari, dan teriakan demi teriakan terus diperdengarkan, dia sekarang semakin yakin jika jarak iblis itu sudah sangat dekat dengannya.


Sosok apa yang dilihatnya? Ken bertanya dengan penasaran.


Apakah itu seorang roh? Tapi berbadan iblis?


Ken masih berlari mempertahankan irama larinya yang pasti bisa cukup membuat dia menjauh. Tapi setelah memasuki area yang tidak asing karena tadi dia juga pergi ke tempat ini, Ken merasa suara teriakkan orang semakin jarang dan saat memastikan ke arah kiri Ken sudah tidak melihat ada orang kemudian Ken berbalik ke arah kanan di sisinya juga tidak ada orang. Ken langsung menghentikan langkahnya.


Menatap heran situasi yang sedang dialaminya saat itu. Ken menatap ke sekelilingnya sudah tidak ada siapapun, bahkan wujud iblis juga hilang.


Sebenarnya apa yang sedang terjadi?


Ken bergerak mendongakkan kepalanya ke arah langit lagi. Dia langsung terkejut karena pemandangan langit di atasnya juga masih sama seperti yang dia lihat tadi. Lalu apa yang terjadi? Kemana perginya orang-orang?


Saat pertanyaan semakin membuatnya bingung dan linglung Ken langsung ingat Hyerin. Seharusnya Hyerin masih ada di tempat ini sekarang.

__ADS_1


Tidak menunggu waktu Ken berlari ke tempat terakhir dia melihat Hyerin di sana. Dan yang dilihatnya Hyerin masih ada di sana, melamun dengan kesibukan yang terjadi di sekitarnya.


Entah ada angin dari mana tapi kakinya bergerak pelan mendekat ke arah Hyerin yang duduk dengan banyak orang di sekitarnya.


Ken berdiri di hadapan Hyerin tanpa mengatakan apapun. Dia berdiri beberapa saat hingga menangkap sorot mata Hyerin yang melihat ke arahnya.


Hyerin masih dingin dan diam tapi Ken tidak bisa terus diam saja.


"Aku tidak tahu apa-apa, kau lebih tahu kan segalanya?" Tanya Ken langsung tanpa basa-basi.


Suara yang dikeluarkan Ken berhasil menarik perhatian Rere yang tidak jauh mendengarkan.


Hyerin masih diam dan kembali memalingkan wajahnya. Dia masih sama tidak menjawab Ken.


"Apa aku tidak pantas bertanya sekarang? Apa aku tidak pantas tahu lebih dari mereka?" Nada bicara Ken berubah terdengar sedikit emosi.


Hyerin langsung melihatnya. Terlihat menarik napas mengumpulkan kata-kata yang akan dia ucapkan kepada Ken.


"Ku mohon jangan bertanya lagi!" Ucap Hyerin.


Ken jelas melihat sudut kesedihan di matanya, tapi Hyerin selalu berpaling lagi dari sorot mata Ken. Keadaan yang membuat Ken langsung paham, mungkin Hyerin memang tidak bisa mengatakannya sekarang, dia terlihat tertekan dengan kenyataan yang hanya dirinya saja yang tahu.


"Ken udah sini!" Rere tiba-tiba langsung menghampiri dan menarik lengan Ken.


Ken yang berdiri tidak melawan, dia hanya pasrah dan terus memperhatikan Hyerin yang masih menundukkan wajahnya.


Sebenarnya apa yang disembunyikan Hyerin? Pertanyaan Ken belum terjawab dia tidak bisa menahan kesabarannya lagi.


"Udah lepaskan!" Bentak Ken sambil menarik tangannya dengan kesal.


Rere langsung diam tidak juga tersinggung dengan sikap Ken.

__ADS_1


__ADS_2