
"Apa kamu pernah berpikir setelah hidup di tempat dan dimensi ini kita akan pergi kemana?" Cetus Hyerin masih melanjutkan percakapannya.
Ken langsung memutar bola matanya menatap Hyerin dengan heran. "Benar juga, kau sampai memikirkannya? Aku baru saja terpikirkan sekarang." Jawab Ken cukup kaget dengan pertanyaan Hyerin.
"Sebenarnya kita hidup di sini saja untuk apa? Dan mengapa kita ada di sini?" Lanjut Ken dengan perkataannya tadi.
"Entahlah!" Jawab Hyerin singkat.
"Kau pasti tahu kan! Kau sudah beberapa kali bereinkarnasi kan?" Cetus Ken semakin merasa penasaran.
"Aku hanya ingat jika aku pernah lahir, meninggal, dan kembali ke dunia ini. Seperti itu saja." Jawab Hyerin benar-benar bingung dengan ingatannya sendiri.
"Pasti ada sesuatu yang terlewatkan. Coba kau pikir lagi!" Ken masih bersemangat untuk melanjutkan obrolan.
"Apa benar seperti itu?" Gumam Hyerin.
"Sudahlah yang pasti kita harus menjalaninya, melewati, menghadapi, semua hal yang terjadi sekarang." Ucap Ken mengakhiri kebingungan Hyerin. Meskipun begitu Hyerin tetap saja bertanya-tanya masih tidak puas dengan ketidaktahuannya dan karena pertanyaan Ken sendiri yang sudah membuatnya penasaran seperti itu.
"Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Ken saat melihat Hyerin yang masih melamun beberapa saat.
"Oh itu, tidak ada." Elak Hyerin. "Sepertinya sekarang aku harus bicara penting. Kita harus berbicara tentang masalah yang terjadi sekarang." Lanjut Hyerin mulai terdengar serius.
"Tentang iblis itu." Timpal Ken.
Hyerin menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Aku tahu sesuatu tentang iblis itu, mungkin Rere belum menyampaikannya?" Seru Ken terlihat bersemangat. "Iblis itu lemah saat siang, aku belum tentu yakin tapi saat itu tak sengaja melihat iblis yang mulai hilang kemampuannya saat siang dan terkena cahaya matahari." Jelas Ken.
Hyerin mengerutkan dahi menatap Ken semakin serius dan mencerna semua kata-kata Ken. "Rere tidak mengatakannya." Ucap Hyerin.
"Dia pasti belum tahu."
"Kau yakin?" Tanya Hyerin yang sedikit ragu. Dia berpikir lagi tentang semua fakta yang ada dalam otaknya, tentang iblis itu selama ini dia memang tidak tahu banyak mungkin orang yang paling tahu adalah Rai, dia hanya satu-satunya yang sudah hidup lama berdampingan dengan iblis. Tapi Rai sudah tidak ada. Tapi mendengar pernyataan Ken sedikit membuka otaknya untuk berpikir lagi lebih dalam, karena hal ini adalah untuk pertama kalinya dia dengar dari orang lain, satu-satunya orang yang baru mengatakan itu padanya. Dia butuh sesuatu untuk membuktikannya.
"Itu memang terdengar cukup mustahil. Tapi kita akan membuktikannya!" Cetus Ken dengan nada penuh yakin. Bahkan Hyerin melihat kebenaran dan kejujuran di mata Ken, tapi apa itu cukup untuk percaya? Selama ini dia tidak pernah menganalisis hal itu sedetail Ken. Lantas sekarang apakah kata-kata Ken bisa dibuktikan.
"Kau tahu ada banyak rencana yang bisa kita lakukan untuk menyingkirkan iblis, jika saja itu benar. Poin pentingnya kita tahu kelemahan iblis." Terang Ken lagi lebih semangat.
Hyerin hanya mendengarkan tanpa berkomentar apapun, tentu saja hatinya dilema dan tidak bisa terburu-buru mengambil keputusan atau melakukan semacam percobaan untuk membuktikan kebenaran dari fakta yang hanya Ken sendiri tahu.
"Kita harus yakin dan percaya bahwa iblis itu pasti bisa dikalahkan." Terang Ken semakin yakin.
"Aku sendiri yang akan melakukannya kau tidak perlu khawatir karena masalah itu, tidak perlu orang lain karena aku sendiri yang akan membuktikannya." Jawab Ken.
Hyerin hanya bisa mematung membulatkan mata di depan Ken, karena semua kenekatan dan niat Ken yang tak pernah dibayangkannya.
"Aku tidak bisa. Jangan seperti itu Ken!" Ucap Hyerin yang malah menolak rencana Ken.
"Mengapa tidak?" Tanya Ken sedikit tersulut.
"Pokoknya tidak seperti itu."
__ADS_1
"Aku pasti bisa Yerin, itu hal mudah! Aku pasti bisa!" Ken bersikeras dengan tekadnya.
"Tidak ada rencana seperti itu, aku tidak bisa menerimanya." Ucap Hyerin.
Ken hanya menarik napas dan menggelengkan kepala tanpa berdebat lagi melanjutkan niatnya dengan bertanya pada Hyerin memang bukan sesuatu yang mudah. Hyerin menolak rencananya, padahal dengan seperti itu membuat hatinya tersinggung, Ken tidak ingin jika dia dianggap mengada-ada atau berbohong omong kosong, padahal sejak kejadian itu Ken yakin jika penemuannya kali ini benar.
"Tolong jangan seperti itu Ken. Sudah cukup aku kehilangan semua orang yang sudah pergi sampai sekarang. Aku tidak ingin ada lagi yang lain mengalami sesuatu hal yang sama. Tolong jangan seperti itu." Ucap Hyerin. Perkataannya sudah menjelaskan jika sebenarnya dia sangat khawatir, bukannya tidak percaya tapi Hyerin tak ingin mengambil resiko dan dia khawatir kehilangan Ken dalam rencananya. Akhirnya Ken bisa menghembuskan napas lega karena jalan pikirannya salah.
Hyerin terlihat semakin gusar, bukan hanya tentang masalah iblis tapi dia mulai khawatir dengan sesuatu yang akan dilakukan Ken nanti, apakah Ken bisa nekat? Hyerin tak ingin Ken berbuat sesuatu tanpa sepengetahuannya.
"Ken tolong jangan lakukan apapun! Karena semua masalah kita sekarang pasti akan selesai pada waktunya. Jangan melakukan seolah kau sendiri yang memiliki tanggung jawabnya. Sekarang aku punya Rere dan temannya juga yang lain, mereka akan membantu." Ucap Hyerin dengan penuh khawatir.
Ken merasa sedikit tak enak dan nalurinya berkata jika ada sesuatu yang lain dengan Rere dan temannya. Tapi dia tidak bisa mengatakannya di hadapan Hyerin, bagaimanapun nanti selama Ken diizinkan disisi Hyerin dia pasti akan melindunginya dengan cara apapun. Karena Ken tidak pernah bisa percaya pada Rere apalagi setelah kejadian dulu, niat Rere yang ingin menyerahkan Hyerin pada iblis itu.
"Tenang saja aku tidak ingin mengecewakanmu!" Ucap Ken menenangkan hati Hyerin. Meski pada akhirnya Ken mungkin akan melakukan sesuatu tapi tanpa sepengetahuan Hyerin. Itu perlu karena dia juga tak ingin terus hidup tanpa kemajuan yang berarti, semua orang harus terbebas dari iblis dan masalahnya.
"Sepertinya kita pulang, aku pikir Rere akan mencari kita." Ucap Hyerin.
Padahal Ken tahu jika Hyerin sedang tidak baik-baik saja, mungkin sekarang pikirannya tidak bisa diam dan sudah cukup membebaninya dengan banyak pertanyaan dan pertimbangan dari pernyataannya tadi tentang iblis.
"Baiklah." Ucap Ken setuju.
Tak lama Hyerin kembali pergi ke tempat tadi dan Kem juga sudah berada di dalam kamar.
"Aku mau mencari Rere!" Ucap Hyerin dan berlaku dari tempat itu. Ken tidak menghentikannya, dia hanya tahu jika Rere pasti tidak ada di tempat ini. Entah mengapa Ken yakin akan hal itu.
__ADS_1
Sebesar apapun kebaikan Rere dan lelaki temannya itu tidak membuat hati Ken bisa menerimanya dengan mudah, Ken juga tidak tahu hatinya selalu merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh keduanya, seperti ada tujuan lain mungkin hanya mereka yang tahu.
"Rere gak ada, yang lain juga." Seru Hyerin saat berjalan masuk ke kamar Ken. Hyerin langsung duduk dan termenung melamun lagi.