
Orang bisa mengatakan tenang saja, kamu bisa, semua akan baik-baik saja. Bagaimana yang kamu rasakan setelah mendengarnya? Apakah membaik?
Tidak ada satu bukit air mata yang terlihat mewarnai kedua mata Rai, bahkan binarnya redup, pandangannya kosong. Setumpuk memori kembali mengenang dan menjadi film penghantar kepergian Hyerin di setiap langkahnya.
Angin seperti menambah ketenangannya saat itu, sangat damai. Rai ingin menghantar Hyerin ke tempatnya. Ke tempat semestinya dia hidup. Seharusnya dari awal dia tidak terburu-buru menyusun rencana dan menjebak Hyerin untuk selamanya tinggal di dunia roh ini, karena Hyerin belum sepenuhnya meninggal. Tubuhnya yang koma ada di kehidupan manusia dan tertahan di sana. Tapi apa jadinya jika kali ini tidak ada sedikitpun tersisa ruang penyesalan bagi Rai. Yang bisa dia lakukan hanya terus membawa Hyerin dengan ke dua tangannya.
Melewati beberapa ruangan hingga tiba di sebuah pintu yang memperlihatkan ruangan Hyerin di sana.
Rai masuk ke dalam ruangan itu, kali ini dia tidak bisa menahannya lagi. Hatinya sangat sesak saat matanya menangkap wajah Hyerin yang tidak membukakan matanya dan ada dalam pangkuannya saat itu.
Jam dinding terdengar berdenging kembali, seperti nyanyian perpisahan, menghantarkan waktu yang sudah berakhir. Satu demi satu pemandangan di sekeliling Rai berubah, mulai terlihat satu dua dan banyak manusia ramai di sekelilingnya. Rai hanya mematung dan tertahan berdiri menundukkan wajahnya dalam.
Secara perlahan Rai mengangkat wajah, dan sorot matanya langsung tertuju ke arah depan. Di depannya adalah sebuah tempat tidur pasien, dan di atasnya tertidur seorang wanita. Wanita itu adalah Hyerin yang koma di kehidupan manusia.
Saat itu juga bukit air mata terus berjatuhan menghujani pelupuk pipinya dengan deras secara sekaligus. Dengan erat Rai menggendong tubuh Hyerin di tangannya dan sangat perlahan menghampiri tempat tidur itu.
Padahal seharusnya Hyerin bisa hidup sebagai manusia jika saja itu ada caranya kembali membangunkan Hyerin dalam koma. Tapi, keegoisan membuat semua kesempatan berakhir lagi.
Perasaannya sudah tidak bisa terkendalikan lagi, Rai terisak dan menangis pelan, mungkin hatinya sedang berteriak keras namun mulutnya terkunci rapat. Sekarang tidak ada yang bisa dilakukannya lagi? Hyerin harus mati dalam dua waktu, hidupnya sebagai manusia dan hidupnya sebagai roh. Itulah alasannya mengapa Rai sangat tertekan dan tidak bisa berhenti mengutuk dirinya sendiri. Bagaimana bisa Rai hidup dan menanggung semua kenyataan seperti ini? Dia tidak bisa, meskipun kejadian ini pernah terjadi tapi dia tetap tidak bisa untuk menghadapinya.
__ADS_1
Tangannya bergerak secara perlahan menidurkan Hyerin di tangannya ke tempat tidur itu hingga tubuh keduanya berdampingan dekat.
Untuk membukakan mata rasanya sangat tidak sanggup lagi. Tubuh Rai runtuh ke lantai, dia menundukkan wajahnya yang sedih, malu, dan sangat menyesal. Jika saja ada satu kesempatan maka dia akan menggunakannya dengan sebaik mungkin. Dia tidak akan lagi menjadi Rai yang dingin, tidak berperasaan, dan berjanji untuk menyerahkan hidupnya bagi cintanya untuk Hyerin. Bukan seperti sekarang dan dia berjanji semua tidak akan terjadi lagi seperti sekarang ini.
Isak tangis seperti menjadi satu-satunya suara yang berteman dengan sunyi, karena tidak akan pernah ada satu pun manusia yang mendengar dan melihatnya saat itu. Bahkan dalam hitungan menit Rai terlihat menangis sejadinya. Dia tidak tahan lagi. Perasaannya meronta, dia tidak rela, semuanya tidak pernah diinginkannya, dia tidak pernah ingin bermimpi seperti ini apalagi menghadapi semuanya sebagai kenyataan. Rai tidak bisa menerimanya.
Satu persatu lagi bayangan Hyerin kian menumpuk di pikirannya, semua menjadi terlihat nyata saat semua sudah berakhir seperti ini. Bagaimana lagi? Semua sudah terlanjur dan Rai tidak bisa memperbaikinya.
"Dokter. Tolong panggilkan dokter segera!" Teriak seorang perawat yang menghalau suasana sunyi saat itu.
"Cepat panggilkan dokter!" Teriaknya lagi memohon pada satu perawat lain di dekatnya.
Detik menegangkan, secara perlahan Rai menoleh dan memastikan dengan mengangkat wajahnya.
Dia langsung terkejut dan mundur ke arah belakang. Pasien wanita adalah Hyerin, dan di hadapannya Hyerin sedang duduk sebagai manusia.
Deskripsi dari pikirannya tidak bisa Rai cerna sendiri, dia mematung terkejut melihat Hyerin di hadapannya adalah seorang manusia. Apa yang terjadi sebenarnya? Beribu tanya langsung menghujani pikiran. Rai tidak bisa memikirkan apapun bahkan tidak bisa berpikir bagaimana caranya bergerak untuk membenahi posisi tubuhnya saat itu. Akhirnya tubuh Rai yang ada dalam posisi duduk spontan tersentak jatuh ke arah belakang. Rai meringis sakit tapi dia segera duduk kembali.
Sedetikpun Rai tidak bisa mengedipkan matanya, matanya tertahan seperti panah yang. menancap pada bidang. Semuanya, perhatian Rai saat itu tidak lepas dari Hyerin yang sedang duduk terdiam. Semua perawat sibuk memeriksa tubuhnya dengan cekatan. Dan dari arah pintu datang seorang dokter yang cepat berjalan menghampiri langsung mengambil tindakan.
__ADS_1
"Pasien sudah 1 tahun lebih koma. Keajaiban akhirnya terjadi." Jelas seorang perawat di tempat itu.
Rai bereaksi seperti telah melupakan sesuatu. Dia segera memeriksa dan di sana tidak ada Hyerin sebagai roh yang tertidur di sana.
Apakah artinya Hyerin benar-benar sudah kembali ke tubuhnya sebagai manusia?
Pertanyaan itu langsung muncul.
Rai tidak bisa senang ataupun bereaksi apapun, dia masih tidak bisa percaya dengan fakta yang ada di depannya saat itu. Tidak mudah, karena kejadian ini adalah pertama kalinya terjadi. Semua ini adalah keajaiban atau takdir memang sedang berpihak pada Hyerin?
Rai segera berdiri, dia tahu jika Hyerin menjadi manusia maka dirinya tidak bisa terlihat oleh Hyerin. Sewajarnya memang seperti itu.
Rai mulai melangkahkan lagi kakinya, mendekat ke tubuh Hyerin yang masih duduk dan terlihat linglung. Kali ini Rai baru bisa melihat ekspresi wajah Hyerin sebagai manusia. Apakah ini artinya adalah perpisahan atau sebagai awal lagi? Rai tidak bisa memikirkan nya, yang dia tahu di hadapannya adalah Hyerin, dia harus senang jika akhirnya Hyerin bisa kembali ke kehidupannya. Dan apakah itu artinya? Memang takdir selalu mempermainkan. Setelah semua perjuangan hingga semua aturan yang dilanggarnya, dan semua kejadian yang sudah berlalu, akhirnya takdir tidak bisa diduga kembali hadir menjadi kejutan.
"Semua pemeriksaan normal dok.!" Ucap salah seorang perawat.
" Baiklah segera hubungi pihak keluarganya!" Saran dokter itu setelah semua pemeriksaan sudah selesai.
Percakapan antara perawat dan dokter di ruangan sedikit membuat hati Rai tenang karena Hyerin bisa baik-baik saja.
__ADS_1
Apakah Hyerin bisa mengingatnya? Mengingat semua kejadian ketika menjadi seorang roh? Pertanyaan kembali muncul ketika Rai masih terus memandangi wajah Hyerin tak terhenti.