Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Pertemuan Yuna manusia indigo


__ADS_3

Suara ramai rumah sakit yang baginya seperti suara sumbang dan mengganggu. Hyerin berjalan tergesa berusaha menghindari semua ingatan dari setiap tempat yang selalu memunculkan bayangan Rai.


Perkataan Ken sudah menyiksa mentalnya dan membuat dia kehilangan keyakinan yang selalu diyakininya. Hyerin tidak bisa menerima kabar itu dan terus berdiam diri berdebat dengan hatinya sendiri.


Sudah saatnya mencari kebenaran yang harus dilihat dan disaksikannya. Hyerin bertekad pergi dan mendatangi wanita di gedung itu, karena hanya dia dan kata-katanya yang cukup mencurigakan.


Dengan semua yang terjadi di sekelilingnya. Perhatiannya terkubur sudah dan baginya tidak ada sesuatu hal yang menarik selain dari tujuannya sekarang. Tidak peduli jika sesuatu terjadi, dia tidak akan berhenti sampai bisa menemukan kebenaran yang dinantikannya itu.


Warna cerah langit terlihat sangat kontras dengan sosok roh samar seperti selembar kertas tipis tidak berwarna, karena sosoknya itu membuat manusia indigo bisa membedakannya dari pandangan tidak umum diantara semua yang disaksikan. Termasuk sosok Hyerin yang tidak hanya menarik perhatian orang indigo tapi juga roh lain yang juga melihatnya. Entah apa yang dipikirkan dari kebanyakan roh, dengan tatapan dan ekspresi yang sama, seperti memiliki satu frekuensi pikiran yang sama juga. Hyerin terlalu fokus hingga dia tidak bisa sedikit saja memperhatikan orang-orang di sekitar. Ketika Hyerin berjalan spontan semua mata teralihkan padanya, dan hal itu yang membuat seorang anak indigo penasaran, tapi tidak berlangsung lama, rasa kecewa ketika Hyerin hilang dari pandangannya.


"Kau tahu dia Hyerin yang kini sedang dicari, katanya dia sudah bekerja sama dengan iblis." Cetus seseorang yang kebetulan tidak begitu jauh dari tempat berdiri Yuna, seorang manusia yang bisa mendengar dan melihat roh tak kasat mata.


Kedua mata Yuna membulat seolah sudah mendapatkan sesuatu yang mengejutkan baginya. Seperti dalam film yang dibacanya, tentang iblis dan roh. Apakah dia sekarang bisa menyaksikan kebenarannya? Sangat menarik bukan? Yuna berpikir untuk ikut campur dalam urusan yang sebaiknya tidak pernah dia niatkan itu. Tanpa tahu apa sebabnya setelah itu, Yuna yang penasaran mulai berjalan di antara roh lain tanpa menimbulkan kecurigaan jika dia bisa melihat mereka.


Yuna terus berdiri di dekat roh yang sedang mengobrol, dia mendekatkan telinganya memastikan sesuatu untuk di dengar. Tidak akan yang tahu jika Yuna bisa melihat sosok mereka. Dengan santai Yuna terus berpindah tempat tujuannya tidak lain untuk mengumpulkan banyak informasi.


Hingga rasa penasaran Yuna tentang dunia yang seharusnya tidak dia sentuh itu membawa Yuna pada rencananya yang lain. Dia bertekad untuk menemukan Hyerin lagi dan hanya akan berbicara padanya. Dia akan bertemu dan menemukan semua informasi darinya.


Dengan sumringah Yuna berjalan sendirian dan tubuhnya langsung tertegun karena satu sosok roh yang hampir dia tabrak. Yuna spontan terkejut. Tapi itu masalahnya. Roh itu akan melihat dia sebagai manusia indigo. Sadar karena kesalahan yang sudah dibuatnya Yuna segera memperbaiki diri langsung membalikkan tubuhnya dan berlari ke arah yang berlawanan. Tidak peduli dia hanya perlu berlari untuk menghindari roh itu.


Dengan bersusah payah Yuna terus berlari tanpa sekalipun menoleh kebelakang. Tapi ada lagi yang dilupakannya. Lagi-lagi kejadian tadi berulang, Yuna sangat terkejut dengan roh itu yang masih menghadang arah jalannya. Seharusnya dia selalu sadar jika roh itu sesuatu yang transparan dia hanya perlu melewatinya tanpa harus bersikap seolah mereka itu tidak ada.


Yuna sangat was-was dan tidak tenang karena berulangkali dia dihadang oleh roh yang sama.


Seharusnya Yuna tidak bersikap seperti itu dengan berlari dan menghindar semakin membuat roh itu yakin tentang kemampuannya.

__ADS_1


Sikapnya yang spontan begitu saja membuat dia masih tidak bisa mengendalikan penglihatan dan sikapnya.


Hingga keadaan membuatnya terpojok.


"Gadis, kau itu bisa melihat kami kan? Jangan terus menghindar saja!" Terdengar sebuah ucapan yang langsung membuat Yuna tidak tahan merasa gugup.


Yuna masih mematung dan diam seribu bahasa, dia tidak memiliki keberanian lagi untuk mengatakan apapun dan berbicara dengan roh itu.


"Apa yang ingin kamu dengar dari roh seperti kami? Mendatangi roh bergantian dan menguping. Itu kan yang kamu lakukan tadi?"


Mendengarnya langsung membuat Yuna lemas, mengapa sikapnya tadi bisa disadari roh itu padahal Yuna sudah melakukannya dengan hati-hati dan seperti tanpa disengaja kan. Yuna lebih keras lagi berpikir, dia tidak tahu apa yang membuat roh itu penasaran hingga membuat roh itu datang dan tidak melepaskannya dengan mudah. Atau karena kesalahan yang dilakukannya seperti itu membuat roh yang ada di hadapannya tersinggung.


"Gadis, cepat jawab jangan terlalu canggung seperti itu. Kamu sudah terbiasa kan berbicara dengan bangsa roh seperti kami ini?"


Hingga saat melihatnya Yuna mendapatkan sosok lelaki dewasa yang duduk santai. Saat sorot matanya bertemu Yuna langsung segera menundukkan wajah.


"Setidaknya sebutkan namamu!" Ucap lelaki itu.


"Siapa?"


"Aku Yuna." Jawab Yuna tergesa. Terlihat dia masih canggung dan belum bisa mendapatkan kenyamanannya.


"Kamu sangat penasaran dengan Hyerin?" Cetusnya lagi.


Yuna terlihat membulatkan mata seperti dia terkejut karena seperti isi pikirannya sudah dibacanya.

__ADS_1


"Hyerin roh yang dibicarakan oleh banyak roh lainnya kan!" Tebaknya lagi.


Sebuah interogasi yang bisa Yuna tebak jika orang itu mungkin mencari tahu alasan dari perbuatannya.


"Ini hanya salah paham, aku tidak akan melakukannya lagi dan tidak akan penasaran dengan Hyerin." Jawab Yuna dengan lancar berusaha meyakinkan.


"Kau ingin aku cepat pergi kan?"


Yuna langsung melihatnya, dia tidak mengerti dengan sikap lelaki itu.


"Aku. Hanya tidak ingin roh lain tahu jika aku adalah indigo, aku tidak ingin mendapatkan masalah. Hyerin, aku sangat penasaran karena semua roh yang ku lihat sangat memperhatikannya dan itu membuatku berpikir jika ada sesuatu yang menarik perhatian ku saja." Yuna menjelaskannya panjang lebar.


Hahaha...


Tiba-tiba lagi lelaki itu tertawa, Yuna yang masih tidak mengerti dengan sikapnya itu hanya bisa memandanginya aneh.


"Aku pergi!" Ucap Yuna terlihat sedikit kesal.


"Sebaiknya kita bertemu lagi. Aku Ken temannya Hyerin!" Balasnya sambil tersenyum.


Dan setelah hitungan detik Ken langsung hilang dari pandangan Yuna.


Akhirnya Yuna bisa bernapas lega, dia tidak ingin banyak berbicara dengan para roh. Karena seperti yang sudah terjadi sebelumnya, banyak roh yang penasaran dengan dirinya dan kehadiran mereka yang penasaran sangat membuat dirinya terganggu. Yuna tak ingin hal itu terjadi lagi.


Dengan langkahnya yang gontai Yuna mengamati tempatnya saat itu, dia berniat untuk segera pulang ke rumahnya karena sudah tidak ada lagi sesuatu hal yang ingin dilakukan.

__ADS_1


__ADS_2