Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
kesempatan


__ADS_3

Matanya menjamah bagian setiap sudut yang dia tangkap dengan indera penglihatannya itu, sesekali matanya menatap tajam mengamati seisi pemandangan yang jika dilihat lagi ada keraguan di balik semuanya.


Hyerin terheran harus kembali meyakini yang pada akhirnya hanya ada jawaban mungkin. Lantas jika semua masih tampak normal apa yang membuatnya masih ragu? Tidak ada jawaban yang menjelaskannya.


Pikirannya langsung melayang tentang Ken dan orang-orang yang seketika hilang tanpa jejak itu. Asanya ingin yakin tapi bagaimana dengan hatinya?


Satu persatu dengan berani kedua kaki kiri dan kanan ia seret menyusuri jalanan di antara gedung yang kokoh berdiri dari kanan dan kiri. Bertengger masing-masing papan nama toko yang menghiasi jalanan dan kerlip lampu siang hari terlihat saat melewati area kafe.


Keriuhan suasana terdengar jelas oleh kedua telinga, yang tadinya dia pikir suasana ini tidak akan dilihatnya lagi.


Manusia biasa beraktivitas di pagi, siang, malam, tak mengenal batas waktu di tempat ramai ini. Namun ada kecuali, saat larut malam hampir di jam sepertiga malam keadaan mulai sunyi karena orang-orang pergi dari kawasan itu menuju alamat rumah maisng-masing.


Kebetulan masih siang hari, Hyerin beruntung bisa menyaksikan berbagai aktivitas siang yang padat. Tapi bukan saatnya bersantai ria atau tenang-tenang saja.


Hyerin berlari lagi sampai ke ujung gedung, sejauh itu tidak ada roh di sana yang pergi kesana kemari seperti hari-hari sebelumnya.


Kecurigaan masih memuncak di pikirannya, bukan hanya tentang dunia ini saja tapi juga roh yang hilang, pasti hilang atau pergi ke suatu tempat.


Lebih baik kembali menemui Rere dan yang lainnya di gedung itu, mungkin dia akan sedikit mendapatkan pencerahan.


*****


"Beruntung kamu sudah sayang lagi!" Rere langsung menyambut kedatangan Hyerin.


"Kenapa Re?" Tanya Hyerin terlihat tidak mengerti.


"Mereka semua pergi berhamburan dari tempat ini, aku tidak bisa mencegahnya." Keluh Rere. Raut wajahnya sangat khawatir, gusar dan bingung.


"Kabutnya memang hilang Re, kamu juga mungkin aman jika di luar gedung." Balas Hyerin masih membagikan pandangannya, melihat ke arah kerumunan di ruang kelas. Dari yang dilihatnya dia setuju jika kali ini mungkin hanya ada Rere dan temannya saja roh yang masih bertahan di tempat itu.


"Itu masalah nya, sekarang memang aman. Tapi nanti?" Ucap Rere masih memperlihatkan tanda risau dari wajahnya saat ini.

__ADS_1


"Aku juga memikirkan hal yang sama." Ungkap Hyerin yang setuju dengan Rere, karena dia juga tadi sempat memikirkannya.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang?"


"Sepertinya tidak ada cara lain. Jika kita mengajak mereka untuk kembali terdengar seperti memaksakan karena khawatir dengan sesuatu yang tidak pasti."


"Maksudmu?" Rere langsung bertanya tak paham.


"Kita tidak tahu kan jika kabut itu datang lagi, sebelum pergantian waktu selanjutnya." Tukas Hyerin menjawab masalahnya saat itu.


"Sialnya itu terlalu lama." Keluh Rere terdengar tidak sabar.


"Mau bagaimana lagi, Re! Aku sendiri tidak bisa memikirkan cara lain."


"Sudahlah kita tunggu saja sampai waktunya!" Timpal teman Rere yang sedari tadi hanya menonton obrolan antara Rere dan Hyerin.


"Nunggu sampai semua orang gak ada?" Sengitnya Rere berbicara. Dia tidak melihat satu atau dua orang saja, tapi mereka banyak dan jika semua orang terjebak saat kabut itu memang datang, apa yang bisa dilakukan?


"Kita akan melakukan rencana awal, anggap saja waktu sekarang adalah sedikit kesempatan nya." Sambungnya lagi yang langsung membuat Rere memperhatikan ke arahnya. "Ini belum selesai, Re!" Ucap Hyerin yakin saat mata Rere bertemu. "Anggap saja ini rencana kita tidak gagal."


"Baiklah, hanya kita bertiga yang akan melakukannya." Balas Rere singkat. Terdengar tidak mungkin, tapi harus bagaimana lagi karena memang hanya ada tiga orang yang bisa menjalankan rencananya.


Hyerin menganggukkan kepala.


"Kita akan berpencar saja, itu lebih cepat." Saran Rere yang terlihat tak ingin mengulangi lagi perkataannya apalagi harus mendengar keluhan.


Hyerin tidak begitu keberatan, lagipula untuk sekarang tidak ada hal yang merugikannya.


Akhirnya Rere memutuskan pergi sendiri juga meski temannya bersikeras untuk bersama, tapi itu tidak perlu karena rencananya mereka bertiga akan pergi ke tempat yang berbeda kan.


"Tunggu dulu!" Cegah Hyerin saat detik terakhir ketiganya sudah siap akan pergi.

__ADS_1


"Apalagi?" Tanya Rere sedikit terlihat kesal.


"Kau tahu tempat yang kita cari itu memiliki ciri khas bedanya?" Tanya Hyerin yang langsung terlihat sepasang mata seperti berpikir lagi.


"Masalahnya kita tidak tahu, meskipun tempat itu tidak bisa dimasuki oleh dewa kematian tapi apa gunanya jika mengandalkan aku, aku sama kan bisa masuk ke dalam ruang dan gedung itu.


"Kita akan bertanya, aku yakin pasti dibelahan bumi ini ada tempat seperti gedung sekolah yang tersebar meluas, dari mulut ke mulut orang akan tahu. Kau bisa kan?" Balas Rere terlalu memandang mudah rencana yang akan dilakukan sekarang.


"Kau yakin orang-orang akan memberitahu kita?" Tukas Hyerin nampak ragu.


"Stop jangan berpikir negatif dulu, Yang ada kita gak akan pergi seterusnya hanya berdiam diri di sini. "Sudahlah sekarang kita pergi saja!" Rere masih terburu-buru.


"Kalau waktu kembali dan awan tebal itu lagi, ada yang bisa menjamin keselamatan kalian?" Celoteh Hyerin masih berusaha menyentuh hati Rere, saat itu bukan hanya rencana yang mereka butuhkan. Tapi kekompakan, teliti dan hati-hati. Apa artinya bisa menjalankan rencana tapi akhirnya salah satu dari ketiga orang bisa kapan saja hilang.


"Kalau begitu intinya kita gak bisa kan berbuat apapun." Simpul Rere yang masih kesal dari tadi.


"Kita tidak boleh berpisah, harus bersama-sama saja dan pergi dari satu tempat ke tempat lain." Jelas Hyerin mengutarakan keinginannya.


Memang pendapat Hyerin bisa masuk akal, bukan hanya memikirkan agar rencana berjalan mulus tapi juga memperhatikan setiap orang yang menjalankan rencananya. Semua tergantung pada waktu dan apapun hasilnya selama itu sudah diusahakan tetao akan memberi kepuasan yang tidak boleh diragukan lagi.


"Sekarang kita pergi kemana?" Tanya lagi Rere yang sedikit demi sedikit bisa menerima rencana Hyerin.


"Bisa kemana saja terserah, asal kita tetap bersama."


Akhirnya kesepakatan kedua kini dilakukan lagi, meskipun kali ini hasil yang bisa didapatkan tidak akan secepat ketika dilakukan oleh 3 orang, tapi semoga saja kesempatan ini datang lagi yang artinya bisa dilakukan kedua kali di waktu berbeda.


"Semoga saja sekarang tidak ada masalah lain lagi." Seru Hyerin.


"Aku masih kepikiran lelaki yang tiba-tiba datang dan berbicara di depan semua orang. Sampai sekarang kita tidak tahu kan." Timpal Rere. Ternyata sumber kegaduhan dan hal yang mengganggu itu tentang lelaki itu.


"Paling-paling dia datang lagi." Cetus Hyerin asal.

__ADS_1


"Kamu bisa yakin seperti itu?" Tanggapan Rere yang serius membuat hati Hyerin sedikit tidak enak.


__ADS_2