Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Kenapa?


__ADS_3

Dia tadi sangat khawatir mengingat iblis yang ditemuinya masih di tempat yang sama dengan Hyerin, karena itu Rai segera pergi menemui Hyerin untuk memastikan sesuatu.


"Dia mau pergi lagi?" Ucap Rai dalam hatinya saat melihat Hyerin keluar dari gedung tanpa menghiraukan ke arahnya bahkan ketika melewati Rai Hyerin masih tetap berjalan seperti tidak menyadari kehadirannya.


Merasa penasaran apa yang akan dilakukan Hyerin di luar sana dengan sedikit ragu Rai kembali melakukan aksinya lagi.


Hyerin bukanlah seorang roh yang sempurna, dia sendiri tidak tahu kenyataan itu kecuali karena perkataan Tania dulu yang membuat Hyerin percaya namun ragu.


Sudah melewati jalanan satu arah yang biasa Hyerin pergi dan melewatinya. Karena dia roh yang tidak sempurna jadi Hyerin hanya bisa melakukan hal normal meski sedang berada di dunia roh.


Dari kejauhan Hyerin terlihat menandakan senang, mata yang fokus memastikan sebuah gedung di depan matanya. Rai sedikit bereaksi saat dia tahu Hyerin kembali pergi ke tempat itu. Dia tidak tahan lagi dan berniat segera menemuinya dengan terus terang saja.


"Tidak. Jangan lagi ke sana." Cegah Rai langsung menghentikan Hyerin.


Reaksi Hyerin seperti tidak aneh lagi, dia akan terkejut dan mulai menatap Rai dengan mata menyelidik.


"Apa peduli mu?" Tanya Hyerin.


Rai tidak langsung menjawabnya, dia sedikit berpikir keras untuk mengumpulkan setiap kalimat yang akan menjadi alasannya. "Jangan saja!" Terang Rai singkat.


Sebaliknya Hyerin hanya terus menatap Rai dengan pandangan sinis. Dia tidak mengatakan apapun dan lama kelamaan semakin terlihat raut kesal.


"Baiklah akan ku ceritakan semuanya." Cegah Rai dan langsung bisa menghentikan lagi Hyerin yang sudah sangat yakin untuk pergi ke dalam gedung itu.

__ADS_1


"Apa aku bisa percaya dengan mudah? Kamu pikir kali ini aku bisa percaya dengan mudah?" Nada suara Hyerin malah semakin meninggi tersulut emosi.


"Tetap saja, jangan pergi dulu ke sana!" Rai masih bersikeras.


Hyerin mencari kesempatan untuk bisa pergi dan tidak memperdulikan Rai.


Siapa sangka jika Rai nekat menarik lengan Hyerin hingga tubuhnya diangkat dan dengan paksa segera pergi dari tempat itu.


Begitu nekat nya Rai yang teguh dan bersikeras mencegah Hyerin.


Dalam hitungan detik dengan mudah Rai langsung meninggalkan tempat itu.


"Cepat lepaskan! Cepat!" Pinta Hyerin merengek. Namun rengekannya tidak berlanjut lagi, tubuh Hyerin segera dilepaskan hingga dia kini berdiri di hadapan Rai.


"Pokoknya jangan lagi kemana-mana." Bentak Rai menjelaskan keinginannya saat itu. Sebenarnya Rai tidak ingin melakukan sebuah pemaksaan, tapi jika dilihat dari wajahnya yang sangat tertekan menyembunyikan semua alasan dengan sangat baik hingga Rai berani memaksa Hyerin untuk menuruti kehendaknya itu.


"Kenapa sekarang mengatur? Apa peduli mu? Cepat lepaskan saja!" Hyerin masih berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri. Dan akhirnya Rai menghentikan diri. Dia membiarkan Hyerin berdiri di hadapannya.


"Bagus, sekarang diam ya!" Ucap Hyerin dengan marah melihat Rai masih terdiam setelah memperlakukan dia seenaknya.


Hyerin segera bersiap pergi. Namun lagi-lagi Rai yang masih terdiam seribu bahasa mengaturnya agar tidak keluar dari gedung itu.


"Rai cepat buka! RAI!" Teriak Hyerin yang masih tidak diindahkan.

__ADS_1


Rai masih terdiam dia seperti menyesal sudah melakukan sesuatu dan membuat Hyerin harus marah. Tapi apalagi? Dia tidak ingin jika orang-orang malah akan menjauhkannya dari Hyerin. Itu alasannya mengapa Rai ingin jika Hyerin segera pergi dari tempat tadi, sebuah tempat dimana orang-orang yang berkelompok dan ingin berusaha mengungkap semuanya secara sepihak. Padahal semua kejadian itu bukan karena salahnya kan?


"5 orang lagi." Rai terperanjat saat kembali ingat kata-kata dari iblis itu. Dia penasaran apakah ke 5 orang itu sudah ditemukannya? Dan siapa?


"Rai buka! Rai!" Teriakan Hyerin masih terdengar di dalam sana. Siapapun meskipun roh sekalipun tidak bisa keluar dari tempat itu.


Rai sedikit terganggu dengan teriakkan Hyerin yang terus menyebut namanya. Tapi dia masih harus tetap kuat dan menahan diri untuk tidak membuka pintu itu, setidaknya Hyerin akan aman di sana dan sementara sesuai dengan janji nya setelah kembali dari tujuannya Rai akan menceritakan apapun kepada Hyerin.


Rai semakin mempercepat langkahnya hingga dia tidak terlihat lagi di sepanjang ruangan di gedung itu.


Tiba di tempat lain, beberapa kali Rai mencari dan memastikan namun dia harus menelan kecewa karena sedikitpun tidak ada tanda-tanda jika iblis itu ada. Waktu terus berlalu dan semakin membuat gelisah, selain karena pencariannya yang belum membuahkan hasil, Rai juga tidak bisa lepas memikirkan Hyerin. Dia gelisah dan bingung sekarang apa yang bisa dilakukannya?


Pikirannya segera terperanjat. Tanpa aba-aba lagi Rai berlari dan menggunakan kekuatannya untuk kembali ke gedung dimana Hyerin ada di sana. Tidak meninggalkan satu detiknya Rai sangat tergesa-gesa dan tidak bisa tenang lagi. Raut wajahnya sangat ketakutan.


Prang...


Suara kaca pecah ke lantai terdengar. Rai hanya bisa membulatkan mata melihat sekali lagi pemandangan yang tidak pernah bisa diduganya.


Banyak sekali mayat yang tergeletak dan secara perlahan menjadi abu lalu hilang diterbangkan angin. Degup jantungnya saat itu sudah tidak bisa lagi berirama. Dadanya sesak tangan gemetar dan kaki yang seketika terasa berat untuk melangkah. Rai masih terus berjalan perlahan melewati tubuh orang-orang tergeletak di lantai. Saat matanya tertuju pada sebuah pintu yang terbuka dia hanya bisa ternganga dan secepatnya menyeret kakinya untuk berlari. Penglihatannya bergerak dengan teliti dari kiri ke kanan, degup jantungnya seperti menghitung detik-detik menegangkan saat itu, hingga sorot matanya terhenti. Ada tubuh Hyerin di sana. Tubuh yang kaku dan tidak bergerak tergeletak di lantai. Saat itu juga baginya waktu seperti sudah berakhir saja. Rai tidak bisa mempercayai penglihatannya saat itu. Apakah mimpi? Pikirannya semakin nanar dan detik demi detik langkahnya semakin dekat.


"Hyerin." Ucapnya lirih.


Rai masih berdiri dan mematung. Semua fokusnya tidak pernah bisa lepas dari Hyerin. Tubuh kaku yang menjebak kesadarannya saat itu. Semua pemandangan di ruangan itu seisinya menjelaskan jika ada kejadian yang sangat besar terjadi. Dan tidak ada orang yang bisa melakukan hal besar seperti ini kecuali iblis itu. Rai mengabaikan semua dugaan dan suatu insiden yang sudah terjadi di tempat itu. Dia terlihat tenang namun sangat tertekan. Tubuhnya sedikit membungkuk hingga turun meraih tubuh Hyerin yang masih tidak bergerak. Kini dia membawa tubuh Hyerin dengan kedua tangannya. Rai tidak gemetar lagi, semua perasaannya saat itu lenyap termasuk kesadarannya. Dia sangat tertekan dan tidak pernah ada orang yang akan mengerti rasa kehilangannya selain dirinya sendiri. Padahal sudah ber abad lamanya, berjuta tahun dalam hitungan manusia, dan ratusan kali reinkarnasi yang tidak terhitung. Bagaimana jadinya jika penantian selama itu kini harus berhenti lagi. Apa jadinya?

__ADS_1


__ADS_2