Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Kecurigaan Tania


__ADS_3

Hyerin tidak bisa menghindari semua kenyataan yang kembali tiba-tiba hadir menjadi kejutan di kehidupannya. Dia masih tidak bisa mudah percaya kepada Tania yang baru saja datang. Namun apa bedanya, Tania dan Rai sama-sama orang asing.


Sesekali bola matanya mengintip ke arah Hyerin yang masih terdiam berkutat dengan isi pikirannya yang tidak bisa ditebak dengan mudah. Dia sangat percaya jika Hyerin seharusnya masih hidup, tapi Rai terus menahannya lama di tempat yang tidak seharusnya. Tidak ada yang bisa tahu apa alasan Rai di balik semua tindakannya itu, dan juga tidak ada yang tahu rahasia kelam di masa lalu tentangnya selain dia dan beberapa teman pada waktu itu. Rai juga tidak akan mengenalinya lagi sekarang dan hal tersebut sangat membantu sekaligus menjaga Tania dan teman-teman nya hidup lama untuk memperbaiki kesalahan yang sudah dilakukan Rai dulu.


Sesekali napasnya berat, apalagi ketika melihat Hyerin yang terpuruk semakin menambah sesak di dadanya saja. Meski Tania tahu sesuatu yang berbahaya sudah mengintai di depan mata. Dia tidak bisa menjamin aman untuk dirinya sendiri, namun jika bukan dia yang memberitahu Hyerin tentang semuanya lantas siapa lagi? Begitupun Tania sudah terlanjur dikenali oleh Rai dan Hyerin atau mungkin oleh kembaran Rai yang sering disebutkan oleh Hyerin. Sudah terlanjur masuk terperosok ke dalam bahaya yang tidak bisa dia hindari lagi. Tania sadar waktunya sedikit lagi dia perlu menyadarkan Hyerin untuk tetap hidup dan pergi dari dunia ini. Tapi caranya belum terpikirkan juga, selain Hyerin yang sudah hilang ingatan tidak ada satupun juga dari cara Hyerin mencerminkan bahwa dia sudah bisa percaya dan menerima kenyataan itu.


Hyerin tiba-tiba mengalihkan perhatian kepada Tania yang sudah memandanginya sejak tadi. Dia sangat fokus dan memandanginya tajam. "Kenapa ada yang salah?" Tanyanya lembut.


Tania segera menarik kesadarannya dan mengalihkan perhatian ke arah lain. "Tidak ada." Ucapnya singkat, lalu berpura-pura sibuk dengan yang dilakukannya.


"Bisa kita mulai lagi?" Tanya Hyerin


Tania langsung memandanginya, terperanjat dengan permintaan Hyerin. Dia juga melihat poros mata Hyerin yang sudah sayu menunjukkan perasaan sedih dan putus asa. "Kamu yakin?" Tanya Tania memastikan.


"Ayo akan ku dengarkan lagi!" Pinta Hyerin.


Dengan mudah Tania langsung mendekati Hyerin yang seperti sudah kehilangan semua perasaan tenang nya. Dia bisa tahu saat itu Hyerin sangat tersiksa dengan kenyataan yang tiba-tiba saja diperdengarkan nya. Tapi apa yang salah Tania hanya merasa sudah tidak da waktu lagi.


"Kamu jangan menyalahkan lagi dirimu sendiri. Orang-orang yang hilang tidak bisa kembali lagi sekarang kamu hanya perlu kembali hidup dan lepas dari semua beban yang mengutuk mu di tempat ini." Ucap Tania menenangkan.

__ADS_1


Hyerin hanya memandanginya dan terus memandanginya. Sekejap terlihat kesal lagi dia langsung terdiam seribu bahasa.


Tania langsung menyadari ada yang salah dengan kata-katanya. "Tolong jangan sia-siakan caraku sekarang. Aku sangat peduli bahkan jika harus bernasib sama seperti mereka aku tidak peduli. Tapi tolonglah percaya dan kembali hidup jangan terus di tempat ini." Tania semakin memohon.


"Apa bedanya aku hidup atau mati atau terus di tempat ini? Aku tidak mengingat apapun, itu lebih menyedihkan." Ucap Hyerin setengah menahan tangisannya itu.


"Jangan seperti itu. Yang terpenting kamu hidup dulu tidak menutup kemungkinan jika hidup akan membawa ingatanmu kembali kan?" Ucap Tania.


Hyerin sedikit tertarik dengan ucapan Tania dia terus mendengarkannya.


"Mungkin ada keluarga yang terus menunggu. Tolonglah dengarkan aku!" Saran Tania semakin meyakinkan.


"Baiklah, aku akan mendengarkan kata-katamu." Hyerin menyetujuinya dengan mudah membuat Tania sangat merasa senang.


"Pertama bawa seseorang ke tempat ini lagi, mungkin yang lainnya akan tahu dengan apa yang ku lihat, kau bisa sepenuhnya yakin."


"Seseorang? Aku tidak mempunyai teman. Sudahlah jangan pikirkan itu, sekarang lebih baik langsung dengan intinya. Kau ingin aku hidup kan? Ayo lakukan caranya!" Pinta Hyerin.


Sebuah permintaan yang langsung mengudara di pikiran Tania. Sebenarnya dia sendiri juga tidak tahu adakah sebuah jawaban dari permintaan itu. Hanya Rai yang tahu jawabannya karena dia sendiri yang mengatur rencana untuk membuat Hyerin tetap di tempat ini.

__ADS_1


"Hei cepatlah katakan caranya!" Ucap Hyerin yang langsung menghalau lamunan Tania.


Tania terperanjat bangun dari lamunannya dan memandangi Hyerin dengan ragu. Dia juga menyembunyikan tatapan matanya dari Hyerin. Bingung tidak tahu apa yang akan dikatakannya hingga Tania tidak langsung menjawabnya.


Di satu sisi Hyerin terus menunggu sebuah jawaban sebagai solusi pertama yang akan didapatkannya. Tapi menunggu lama Tania yang sibuk sendiri dan tidak langsung menjawab membuat dia terheran dan ragu.


"Apakah kau sendiri tidak tahu?" Ketus Hyerin.


"Tidak seperti itu. Tapi hanya Ria, dia yang tahu segalanya karena dia sendiri yang terus menahan mu di tempat ini." Tidak ada jalan lain Tania hanya memilih berterus terang dengan isi pikirannya itu. Namun akhirnya dia juga menyesal karena sudah mengatakannya.


Hyerin hanya menarik napas panjang, lalu berkutat dengan isi pikirannya. Dia terdiam seperti berusaha memikirkan sesuatu yang rumit.


"Rai ya. Baiklah aku akan menanyakan langsung." Tiba-tiba ucapan Hyerin langsung membuat Tania terkejut lagi. Mengapa Hyerin bisa berpikiran semudah itu? Dia tidak berpikir jika Rai tidak akan pernah mengatakannya.


Tania hanya memandangi nya aneh. Dia tidak mengerti dengan jalan pikiran Hyerin. "Terserah saja hanya ingat jika Rai tidak mungkin langsung mengatakannya."


Hyerin tidak putus asa meski Tania sudah memperingatkan. Dia hanya berpikir satu-satunya cara dengan langsung bertanya tidak ada cara lain lagi.


Sepanjang percakapan keduanya Hyerin langsung terdiam, sudah begitu lama tapi dia tidak melihat Rai. Suasana di gedung itu pun tidak buruk. Dia tidak juga merasakan akan bahaya yang mengancam atau tentang kembaran Rai. Mengapa semuanya berjalan seperti keinginannya? Namun hal tersebut lebih membuat Hyerin tidak percaya, pasti akan ada sesuatu yang terjadi. Pikirannya mengatakan demikian. Hyerin menyudahi percakapan itu, dia menginstruksikan untuk berjaga-jaga jika saja tanpa disadari Rai atau kembaran Rai datang. Karena semua sangat mencurigakan, baginya tempat ini jika dimasuki oleh orang asing itu bisa membuat kembaran Rai muncul dan kejadian sebelumnya bisa saja terulang lagi. Tapi sekarang malah sebaliknya. Keadaan semakin tenang dan mendukung Hyerin.

__ADS_1


Tania berpikiran sama. Bukan hanya Hyerin, dia yang paling tahu bagaimana bahaya situasinya saat itu. Karena Tania yang paling tahu semua tentang Rai, bisa saja dengan ketenangan ini Rai sudah merencanakan banyak.


__ADS_2