Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Pernyataan orang-orang


__ADS_3

Lamanya berpikir sampai Hyerin tak tahu caranya lagi bagaimana dia menghadapi setiap teka-teki dalam hidupnya. Belum lagi semua mendapat jawaban tapi dia dihadapkan kembali dengan masalah yang sangat janggal.


Lupakan saja semua yang telah berlalu, dia tidak ingin menjadi tanda tanya yang tak ada jawabannya, lebih baik sekarang yang perlu Hyerin pikirkan adalah tentang masalahnya. Dia harus melanjutkan perjalanan ke tempat yang sudah disebutkan Nenek, tidak ada yang bisa membantunya kan? Dia sendiri hanya seorang manusia yang tidak punya apapun.


"Lama sekali." Terdengar suara Rai yang memprotes dari luar.


Hyerin menghela napas, dengan malas dia harus menemui kembali dua orang yang membuatnya jengkel.


"Apa?" Hyerin langsung bertanya kemudian mengabaikan kedua orang itu, tidak penting karena yang terpenting sekarang adalah pergi dari hadapan mereka berdua.


"Kau sengaja." Rai langsung marah.


"Diam!" Anak kecil itu berteriak sengaja menghentikan Rai agar diam.


Rai terhenyak kaget, ketika menoleh ke arah anak itu tatapannya mengisyaratkan hal lain. Bola matanya bergerak mengikuti arah Hyerin.


Rai diam dan mulai memahami sesuatu, sikap Hyerin sudah berubah dari tadi bahkan dia menjadi lebih pendiam sekarang.


Hyerin diam saja, duduk kembali di kursi. Sedangkan Rai yang sedikit mengerti dengan situasi dia memilih diam begitupun Kai anak kecil yang biasa mengoceh kini hanya diam juga.


"Kai, kau tadi mengatakan jika kau berasal dari dunia roh. Kau teman ku kan?" Tiba-tiba Hyerin berbicara seperti itu di hadapan Rai dan juga Kai.


Mendengarnya Rai terperangah.


"Oh jadi seperti itu. Baiklah tidak aku tutupi lagi. Ada yang ingin tahu tentang ku di sini kan?" Kai menatap ke arah Rai.


"Jadi kau itu siapa sebenarnya?" Rai langsung berbicara tak sabar.


Kai tersenyum. "Lebih baik teman mu yang menjelaskannya kan? Itu membuat mu lebih percaya." Ucapnya.


Hyerin menghela napas, dia mengumpulkan semua fakta yang kini berkecamuk di dalam pikirannya.

__ADS_1


"Sekarang waktunya kita serius. Tidak ada yang disembunyikan diantara satu sama lain, aku harap kalian mengerti masalah yang kita hadapi bersama tentu saja saling berkaitan satu sama lain." Hyerin langsung bicara, dia sudah tidak sabar lagi menghadapi dua orang yang saling egois di depannya, padahal seperti yang dikatakan Hyerin jika masalah yang di hadapi semua orang adalah masalah bersama.


"Pertama aku yang akan bicara. Sebaiknya tidak ada yang lengah diantara kita semua memangnya kai atau aku untuk apa kita di sini? Kau sendiri tidak tahu kan?"


Kai langsung terdiam mendengarkannya.


"Sekarang ada yang tahu kenapa aku dan Rai menjadi manusia? Kemarin kita adalah roh dan sekarang kau bisa lihat sendiri." Hyerin masih bicara.


"Dan kau, sekarang aku tanya kenapa kau bisa menjadi anak kecil seperti itu? Kau sama seperti ku ketika menjadi roh."


Semua orang terdiam tak ada yang bicara satupun, bukan tidak berani namun tidak ada yang mengerti.


"Coba kita bayangkan, apakah kejadian ini hanya terjadi pada kita bertiga? Memangnya apa yang membedakan kita dengan roh lain?"


"Apa kalian pikir dengan semua kejadian ini kita masih akan baik-baik saja? Aku bahkan tak sampai memikirkannya, semua membuat aku terlena dan lupa " Akhirnya Hyerin menghela napas membuang pandangannya dengan frustasi.


"Benar. Kita terlalu terlena, bahkan karena aku sangat bahagia aku tidak pernah mempermasalahkan jika terjebak di tubuh anak kecil seperti ini. Entah apa yang terjadi tapi roh ku sampai ke dimensi manusia dengan sosok ini." Kai menggantikan Hyerin bicara.


"Aku roh biasa berasal dari dunia roh, yang ku ingat hanya saat aku berjalan dari tempat itu lalu menemukan dimensi ini." Ucap Rai.


Pernyataan Rai membuat Hyerin langsung memperhatikannya.


"Tidak ada yang kau ingat sama sekali?" Tanya Hyerin.


Rai menganggukkan kepalanya.


"Aku sudah lama di tempat ini, lebih dari beberapa tahun. Entah mengapa di dimensi ini pun ada yang lebih lama dari ku, dia Sarah seorang wanita. Lalu aku mulai banyak mengetahui segalanya hingga Sarah benar-benar pergi." Penjelasan Rai membuat Hyerin mematung.


Hyerin berpikir jika Rai adalah orang yang sama, karena tak mungkin ada orang yang berbeda. Jika Kai bisa berubah dengan wujudnya saat datang ke tempat ini lantas Rai? Apakah itu masih tidak mungkin?


"Apa namamu memang Rai?" Hyerin masih bertanya dengan nada gemetar.

__ADS_1


"Sebenarnya nama itu adalah pemberian Sarah, aku pikir seperti itu." Jawab Rai.


Hyerin langsung menghela napas. "Aku hanya berpikir dia orang yang sama." Ungkapnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Kai mendekat. "Dia benar-benar sudah tiada, aku tidak bertemu dengannya dimana pun. Kau tak perlu mengingatnya lagi." Kai berusaha meredakan perasaan sakit di hati Hyerin.


"Siapa?" Rai dengan santainya bicara.


Hyerin menghentikan Kai untuk menjawab.


"Tidak ada, aku hanya berpikir masih bisa menemukan seorang teman disini. Aku pikir mereka masih ada di dimensi ini dan semoga saja jika masih ada aku bisa menemukannya. Seperti Kai yang sudah menemukan ku." Ucap Hyerin sengaja mengalihkan pembicaraannya tentang Rai. Sebenarnya hatinya sudah berjanji untuk melupakan Rai, dia tidak ingin berharap dan pada akhirnya kembali merasakan sakit. Sebaiknya dia tidak pernah sekali lagi menyebut Rai.


"Sekarang ayo kita bahas hal lainnya lagi." Kai mengingatkan. Benar saja masih perlu banyak yang dibicarakan tentang semuanya.


"Sebelumnya apakah kau sudah lama di sini?" Tanya Hyerin.


"Sejak hari itu aku rasa langsung menemukan tempat ini." Jelas Kai, maksudnya ketika kejadian di dunia roh saat dia mati dia sebenarnya langsung dialihkan ke tempat ini.


"Aku akan menyimpulkannya, sebenarnya kita semua memang pergi setelah kejadian di dunia roh termasuk semua roh bisa saja memang dialihkan ke dimensi ini." Ucap Hyerin.


"Kau yakin? Sudah sangat yakin?" Tanya Rai.


"Memangnya kau bisa menyebutkan sejak kapan roh bisa ke dimensi ini?" Pertanyaan Hyerin jelas-jelas ingin menyudutkan Rai.


"Aku tidak tahu persisnya, aku pikir Sarah memang sudah sangat lama di tempat ini, bisa jadi ada orang lain juga yang lebih lama. Dan aku pikir masih tidak cukup untuk menyimpulkan." Rai berargumen sesuai fakta yang dia alami.


"Kita perlu menanyakannya pada orang uang benar-benar sudah lama di tempat ini." Cetus Kai.


"Tidak ada gunanya, itu tidak menyelesaikan masalah sedikit pun." Hyerin langsung membantah.


"Tidak akan pernah ada yang kita ketahui, tidak ada apapun. Hal semacam ini hanya teka-teki yang sama sebuah masalah yang sama seperti di dunia roh." Hyerin sudah sangat putus asa.

__ADS_1


__ADS_2