Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
S2 episode 1kehidupan


__ADS_3

Kehidupan terus berlanjut. Tidak ada lagi keraguan bagi Hyerin dan orang-orang yang perlahan membuka lembaran baru mereka, hidup di tengah-tengah kehidupan manusia. Sejak kejadian itu semua orang bagaikan lupa dan kini mereka bangga karena bisa merasakan hidup yang paling normal tanpa sebuah aturan dan tanpa ketakutan lagi.


Bagaimana yang terjadi di dunia sebelumnya? Anggap saja itu hanya teka-teki dan tidak ada orang yang mau tahu sejauh ini tepat setelah 10 tahun kemudian mereka menghabiskan waktu dalam kehidupan manusia.


Sekarang roh berbaur bahkan tidak ada yang menampik jika hubungan mereka dengan manusia murni adalah sebuah hubungan. Kadang kala manusia bisa melihat mereka sebagai seorang roh dengan mata batinnya. Dan itu normal saja tidak ada masalah yang besar.


Hyerin mungkin satu-satunya roh yang tidak bisa menikmati sedikitnya kebahagiaan dia kini, karena sampai sekarang hatinya masih dipenuhi dengan ambisi yang dia bawa dalam kehidupan sebelumnya. Terakhir kali dia ke tempat ini karena melihat ada Rai dan orang banyak yang tinggal entah dimana, sejauh sampai saat ini Hyerin tidak tahu dimana Rai. Dia hanya bisa menjalani harinya dengan apa adanya.


Dan perasaannya kian terang, meski sudah berlalu dalam kurun waktu yang tidak sedikit tapi hatinya tidak mengatakan tidak mungkin, dia masih menyimpan ambisi yang sama bahwa Rai ada dalam kehidupan yang bisa dia cari sendiri di sisi manapun dia berada, Hyerin tetap akan melakukannya.

__ADS_1


"Yerin!" Sebuah teriakkan mengawali pagi harinya. Muncul seorang Ibu yang tidak lain dia adalah manusia. Hidup memilih menerima Hyerin seperti anaknya di kehidupan manusia. Memancarkan senyum saat melihat Hyerin dari awal datang sampai sekarang Hyerin tinggal di rumahnya.


Hyerin masih menatap kosong bahkan tidak bicara sudah lama sekali.


"Aku sudah pergi keluar sana, pergi ke supermarket dan melakukan sarapan pagi dengan anak-anak sekolah. Sungguh hari yang membosankan." Ungkapnya yang masih sibuk merapihkan belanjaan.


"Kau mau ikut pergi dengan ku?" Tanyanya pada Hyerin.


"Kau masih muda dan kita akan pergi bersama!" Serunya penuh semangat dan bahagia.

__ADS_1


Meski Hyerin tak menjawab tapi sepertinya itu tidak masalah.


"Aku sudah merapihkan semuanya sekarang waktunya bersiap-siap untuk membawa anakku ini pergi jalan-jalan." Ucapnya bangga pada Hyerin yang masih diam saja. "Kau harus bersiap Ya! Aku akan menghadiahkan mu baju yang bagus." Ucapnya seraya pergi ke arah kamar.


Ibu-ibu pergi membuka lemari dan memilih salah satu baju untuk dijadikan persembahan dan tidak lain adalah untuk Hyerin.


Diambilnya sebuah baju yang sangat cantik, pergi pada satu persembahan untuk memanjatkan doa dan membakarnya. Alhasil Hyerin baru bisa menerima persembahan itu.


Selanjutnya Ibu itu memakai baju untuk dirinya sendiri, karena di luar musim dingin tak lupa dia memakai baju yang tebal dilapisi dengan mantel musim dingin dan sebuah syal yang membalut lehernya. Diambil juga sebuah tas kecil untuk menemaninya pergi. Saat selesai dia mulai melihat penampilannya di dalam cermin lalu tak lama bayangan Hyerin muncul di belakang.

__ADS_1


"Kita sudah siap! Ayo pergi sekarang juga!" Serunya semangat.


Hyerin tampak sudah akrab dan sudah terbiasa menemani seorang Ibu meski dia adalah seorang roh, tapi pemandangan itu bukan sesuatu yang aneh lagi untuk sekarang karena kehidupan roh dan manusia berbaur semua memiliki hubungan yang baik.


__ADS_2