
"Rai ada seorang nenek di hadapan ku." Ucap Hyerin.
Perkataannya membuat Rai bertanya-tanya, di sepanjang sudut ketika Rai membagikan pandangannya tidak ada apapun kecuali hanya dia dan Hyerin di sana.
"Apa yang kau katakan?" Tanya Rai.
"Kau tidak bisa melihatnya." Komentar Hyerin.
Rai terdiam, dia merasakan ada keanehan yang mungkin nanti Hyerin akan menjelaskan.
"Kau kesini lagi rupanya. Dasar roh penasaran." Suara nenek itu ketika bicara langsung membuat Hyerin jengkel.
"Sekarang apa maumu? Kenapa kau malah menjadi manusia sepertinya." Oceh nya pada Hyerin.
"Nenek, kau tahu aku? Aku kadang ingat pernah melakukan perjalanan yang sama." Hyerin segera mengutarakan apa yang dia rasakan di sepanjang perjalanan.
"Apa aku memang harus menemui mu?" Tanya Hyerin.
Pertanyaan Hyerin dijawab dengan sebuah senyuman dari nenek itu. "Kau tetap bodoh sekali. Kau melakukan kesalahan lagi kan di dunia sana? Dan sekarang apa yang kau lakukan itu sebentar lagi akan membuat semua roh menangis. Kau benar-benar mengecewakan." Tidak ada Yanng bisa dipahami oleh Hyerin.
Apanyang dikatakan Nenek tidak sedikitpun dia paham.
"Kau masih tidak mengerti juga?" Tanya nenek itu nampak tercengang. "Apa kau benar-benar kehilangan ingatanmu itu?" Tebaknya terus bicara tak membiarkan Hyerin sedikitpun berbicara.
"Kau sedang bicara dengan siapa?" Ucap Rai saat itu yang dari tadi menyaksikan Hyerin terus mengoceh di tempat.
"Diam saja kau tidak akan mengerti apapun." Bukannya menjelaskan Hyerin malah membuat Rai terdiam saat itu juga.
"Baiklah terserah saja." Ucap Rai.
__ADS_1
"Aku penasaran tempat apa ini, aku akan berkeliling dan kau bebas di sana bicara dengan siapapun." Rai benar-benar sembarangan, sikapnya keterlaluan padahal ada orang di hadapan mereka. Namun mungkin karena Rai tidak sadar itu siapa jadi dia bersikap seperti itu.
"Nek, apa aku pernah kesini juga? Sebelumnya untuk hal apa?" Tanya Hyerin tak mudah menyerah.
"Kau itu datang untuk urusan mu dengan lelaki itu. Kau datang ingin membebaskannya dari iblis. Sekarang kenapa kau datang lagi?" Tanya nenek.
Hyerin terdiam sebentar mencerna makna dari pembicaraan nenek yang tidak mudah dipahaminya itu.
"Ingatlah sesuatu. Menyedihkan sekali." Nenek tampak kesal melihat tingkah Hyerin.
"Sesuatu sedang terjadi di sana dan kau tidak terus diam saja menjadi manusia seperti itu, kau harus melakukan sesuatu." Seolah ada yang sedang terjadi, dan itu bukanlah kejadian biasa.
Hyerin tidak tahu maksudnya namun kali ini dia membayangkan sesuatu yang datang ke dalam pikirannya.
"Kau mau diam saja terus. Astaga tidak berguna." Ucap nenek itu.
"Itu adalah iblis, dunia roh benar-benar tidak bisa bertahan lama dan jika terus dibiarkan dunia roh akan benar-benar sepenuhnya dirasuki iblis. Tidak akan ada kedamaian lagi dan roh akan menjadi iblis." Terdengar seperti kabar buruk.
"Apa sebab semua itu, Nek?" Tanya Hyerin, dia benar tidak tahu apapun.
"Kau yang melakukan perjanjian itu dengan iblis, kalian melakukannya dan membuat iblis kini berkuasa dimana-mana." Jawab nenek itu.
Hyerin membulatkan matanya tanda tak percaya. Padahal itu adalah kejadian di masalalu dan dia juga tak sengaja melakukannya, lantas kenapa masih terjadi hal buruk itu.
"Kau harus cepat mengakhirinya. Karena tidak ada yang bisa hidup dalam kabut itu selain dirimu. Termasuk pria teman mu itu juga akan mati di sana." Nenek itu masih bicara pada Hyerin, terus membuat Hyerin agar cepat melakukan sesuatu. Namun benar-benar membingungkan sekali, apa yang bisa dilakukan Hyerin?
"Apa yang bisa ku lakukan?" Tanya Hyerin dengan tatapan kosong, dia tidak pernah sadar jika sesuatu yang terjadi seburuk itu.
"Kau harus kembali ke tempat itu, memulai semuanya dari awal, mencari sesuatu yang menyebabkan tragedi ini semakin besar, dan menghentikannya." Ucap Nenek itu.
__ADS_1
Hyerin hanya bisa menghela napas, dia tahu apa itu artinya. Dia harus kembali lagi? Ke dimensi dan waktu dimana semuanya terjadi kan.
"Apa hanya aku yang pergi sendirian?" Tanya Hyerin. Satu-satunya yang tidak bisa dia lakukan adalah hidup sendirian.
"Tidak ada yang akan sanggup pergi kesana. Aku juga tidak tahu apa kau bisa pergi ke sana lagi. Sekarang keadaannya berbeda bahkan kau menjadi manusia karena suatu kutukan. Kau tidak tahu jika menjadi manusia mungkin jika kau mati kau akan benar-benar mati dan tidak bisa bereinkarnasi lagi. Itu buruk." Ucap nenek itu.
Ketika mendengarnya serasa langsung tidak bernapas sekaligus, itu kabar buruk dan bagaimana dengan Rai? Apakah dia juga sama?
"Apa aku bisa mencobanya, jika bisa pergi ke tempat itu artinya aku bisa memperbaiki semuanya lagi kan?" Tebak Hyerin.
"Lakukan saja, dan pikirkan kembali sebelum mengambil keputusan. Perjalanan itu tidak seperti ke tempat ini, itu berbeda." Jawab nenek itu.
Hyerin tidak ada pilihan, dia juga tidak akan pernah tahu jika hanya diam saja kan? Lagipula jika dia hanya diam saja tidak akan ada yang berubah sedikitpun. Nasib semuanya tergantung pada keputusannya sendiri.
Hyerin terdiam dan berjalan ke sisi lain. Tapi sebagian hatinya menolak. Untuk apa sebenarnya dia melakukan semua ini sendirian? Apa hanya untuk berakhir sendirian lagi? Hyerin hanya memiliki satu tujuan, andaikan jika dia melakukan hal ini maka Rai akan kembali hidup lagi. Entah sebagai roh atau manusia.
"Jika hal itu terlalu berat, jangan dipaksakan juga. Tidak ada yang menjamin untuk keselamatan mu. Aku tidak bisa bertanggung jawab jika kali ini kau tidak bisa kembali." Ucap nenek itu di tengah perasaan Hyerin yang semakin bimbang.
"Tapi aku tidak punya pilihan lain. Lagipula itu karena salahku sendiri kan? Andai saja tidak ada roh yang melakukan perjanjian itu mungkin tidak akan ada tempat yang hilang, roh yang tidak terlahir kembali nasibnya benar-benar menyedihkan. Harusnya tidak seperti itu." Hyerin bersikeras.
"Kau akan tetap sendirian? Tidak ada diantara dimensi, tidak ditemukan dalam waktu, kau akan diasingkan jika saja kau gagal." Jelasnya sebagai konsekuensi.
Hyerin mematung mendengarkan hal itu, mengapa harus dia yang berakhir menyedihkan lagi?
Sangat sulit. "Aku akan melakukannya. Lagipula tidak ada lagi alasan untukku terus hidup kan Nek? Bahkan setelah menjadi manusia adalah hukuman yang sebenarnya. Aku sudah menyedihkan dari awal." Tak sengaja ucapan Hyerin didengarkan oleh Rai yang sedang berjalan ke arahnya.
Rai tidak menghentikan langkahnya saat itu, dia melihat Hyerin yang berdiri gemetar ketakutan. Tidak ada yang tahu apa yang sedang dia hadapi bahkan dirinya tidak tahu Hyerin sedang menghadapi siapa.
"Kau baik-baik saja!" Ucap Rai merangkul tubuh Hyerin yang tampak mendingin.
__ADS_1