Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Seseorang yang penting.


__ADS_3

"Sekarang tidak ada kerjasama lagi, silahkan aku akan pergi dari sini." Ucap Rai yang terlihat sangat stress dengan masalah yang dia hadapi saat itu. Dipikirannya hanya ada Hyerin dan tidak ada hal lain yang ingin dikatakannya lagi.


Rai tidak mendengar wanita itu menjawab.


Bahkan menit berlalu wanita itu masih terdiam.


Rai langsung menoleh kearahnya. Yang dia lihat bukan hanya wanita itu tapi beberapa orang dari orang-orang yang tadi.


Rai hanya bisa tercengang dan kembali membalikan tubuhnya. Dia yakin semua orang sudah mendengarnya dan dari ekspresi orang-orang menandakan jika akan ada sebuah makian yang didengarnya.


"Tunggu jangan pergi!" Terdengar suara wanita tadi menghentikan niat Rai yang baru saja terlintas di otaknya.


Rai membalikan wajah menghadap ke arah orang-orang dengan perasaan pasrah.


"Kamu tidak akan membiarkan Hyerin dalam masalahkan? Lalu kenapa ingin kabur begitu saja?" Ucap wanita itu terdengar seperti sedang menceramahi nya.


"Kami semua sudah tahu apa yang terjadi, tadi kami menunggu kamu untuk berkata jujur. Kami semua di sini sebenarnya takut dan itu sudah terlanjur karena mungkin kapanpun kematian tetap akan menghantui kami di sini."


Mendengar kata-kata itu membuat Rai tersadar, ternyata pikirannya sudah salah karena mengatakan tidak akan ada orang yang ingin bekerjasama dengannya.


Rai sedikit merasa senang.


"Kita akan bekerjasama, kita akan menolong Hyerin!" Sambung teman wanita itu dan orang-orang semua mengatakannya.


Pemandangan yang sedikit menyentuh, Rai tidak menyangka jika untuk pertama kali nya dia mendapatkan kepercayaan orang-orang. Untuk pertama kalinya.


"Sekarang bicara, kenapa hanya diam saja tidak berguna." Celoteh orang-orang itu yang sedikitpun dari kata-katanya tidak menyinggung. Rai pun membalasnya dengan sebuah senyuman.


Setidaknya mulai dari sekarang sedikit beban yang menyiksa mulai membebaskannya.

__ADS_1


Rai tahu jika takdir ternyata bisa berubah dan dirubah, seperti kejadian yang terjadi di depan matanya kini.


"Hei kau kan bukan dewa kematian, jadi jangan bertingkah lagi. Mondar-mandir di depan mengundang iblis itu datang kemari saja!" Sebuah perkataan yang terdengar seperti keluhan untuknya. Rai sadar satu hal, mereka semua saat ini sedang mengorbankan segalanya. Mereka semua takut akan kematian yang lebih dekat lagi, dan tidak bisa mempercayainya. Tapi mereka semua terbuka dan menerimanya tanpa alasan dan latar belakang nya yang tidak pernah bisa diterima bahkan oleh dirinya sendiri.


"Jadi kenapa kau melakukan perjanjian terlarang itu dengan Iblis?" Tiba-tiba sebuah pertanyaan dengan nada dingin terdengar melintas di pendengaran semua orang dan membuat semua orang langsung terdiam canggung.


Rai seperti gugup lagi, hatinya sangat takut untuk mengatakan apapun karena dia tidak ingin jika akan melakukan sebuah kesalahan.


Rai menoleh dan berusaha melihat ke arah orang yang sudah mengatakan pertanyaan itu.


Sekali lagi Rai langsung terkejut, matanya membulat melihat sesuatu yang tidak bisa dicerna oleh logikanya. Orang yang dilihatnya adalah Ken, lelaki yang pernah mengatakan hal buruk dan mengancamnya penuh amarah.


Mata Rai sekali lagi menegaskan, memastikan jika penglihatannya itu tidaklah salah.


Betapa terkejutnya saat Ken mulai berjalan menghampiri ke arahnya.


Tiba-tiba sebuah tamparan keras mendarat di pipi Rai bahkan hal itu dipertontonkan di hadapan semua orang.


"Itu untuk Sani ku. Kau akan menyesal setelah ini!" Ucapnya dengan nada kesal.


Rai tidak menjawab ataupun membalas perlakuan yang didapatnya dengan emosi.


"Sani sangat berharga kan? Hyerin juga sangat berharga. Aku tidak akan membiarkan apapun untuk menyentuhnya." Rai mengatakan hal itu dengan penuh percaya diri dan yakin.


Ketika Ken berjalan pergi menjauh dari tempatnya saat itu, dia langsung menghentikan langkah kakinya dan hanya tersenyum sinis tanpa mengatakan apapun. Kemudian Ken tidak lagi terlihat. Dia pergi dan Rai sudah menyaksikan Ken yang pergi dari ruangan itu.


Ketika Rai berbalik dia menangkap ekspresi orang-orang yang sama lagi, semua orang tercengang tapi saat mata Ken menangkap jelas tatapan mereka, mereka semua langsung berpura-pura sibuk seperti mengobrol dengan temannya.


Rai mulai berjalan dan duduk di sebuah kursi sendirian.

__ADS_1


Jauh dari dalam hatinya Rai masih bertanya-tanya dia tidak mengerti mengapa orang-orang bisa langsung menerima kerjasama yang diharapkannya. Dan mengapa Ken muncul dengan orang-orang ini?


Tidak ada satupun jawaban yang terpikirkan.


"Sekarang kau ceritakan rencananya, kita semua kan perlu sebuah rencana untuk menyelesaikan masalahmu." Seorang wanita datang menghampiri dan duduk mendekat. Dia meminta Rai untuk menjelaskan sebuah rencana.


Rai melihatnya sekilas dan berbalik kembali. "Aku tidak mempunyai sebuah rencana, aku sendiri tidak tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya, aku juga tidak tahu apakah Hyerin benar bisa diselamatkan, dan juga aku tidak bisa menjamin keselamatan semua orang di sini." Jelas Rai berterus terang di hadapan semua orang.


"Kau bodoh juga ya! Apakah di sini ada orang bodoh lagi yang akan menyarankan sesuatu?" Hardik wanita itu sambil meminta semua orang untuk memikirkan perkataan Rai.


Rai melihatnya berpikir serius, saat matanya bergerak ke arah lain semua orangpun dilihatnya sedang berpikir serius.


Sebenarnya ada apa dengan semua orang di sini? Dia tidak mengerti.


"Jadi. Masalah sebenarnya apa?" Cetus seseorang yang langsung membuat semua orang tercengang saat itu.


Dilihatnya masih seorang wanita dengan nada polos bertanya. Rai mengakui benar pertanyaan itu karena dari awal dia kan belum menjelaskan masalahnya.


"Salah lagi. Salah lagi! Sebenarnya kau berniat tidak menyelamatkan Hyerin? Atau kau hanya berpura-pura saja?" Tanya wanita itu mulai terlihat sedang mencari sebuah fakta lain yang akan dikatakan Rai.


Rai sudah tahu apa artinya dari pertanyaan itu. Dia sedikit menarik napas dan menghembuskan nya pelan.


"Hyerin beberapa waktu ini menjadi roh dia tinggal di tempat ini, tapi sebenarnya... Dia koma. Lalu kemarin-kemarin Hyerin langsung sadar dari komanya dan sekarang dia hidup sebagai manusia lagi. Tapi ada sesuatu masalah dengan dirinya, dia kehilangan semua kendalinya sebagai manusia seperti raganya kosong tapi rohnya entah pergi kemana." Jelas Rai kembali berterus terang tanpa mengurangi atau menambahkan sebuah fakta yang dijelaskan.


Rai melihat seorang wanita di dekatnya saat itu. Wanita itu tampak memberi sebuah isyarat kepada temannya yang lain.


"Masalah ini baru pertama kali terjadi. Kita akan menyelesaikannya langsung dengan seseorang yang akan menjelaskannya padamu." Ucap wanita itu dengan seksama dan penuh hati-hati.


Rai menangkap maksudnya, wanita itu akan mempertemukannya dengan seseorang yang menurut mereka sangat penting atau seperti dengan seseorang yang memimpin perkumpulan ini. Meski tidak yakin tapi Rai tahu jika masalahnya ini hanya bisa dijelaskan oleh seseorang yang mereka katakan itu.

__ADS_1


__ADS_2