Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Lelaki kasar aneh


__ADS_3

Hyerin memejamkan mata lagi. Sekarang tidak ada waktu untuk diam saja dan menunggu, dia tidak memiliki waktu sebanyak itu.


Tidak ada yang terdengar saat itu, bahkan masih terasa sepi seperti biasanya.


Hyerin membuka matanya lagi dengan kesal, tapi yang dia lihat langsung membuatnya kaget.


Sudah ada begitu banyak orang, dimana-mana. Hyerin melihat ke arah lain dan di sana pun juga ada orang, padahal tadi tidak ada. Aneh tapi nyata, dia tidak bisa memastikan apa yang sedang terjadi padanya, tidak ada kepastian dari orang lain yang akan menjawab pertanyaan itu.


Ketika berjalan dan melewati beberapa orang matanya menangkap tatapan mereka, artinya mereka yang dia lihat nyata. Lalu apa yang akan dilakukannya sekarang?


Hyerin berhenti dan duduk di salah satu kursi di sudut kota. Dia melihat ke sekelilingnya lagi yang sudah berubah dalam sekejap mata. Padahal tadi dia sempat berpikir jika masih tidak ada orang nyatanya salah. Sebenarnya mereka juga mengapa tidak terlihat sebelumnya, lalu kenapa sekarang merwka muncul bersamaan?


Tak tahu pasti dengan jawaban itu, Hyerin menoleh dan tak sengaja melihat ke arah seorang roh yang sedang menatapnya. Hyerin segera memalingkan wajah ke arah lain, ketika dia berbalik lagi orang itu masih menatapnya seperti tadi.


Hyerin akhirnya berdiri dan berjalan ke arah orang yang masih menatapnya saat itu.


Ragu-ragu matanya tidak bisa lepas dari orang yang terus menatapnya, Hyerin akan memberanikan diri dengan bertanya dan mungkin dia akan menjawabnya.


Ketika Hyerin sudah tiba di hadapan orang itu, namun tak disangka tingkahnya masih sama. Hyerin kemudian duduk sejajar, ketika dia duduk di samping tepat satu jajar mata orang itu langsung menoleh dan menatapnya seperti tadi.


"Kau bisa melihat ku?" Tanya Hyerin. Tapi tidak ada jawaban, mulutnya benar-benar bungkam membuat bingung. Hyerin terdiam lagi dan berusaha untuk memahami situasinya.


"Apa kau tahu sesuatu?" Tanya Hyerin berbisik padanya.


"Kau dari gedung iblis itu kan?" Bisiknya, suaranya terdengar parau, tidak seperti penampilannya. Hyerin terheran jika suara itu adalah suara gadis yang masih muda karena suara yang dia dengar sangat mirip layaknya nenek-nenek.


Hyerin memundurkan tubuhnya sedikit memberikan jarak diantara dirinya. Sekarang Hyerin benar-benar menatap orang itu seperti yang dilakukan oleh orang tadi.


Bola mata Hyerin tampak bergerak ke berbagai arah, entah mengapa Hyerin merasa gugup saat itu.


"Kau adalah iblis?" Cetusnya membuat

__ADS_1


Hyerin langsung membulatkan mata.


Tapi tiba-tiba pemandangan yang terjadi membuat Hyerin tidak bisa berkata-kata. Orang di hadapannya langsung ambruk ke tanah ketika mengatakan hal itu. Hyerin sampai gemetar takut melihat kondisinya. Lihat saja tubuhnya menjadi mengering.


Mata Hyerin mengintip ke berbagai arah, dia takut seseorang menyadari pemandangan itu. Dan ketika bersiap untuk lari seseorang langsung muncul saat itu. "Kau tidak bisa pergi kemanapun!" Ucap lelaki dengan tatapan tajam.


Hyerin semakin takut karena kata-katanya tadi terdengar mengancam.


Lelaki itu membalikan tubuh yang ambruk, ternyata sudah kering kerontang seperti ranting pohon kering.


Ekspresi Hyerin langsung berubah, dia ketakutan melihat kejadian itu. Apalagi kejadiannya telat ketika nenek itu bersamanya, seseorang mungkin akan berbicara aneh kan?


"Kau tidak bis alergi kemana-mana." Lelaki tadi mulai bangkit dan menatap tajam lagi ke arah Hyerin. Kata-kata itu membuat Hyerin tak bisa berkutik, apalagi kali ini tangan lelaki itu menyeretnya hingga entah kemana.


Perjalanan yang sangat cepat, Hyerin merasa sudah dibawa lari kilat, sekejap mata dia sudah berada di tempat berbeda.


Penasaran dia berada di tempat mana, Hyerin langsung melihat ke setiap sisi di tempat itu. Dia ingin tahu dimanakah dia berada sekarang.


"Kau. Kau siapa?" Tanya Hyerin.


Nampak lelaki itu menaikkan sebelah alisnya mendengar pertanyaan Hyerin.


"Jangan macam-macam!" Bentak Hyerin dengan suara gemetarnya. Bahkan Hyerin sedang ketakutan saat itu.


"Kau bukan asli dari tempat ini kan? Kau datang dari dunia mana?" Lelaki itu tanpa basa-basi langsung menyerang Hyerin dengan pertanyaan.


Hyerin terdiam dia sendiri tidak tahu sedang ada pada dunia bagian mana.


"Cepat katakan kau dari mana?" Ucapnya lagi membuat pikiran Hyerin buyar.


Hyerin tidak bisa menjawabnya, dia benar-benar tidak tahu.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang kau bisa mati dengan tenang!" Ucap lelaki itu membuat Hyerin membulatkan matanya.


"Apa yang kau katakan? Aku tidak mau mati." Seru Hyerin.


"Jadi, sekarang kau jujur saja. Katakan dengan mudah lalu pergi." Ucapnya membuat Hyerin berpikir.


Hyerin menatap mata lelaki itu yang tidak berkedip sedikitpun, auranya yang menakutkan, sangat tegas, membuat Hyerin harus berhati-hati.


"Aku. Aku datang ke tempat ini." Jawab Hyerin dengan nada ragu-ragu.


"Katakan tempat asalmu!" Bentak lelaki itu membuat Hyerin terperanjat kaget.


"Aku tidak tahu." Spontan Hyerin mengatakannya. Tapi kemudian tanpa disangka Hyerin merasa sebuah tangan mencekiknya. Sepasang matanya melebar melihat orang itu, lelaki yang sudah mencekiknya cukup keras. Hyerin merasa sulit sekali untuk bicara dia berjuang keras untuk melepaskan tangan yang terus mencekiknya tanpa ampun.


Tiba-tiba mulut lelaki itu tampak terbuka lebar, sesuatu seperti sedang dilakukannya namun selang berapa menit tidak terjadi apapun. Tubuh Hyerin bahkan dibantingnya sampai terjatuh ke tanah. Hyerin merasa badannya benar-benar remuk saat itu, apalagi bekas cekikan masih terasa di leher.


Lelaki itu masih menatap ke arahnya. "Kau sebenarnya siapa? Menarik sekali." Ucapnya sambil duduk dan mengatakan hal itu begitu dekat di depan wajah Hyerin.


Hyerin sama sekali tidak mengerti, mengapa dia bertemu dengan seseorang dan memperlakukannya buruk seperti itu.


"Kau bisa ikut dengan ku kan?" Ucapnya mengejutkan.


Hyerin langsung bereaksi menolaknya, dia berusaha untuk berdiri dan menghindarinya. Dia tidak mau bersama orang yang begitu kasar.


Lelaki itu berdiri dan menatap Hyerin yang merangkak lemah.


"Hey, kau di sana!" Terdengar sebuah suara dari arah lain. Hyerin menoleh dan melihat sekelompok orang berlari ke arahnya. Dia pikir masalah datang lagi, Hyerin takut sampai menutup matanya.


Tapi ada yang membuatnya kembali merasa aneh, orang-orang itu tidak berlari ke arahnya, langkah kaki tadi melewatinya begitu saja, dan lelaki yang kasar juga tidak ada di sana.


Akhirnya Hyerin bisa duduk meski tidak mungkin masalah sudah selesai. Dia tidak tahu pasti, namun setidaknya dia bisa menghela napas lega.

__ADS_1


__ADS_2