
Mobil tampak berlalu, di balik kaca jendela itu mata Hyerin bisa menangkap tatapan anak tadi yang sedang memandangi terus ke arahnya. Apa yang dia harapkan setelah berteman dengan roh apakah anak itu cukup terbiasa berteman dengan roh?
Tanpa sadar pikiran Hyerin larut dengan pertanyaan yang tidak pernah membuatnya harus terus kepikiran. Tapi kali ini, dia memikirkan orang lain.
Setelah mobil sudah jauh Hyerin kembali berbalik dan melanjutkan perjalanannya. Dari perjalanan ini dia bisa melihat ada begitu banyak roh yang hidup di dimensi manusia ini, hal itu sudah menunjukkan jika banyak roh yang berhasil pindah dan memilih dimensi ini kan? Mereka hidup dengan damai tampak tenang dan wajar. Tidak seperti Hyerin yang hidup dengan banyak perasaan takut.
Membayangkan kejadian terakhir di dunia roh, mungkin dia sekarang bisa menyimpulkan jika di tepat itu tidak mungkin ada lagi kehidupan, sebagian orang akan terjebak di sana dan sebagian lagi berhasil menemukan tempat di dimensi manusia seperti yang sudah dia lakukan.
Padahal sudah cukup sekian lama, tapi pikiran Hyerin tetap selalu bertanya tentang Rere tentang temannya dan orang-orang yang pernah bersamanya dulu. Bagaimana mereka sekarang dan dimana? Begitulah tepatnya sebuah pertanyaan terngiang jelas.
Tapi jika kembali melihat ke dalam kenyataan harusnya dia sudah melupakan semua masalalu, tidak ada harapan di sana. Hidupnya dan tujuannya adalah sekarang, saat Hyerin di masa ini dan pasti kedatangannya ke dimensi manusia ini membawa banyak misi yang belum dia temukan seiring berjalannya waktu. Singkatnya dia datang ke tempat ini pasti dengan alasan agar dirinya bisa melakukan sesuatu.
Sejauh ini Hyerin hanya bisa memikirkan sebatas itu, kegiatan yang dia lakukan juga hanya sebatas berteman dengan manusia yang bisa melihat ke arahnya. Tapi dia memang tidak mendapatkan apapun selain hanya cerita hidupnya di dimensi ini. Apa ada yang salah? Untuk menemukan tujuan kedatangannya apakah dia perlu melakukan hal lain?
Hyerin tak menyangka jika dia bisa berpikir cukup keras seperti ini, apakah roh lain juga memikirkan hal yang sama sepertinya?
__ADS_1
Benar saja, Hyerin belum pernah sejauh ini berbicara pada roh lain apapun tentang alasan dan kedatangan mereka. Sekarang dia harus melakukan sesuatu yang berbeda, berteman dengan roh yang sama sepertinya bukan berteman dengan manusia lagi kan.
Setelah mendapatkan apa yang ingin dia lakukan sekarang, tapi permasalahan tetap saja ada, tentang bagaimana dia mengawali sebuah pertanyaan pada mereka.
Hyerin terdiam lagi bingung, ada begitu banyak roh tapi mereka sibuk melakukan hal yang pernah dia lakukan sebelumnya yaitu kehidupan yang dijalankan bersama manusia, apakah dia benar-benar akan datang dan mengatakan jika dia ingin berteman dengan mereka? Sejauh mana keberanian bisa membuatnya bicara?
Alih-alih kembali berjalan menjalankan rencananya Hyerin malah sudah tampak duduk lagi termenung sendirian. Padahal semuanya sudah terbiasa berteman dengan manusia, sangat aneh sekarang jika hanya dirinya yang diam sendirian seperti ini.
Tak disangka pikiran Hyerin kembali melayang pada perkataan dewa kematian tadi, dia sekarang tahu maksud dari perkataannya yang melarang untuk terus dekat manusia, karena memang roh dan manusia sangat berbeda kan. Apakah maksud dari peringatannya itu menandakan jika akan ada satu dampak buruk bagi roh atau bagi manusia jika keduanya tetap bersama?
Angin berhembus melewati tubuhnya yang bagaikan asap, tak tersentuh tak terbentur bahkan ketika banyak yang berlalu lalang. Andai saja dia tahu jika kehidupan roh membosankan seperti ini, ternyata dengan hidup lama seperti roh tidak menjamin dia senang. Mungkin pikirannya sudah berubah, jika dulu dia hidup sebagai manusia dan berharap ingin terus muda selamanya, tapi sekarang sudah berbeda.
Mata Hyerin terus menangkap banyak sosok roh yang berjalan melewatinya tanpa sedikitpun menoleh, hidupnya sekarang hanya seperti batu di tengah jalan yang tidak dihiraukan oleh alam.
Hyerin berdiri dari duduknya, kepalanya bergerak menengadah menatap langit yang saat itu menaunginya di dimensi ini. Dia tak menyangka karena sudah melewati cukup banyak waktu di dimensi ini, apa yang akan dilakukan selanjutnya? Apakah ada sesuatu yang sedang menunggunya lagi?
__ADS_1
Saking asiknya melamun Hyerin sampai tak sadar tiba-tiba ada seorang lelaki langsung berdiri dekat di hadapannya. Hyerin terperanjat kaget spontan dia mundur ke belakang. Tapi mungkin ada yang dia lupakan, dirinya hanya roh dan lelaki itu adalah manusia biasa percuma saja menghindar bahkan jika harus bertabrakan pun dalam jarak dekat juga tidak mungkin kan.
Secara teratur Hyerin menarik napas dan dihembuskannya. Dia tidak pernah sedekat itu ketika berpapasan dengan seorang lelaki, walaupun dulu dia pernah hidup bersama Rai.
Saat menoleh lelaki itu sudah berjalan melaluinya, dari jarak Hyerin saat berdiri dia hanya bisa melihat punggung lelaki itu yang terus menjauh dari jaraknya. Entah mengapa beberapa saat Hyerin diam dan memperhatikan setiap gerak tubuh lelaki itu, bentuk punggung dan perawakannya. Deskripsi yang dia dapatkan oleh matanya sendiri membuat perasaan Hyerin mengatakan hal lain, merasakan sesuatu yang sudah tidak asing lagi. Tapi siapa? Orang itu sangat tidak asing baginya.
Tidak sempat Hyerin berpikir panjang nampak sebuah pemandangan yang membuatnya terganggu. Benar saja, Hyerin melihat sekelompok roh yang berjalan bersama dan itu adalah pemandangan yang sangat jarang. Hyerin sangat penasaran apakah mereka memang berteman?
Tak menyangka Hyerin mendapatkan tatapan dari salah satu mereka. Hyerin cukup terhenyak karena kebetulan sekali hatinya bertanya tentang kelompok mereka. Jadi dia merasa sudah sangat bersalah.
Hyerin langsung memalingkan wajah berusaha baik agar dia tampak bukan secara sengaja menatap mereka.
Tak lama tiba-tiba terdengar sebuah jeritan, saking paniknya Hyerin sangat fokus mendengarkan sumber suara, hingga hanya satu kali membalikan wajah Hyerin sudah tahu arah suara itu.
Mulut Hyerin langsung bungkam, dia tidak bisa mengatakan sepatah katapun bahkan dia cukup ngeri melihat seorang roh yang kesakitan diikat seperti anjing. Apa yang terjadi dengan roh itu? Mengapa dia diperlakukan seperti itu? Bahkan jelas dia sangat kesulitan untuk sekedar berjalan, dan dia ditarik paksa dengan sebuah tali hingga terus menjerit kesakitan.
__ADS_1
Ternyata bukan hanya Hyerin, saat lebih fokus melihat ke sekeliling Hyerin melihat banyak ekspresi sama dari roh lain yang sama sepertinya hanya sebagai penonton saja. Mereka juga tidak ada yang berani untuk mendekat atau menolong roh yang terjerat oleh tali dan terus memperlihatkan kesakitan. Saat itu Hyerin sangat syok dia tak mengerti dengan pemandangan mengerikan di hadapannya.