Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Anak kecil adalah Kai?


__ADS_3

Rai memutar bola matanya menatap sinis pada seorang yang menyebutkan jika dia adalah temannya Hyerin.


"Siapa yang pembawa masalah?" Rai tak terima.


"Kau pembawa masalah. Kau diam saja dan hadapi mereka sendirian." Nada bicara anak itu berubah, boleh saja penampilannya hanya anak kecil tapi entah mengapa dari caranya bicara dan berpikir itu tidak mencerminkan usianya.


Hyerin tertegun mendengarnya. "Kau siapa sebenarnya?" Pertanyaan itu ketus keluar dari mulut Hyerin.


"Aku teman mu, aku sudah mengatakannya aku adalah teman mu. Kau ingat?" Ocehnya yang sama sekali tidak membuat Hyerin mengerti sedikitpun.


"Ah sial. Kau tak mengingat teman mu sendiri." Ucapnya terdengar menyesal.


Dia turun dari kursi dengan susah payah. " Susah sekali." Keluhnya.


Hyerin bahkan tidak membantunya sama sekali, membiarkan anak itu benar-benar kesulitan.


"Makanan datang!" Seru tantenya dengan diikuti beberapa orang pembantu yang sudah membawa masing-masing wadah makanan.


Baru kali ini Hyerin dan Rai mendapatkan lagi makanan, sepertinya akan membuat dia tidak bosan untuk menghabiskannya.


"Terimakasih Tante." Ucapnya berterimakasih karena sudah membawakan apanya g dia pinta.


"Kai, ingat ya jangan bikin masalah." Tantenya memperingatkan.


Mendengar nama itu Hyerin tertegun. Saat mata anak itu balik memperhatikannya Hyerin benar-benar tidak bisa berkata apapun, entah suatu kebetulan atau apa tapi nama Kai adalah seseorang yang pernah dia kenal di dunia roh. Apakah dia sama dengan Kai?


"Makan dulu, jangan pikirkan nama ku lagi ya." Tampak anak kecil itu akan pergi. Namun Hyerin segera berlari menghampirinya.


"Sekarang aku tahu, itu kau kan?" Bisik Hyerin pada anak kecil itu, suaranya hampir tak dapat didengar oleh orang lain, tapi sebenarnya Hyerin sengaja agar tidak ada yang mendengarkan suaranya.


Anak kecil itu malah senyum. "Kau sudah tahu, jangan terkejut lagi. Sebaiknya makan dan tidak membuat orang itu tahu." Peringatannya membuat Hyerin tertegun kaget. Apakah arti dari sebuah peringatan itu?

__ADS_1


"Hey, kau tertarik dengan anak kecil itu sekarang?" Protes Rai yang tampak kesal.


"Makanlah! Aku menyuruh teman ku agar orang pembawa masalah seperti kau tetap bisa hidup enak." Ledeknya membuat Rai benar-benar marah.


"Jangan mentang-mentang anak kecil ya, bisa ngobrol seenaknya saja. Memangnya kau siapa?" Sengit Rai tersulut emosi.


"Sudah diam. Ayo kita makan." Hyerin mengaji dan membuat keduanya diam. Beruntung sekali karena Kai juga pergi entah kemana. Di dalam ruangan yang besar dan luas itu hanya ada dia dan Rai berdua, sebuah meja yang dipenuhi dengan aneka macam makanan dan tidak ada yang harus dicurigai dari makanan yang lezat itu.


Hyerin langsung mengambil semangkok makanan berkuah dan menyegarkan.


"Kau langsung memakannya saja?" Komentar Rai.


"Aku akan menghabiskannya!" Ucap Hyerin yang sudah bersemangat makan. Melihat Hyerin yang lahat tanpa rasa curiga lagi Rai tak ragu mengambil mangkok lain yang berisi makanan.


"Aku masih penasaran, apa anak kecil itu adalah teman mu?" Di tengah-tengah kesibukan makan Ria bertanya sesuatu yang langsung menghentikan Hyerin makan.


"Makan saja, nanti akan ku ceritakan." Ucap Hyerin yang sebenarnya hanya meredakan agar Rai tak banyak bicara. Lagi pula Hyerin sangat ingin menghindari obrolan dan pertanyaan Rai, dia sendiri perlu membuktikannya. Hyerin tidak akan asal menyimpulkan dan mempercayai siapapun. Kecuali makanan yang ada di depannya tampak sangat menggiurkan.


Rai akhirnya bisa tenang setidaknya sekarang dia bisa memakan habis makanan yang sudah ada di depan mata.


Ketika santai dan menunggu Rai sampai menghabiskan makanannya. Hyerin masih mengingat jelas pembicaraan anak kecil itu, dia adalah Kai temannya ketika di dunia roh. Tapi Kai sudah tiada kan? Tak mungkin dia menemuinya lagi di dimensi ini. Apa yang membuat Kai datang dan bisa menjadi sosok anak kecil seperti itu.


Lamanya berpikir tiba-tiba terbersit di hati Hyerin tentang nasib yang terjadi pada dirinya saat ini. Bukankah Hyerin dan Rai adalah seorang roh juga namun mereka dengan cara yang tidak diketahui juga berubah menjadi manusia seperti sekarang. Apakah memang harus seperti itu? Kai juga mengalami nasib yang sama dengannya. Tapi bedanya Kai malah terjebak dalam kondisi seperti sekarang yaitu sosok lain.


"Kamu sudah memikirkannya?" Pertanyaan Rai seketika membuat Hyerin terperanjat mendengar nya.


Hyerin menatap Rai, namun dia tidak bisa menyembunyikan pertanyaan yang terus mengusik.


"Kamu sudah tahu sesuatu, itu pasti kan?" Celoteh Rai membuat Hyerin kembali memalingkan pandangannya.


Benar saja, Hyerin sudah tahu sesuatu tapi sebelumnya dia sudah diperingatkan agar tidak memberitahu siapapun. Oalah harus Rai juga?

__ADS_1


"Aku. Aku sudah tahu sekarang." Ucap Hyerin gugup.


Rai benar-benar menantikan Hyerin bicara.


"Kalian sudah menghabiskan makanannya, luar biasa sekali." Kemunculan anak kecil tadi langsung menghentikan niat Hyerin untuk bicara, bahkan sesaat Rai lupa jika tadi dia menanyakan sesuatu.


"Rupanya makanannya cocok sekali, bocah seperti mu cukup tahu selera ku." Rai berbicara.


Kai tersenyum. "Tentu saja, kau kelaparan kan?" Diakhiri dengan tertawaan nya yang membuat Rai langsung menatapnya sinis.


"Aku mau ke toilet." Hyerin menyudahi lagi pertengkaran keduanya.


"Akan aku antar." Ucap Kai sigap.


"Dia akan selalu ikut dengan ku kemanapun." Rai mulai melakukan aksinya, dia cukup hati-hati dan tidak akan membiarkan Hyerin pergi sendirian.


"Rai kau tidak boleh mengikuti ku!" Larang Hyerin kesal. "Aku hanya ke toilet, nanti aku kembali lagi kok."


"Mesum sekali!" Celoteh Kai dengan nada meledek.


Rai langsung memutar matanya melihat ke arah Kai dengan sangat kesal.


"Dia adalah tanggung jawabku, keselamatan nya tanggung jawab ku. Memangnya kau mau apa?" Sengit Rai yang sudah kesal.


"Sudah!" Bentak Hyerin kembali menyudahi pertengkaran keduanya. "Kau ikut, kau juga!" Ucap Hyerin menunjuk keduanya. "Adil."


Akhirnya ke toilet pun harus merasa risih, kedua lelaki berada di luar menunggunya dengan bosan. Biarkan saja bahkan Hyerin tak peduli jika dia harus lama ketiduran di toilet sempit seperti ini, kesal rasanya melihat keduanya terus bertengkar seperti tadi.


Hyerin memang sengaja lebih lama di dalam kamar mandi. Namun pikirannya melayang, banyak sekali yang masuk ke dalam pikirannya, entah tentang kehidupan di masalalu ataupun tentang Kai.


Hyerin menghela napas mengingat kembali kejadian ketika terakhir kali dia bertemu Kai. Harusnya benar dengan dugaannya, Kai meninggal dan dia pikir Kai tidak akan pernah ditemuinya lagi kecuali dia bereinkarnasi.

__ADS_1


Apakah mungkin anak kecil itu adalah reinkarnasi dari Kai? Jika benar harusnya anak seusianya tidak pernah mengingat tentang dirinya dan tentang hubungannya dengan Hyerin.


Hyerin bingung, namun jika dia kembali mengingat tentang dirinya sendiri tentu saja dia lebih bingung lagi. Hyerin hidup dan kembali menjadi roh dengan semua ingatan yang dia miliki. Apakah Kai juga sama sepertinya?


__ADS_2