
Kepanikan Hyerin tidak menunggu untuk dia bisa tenang. Hyerin tidak bisa memikirkan cara untuk masalah yang di hadapinya ini, kali ini dia butuh orang lain menjelaskan apa yang terjadi jika dalam satu waktu rohnya kembali.
"Kenapa kembali ke Bus ini?" Tanya seseorang.
Hyerin bisa mendengarkan percakapan mereka dengan wujudnya saat itu.
"Kita akan kedatangan banyak pendatang baru, sebentar lagi Bus ini akan kembali celaka dan semua orang akan kita jemput." Jelas seseorang.
Hyerin yang mendengarnya seorang diri langsung mematung. Jantungnya serasa berpacu lebih cepat dan rasa panik yang membuatnya langsung gelisah saat itu.
Apa yang dikatakan para roh itu? Apakah Bus ini akan kembali mengalami kecelakaan? Apakah itu benar? Dalam hatinya Hyerin terus bertanya-tanya.
"Hanya tinggal beberapa menit saja, kecelakaan akan terjadi sekarang kita bisa menyaksikannya." Terdengar lagi percakapan itu yang melintas ke telinga Hyerin.
"Ku pikir apa mengajak ke Bus seperti ini? Kau tidak bosan melihat orang-orang mati?" Protes seseorang.
"BERHENTI!" Teriak Hyerin tak tahan.
Kedua orang itu langsung memperhatikan ke arah Hyerin. Hyerin langsung mematung karena kata-kata itu langsung meluncur dari mulutnya. Dia terkejut merasa sudah melakukan sesuatu yang salah lagi.
Sedikit mata Hyerin bergerak dan berusaha mengamati kondisi di sekelilingnya.
"Apa ini?" Tanya Hyerin terkejut, ternyata bukan hanya dua orang tadi tepatnya ada beberapa orang yang mengelilingi Hyerin, menatapnya penuh heran dan bertanya-tanya.
Hyerin masih diam tapi hatinya sangat tidak tenang. Entah apa yang akan terjadi dan apa yang dipikirkan mereka tentang kondisinya sekarang.
"Hey, kau manusia apa bukan?" Cetus seseorang kepadanya.
"Dia manusia tapi rohnya bisa seperti itu?" Protes yang lainnya.
Hyerin masih terdiam tidak bisa mengatakan apapun.
"Kau itu manusia kan? Masih hidup?" Tanyanya lagi.
Hyerin hanya bisa menatap matanya tanpa mengatakan apapun.
"Kau bisa melihat kami kan?" Tanya lagi pada Hyerin.
"Dia itu bisa melihat kita semua di sini. Lalu kenapa kau diam saja?" Timpal yang lainnya.
Hyerin semakin tertekan dia tidak bisa lagi mengelak dan menolak keadaan yang sebenarnya.
__ADS_1
Tapi kekhawatirannya itu tidak berlangsung lama, pikirannya melayang lagi pada perkataan roh tadi yang mengatakan jika akan terjadi kecelakaan.
"Tadi ada yang mengatakan jika akan terjadi kecelakaan lagi dengan Bus ini?" Ucap Hyerin cemas.
"Apa itu hanya lelucon?" Ucap lagi Hyerin sangat serius.
Yang terlihat orang-orang di hadapannya malah saling pandang dan bertanya satu sama lain.
Hyerin tidak bisa menunggu dengan tenang.
"Bus ini memang akan mengalami kecelakaan, dan itu sudah tercatat dengan tanggal dan tahun yang sama pada hari ini." Tiba-tiba penjelasan seseorang langsung membuat Hyerin tertegun.
"Tadi itu kami yang bicara, sekarang sudah tidak ada waktu lagi Bus ini akan mengalami kecelakaan seperti ramalannya."
"Jangan! Apa ada yang bisa menghentikan Bus ini sekarang?" Tanya Hyerin sangat khawatir.
Orang-orang saling pandang lagi dan berdiskusi.
"Kami semua ini hanya seorang roh, siapa yang akan memperdulikan kami? Manusia tidak bisa melihat kami."
Mendengar penjelasan itu Hyerin langsung mematung.
Apa yang akan terjadi dengan kedua temannya. Bagaimana dia bisa menghentikan kecelakaan ini? Apa yang bisa dilakukannya?
Hyerin tidak menjawab, sangat jelas dia sendiri juga bingung dengan kondisinya itu.
"Apa ini pernah terjadi? Dan kau bisa kembali lagi ke tubuh mu itu kan?" Tanya lagi mereka.
Mendengar hal itu seperti memberi ide, Hyerin terpikirkan sebuah cara yang tiba-tiba melintas di pikirannya.
"Apa ada yang bisa dilakukan? Aku ingin kembali ke tubuhku dan bangun, apa ada caranya?" Tanya Hyerin antusias.
"Itu benar, harusnya kau sendiri yang menghentikan Bus ini dan mengatakan pada supir agar cepat menghentikan Bus." Timpal seseorang menguatkan pernyataan Hyerin.
"Bagaimana caranya? Ada yang bisa membantu ku? Cepat lakukan!" Ucap Hyerin sangat cemas.
"Ada ke dua orang temanku di sini, aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi. Tolong bantu aku!" Hyerin terus memohon.
Tapi perkataannya itu tidak bisa langsung dijawab oleh semua orang yang berdiri di hadapannya.
"Apa yang bisa kami lakukan? Kami baru pertama kali melihat kondisi mu seperti ini!" Ucap seseorang.
__ADS_1
Hyerin terdiam lagi, dia berusaha berpikir apa yang bisa dilakukannya untuk keluar dari masalah ini. Tidak ada waktu kan? Apa yang bisa membantunya?
Hyerin terlihat sedih tapi apa dayanya.
"Tolong ada yang bisa membantuku?" Tanya Hyerin langsung menangis.
Dari kesedihannya ini membuat dia sangat putus asa, Hyerin tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri jika sesuatu terjadi dengan kedua orang sahabatnya. Hyerin tidak akan pernah lupa dengan penyesalan itu.
Sedangkan yang terlihat oleh matanya, dari mereka semua yang terlihat juga tidak menandakan sedikitnya harapan untuk masalah ini. Hyerin tidak melihat mereka tahu sebuah cara sebagai jalan keluarnya. Padahal waktu tidak diam menunggu, waktu terus berlalu dan jika itu terjadi? Bagaimana jadinya?
"Sudah waktunya!" Teriak seseorang.
Hyerin terperanjat saat mendengar suara memecah lamunannya.
Matanya hanya bisa terpejam, pikirannya seperti melayang membawanya jauh ke dalam poros terdalam. Perasaannya langsung tenang, semuanya sudah pasrah, Hyerin hanya bisa menelan pahit sebuah insiden yang menahannya lagi. Apa yang akan terjadi? Pertanyaan itu hanyalah teka-teki Suran baginya.
Beberapa saat Hyerin masih diam bersiap menunggu sesuatu yang akan terjadi pada waktu yang sudah orang-orang katakan, sebuah kecelakaan sedang terjadi.
Waktu terus berlalu hingga dari Indra pendengarannya Hyerin tak mendengarkan suara lagi.
Hyerin langsung membukakan mata, serentak dia tidak melihat apapun di depan matanya. Hanya ada orang-orang tadi yang berjalan ke sana kemari. Dan dia melihat sebuah ruangan luas entah dimana.
Apa yang sudah terjadi? Tanyanya bingung.
Hyerin hanya melihat sebuah ruang luas.
Matanya meneliti ke setiap sisi, mencari sesuatu untuk menjawab rasa bingungnya itu.
Tapi apa daya dia tidak mendapatkan apapun?
Lantas kemana kedua temannya? Dan sebuah Bus itu? Hyerin menyadari dirinya tidak sedang ada dalam Bus dalam perjalanan yang dia lakukan. Apakah artinya ini? Matanya langsung melihat dengan detail ke bagian tubuhnya saat itu. Apakah dia sudah menjadi roh? Pikiran itu langsung terlintas begitu saja.
Hyerin juga melihat kedua kakinya bisa berjalan layak seorang manusia biasa, dia sekarang bebas berjalan.
Matanya kembali mencari ornag-orang tadi yang sekilas lewat dalam penglihatannya.
Tidak lama, singkat, mereka sudah tidak ada juga. Hyerin terus berjalan kemana saja ke arah yang tidak dia ketahui.
"Tunggu!" Teriak Hyerin sambil berlari menghampiri.
Orang itu berhenti dan menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya orang itu.
Hyerin bingung dia akan memulai bertanya dari mana. Dengan keberanian yang tersimpan dia bertanya lagi. "Ini dimana?" Tanyanya penuh gelisah.