Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Hyerin hilang ingatan


__ADS_3

"Sekarang kau tidak boleh lagi sendirian, jika di sini sendiri cepat keluar saja dari ruangan ini."


Ucapan yang masih terngiang jelas di telinga Hyerin. Dia tak menyangka jika Rai secepatnya berubah dengan sikapnya yang sekarang memberikan perhatian lebih dan Hyerin merasakan juga jika Rai tidak begitu tenang, seolah ada sesuatu hal yang sudah diketahuinya dan tidak bisa dijelaskannya.


Padahal jika hal tersebut memang ada kaitannya dengan Hyerin mengapa Rai masih menyembunyikan kenyataannya.


Hyerin masih mematung tidak mengubah posisi tubuhnya, dia segera tersadar saat kembali melihat suasana ruangan yang sangat tidak membuatnya nyaman. Teringat dengan kata-kata Rai mungkin dia hanya perlu sedikit berpikir dan memang tidak ada salahnya jika dia pergi dari tempat yang membuat seluruh tubuhnya merasa tidak nyaman.


Memilih jalan yang biasa dia lewati hingga membawa Hyerin memasuki koridor rumah sakit yang lumayan panjang. Setiap melangkahkan kaki di tempat ini di setiap waktunya pun banyak ingatan yang masuk meski awalnya dia tidak paham tapi jika berlama-lama di tempat ini Hyerin bisa memahami situasinya yang tidak beruntung seperti sekarang. Dia harus kehilangan sebagian ingatan dan di dalam kenyataan ada masalah besar yang belum bisa dia pahami. Seperti yang sudah terjadi, dia harus bertemu dengan orang yang memiliki wajah sama dengan Rai, kemiripan dari keduanya sangat tidak bisa disangkal.


Tak terasa akhirnya dia melihat sebuah pintu kaca yang memperlihatkan pemandangan di luar.


Hyerin kini tidak ragu lagi pergi keluar meski beberapa saat dia bisa sedikit merasa terkejut saat berpapasan dengan yang lain.


Kakinya melangkah melewati taman rumah sakit hingga dia melihat banyak bangunan berjajar di sisi kanan dan kiri. Namun pemandangan gersang yang mempertontonkan banyak pohon yang menyisakan ranting saja atau semua sampah dibiarkan berserakan di jalan, begitupun setiap bangunan yang terlihat tidaklah utuh dan memperlihatkan kesan yang sama dengan gedung rumah sakit yang sudah ditinggalkannya.


Awalnya dia memandangi semua yang terlihat dengan perasaan biasa saja, namun semakin lama dan semakin sering dia berpapasan dengan orang-orang perasaannya merasakan sesuatu yang aneh. Terutama pandangan orang-orang yang sekilas memandanginya lalu kemudian segera menunduk. Atau Hyerin melihat orang-orang saling berbisik sambil menatapnya beberapa saat. Sebenarnya apa yang terjadi? Dia tidak pernah paham.


Hyerin yang kebingungan dan merasa tidak nyaman memilih semakin mempercepat langkah kedua kakinya. Dia pergi tanpa tujuan hanya kemana saja sampai dia bisa merasa aman lagi.

__ADS_1


Hyerin terjebak dengan keadaan di sepanjang jalan ternyata tidak ada tempat yang aman karena semua orang ada dan terlihat menguasai ruas jalan. Hyerin yang tertunduk tiba-tiba berharap jika saja ada Rai salah satu orang yang dia kenali. Selain Rai mungkin Akemi, tapi tidak ada keduanya juga.


Hyerin melihat lagi pemandangan pusat kota yang ramai. Dia tidak melihat ada tempat yang aman selain memasuki gedung saja. Pikirnya yang sangat tidak tenang.


Hyerin melihat sebuah gedung yang tidak begitu banyak orang di sana, namun Hyerin harus melewati orang-orang yang berkerumun di jalanan. Hyerin memutuskan dengan sebab yang sudah dipertimbangkannya. Tanpa peduli Hyerin berlari menghindari orang-orang meski kenyataannya orang lain pun sekilas melihat ke arahnya. Tapi apa daya apakah ada hal lain yang bisa dilakukannya lebih baik dari keputusannya saat ini?


Hyerin tidak melihat dan menanggapi setiap orang yang melihat ke arahnya, tidak ada yang salah karena dia tidak bisa mengingat semuanya selain ingatan yang sudah bermunculan tapi mungkin belum semua ingatannya terkumpul sampai dia bisa memahami situasi yang sedang dihadapinya.


Sebuah kafe yang pintunya sudah terbuka, mata Hyerin terus membagikan perhatian ke semua sisi yang tidak memperlihatkan ada satu pun orang. Kenyataan bagus dia hanya perlu masuk.


Sebuah kafe usang sudah bisa ditebak nya dari penampilan luar yang diperlihatkan gedung ini. Lantas hal apa yang akan dilakukannya sekarang? Sedikit pertanyaan mulai mengganggu, tapi benar juga apa yang akan dilakukannya sekarang.


Sebuah ruangan yang gelap hanya ada sedikit cahaya yang menembus ruangan yang dilewati Hyerin. Saat perempuan itu berhenti Hyerin pun mengikutinya dengan sedikit ragu. Perempuan itu cepat menarik Hyerin memasuki sebuah pintu yang aksesnya hanya dia yang bisa karena seperti sebuah kode rahasia.


"Kau sudah datang lagi?" Tanya seseorang yang membuat Hyerin semakin bingung. Hyerin hanya melihat ke kanan ke kiri, dia menangkap ekspresi semua orang yang terlihat serius memandanginya.


Hyerin tidak bisa menjawab dia hanya balas memandangi orang yang kini ada di hadapannya itu.


"Sudah sekian lama dan kau baru terlihat lagi, kau tahu kita semua sudah banyak kehilangan orang-orang. Bisa kau lihat hanya sisa kita berlima di ruangan ini." Jelasnya lagi dengan santai, namun Hyerin bisa menangkap perasaan kecewa dari perasaan orang yang sedang berbicara padanya itu.

__ADS_1


"Aku? Apa maksudnya?" Tanya Hyerin ketus. Dia tidak bisa menyembunyikan lagi perasaan bingungnya.


Orang yang ada di depannya kini mulai merasa aneh dan mungkin semua orang di ruangan itu juga merasakan hal yang sama.


Hyerin hanya bisa terdiam karena kenyataannya dia tidak bisa mengingat apapun sampai bisa menjelaskan situasinya sekarang.


"Hey jangan bercanda lagi, kau tidak bisa sedikit saja serius dan memperhatikan tujuan kita semua dan rencana yang sudah Key usahakan sejak awal." Terangnya dengan nada sedikit kesal.


Mata Hyerin hanya semakin terbelalak tidak tahan karena memang dia tidak paham dan tidak ingat bukan seperti yang dituduhkan orang itu.


"Kenapa? Apa ada yang salah lagi? Aku tidak mengingat apapun dan tolong ada yang bisa menjelaskannya." Ucap Hyerin berterus terang, dia sangat tidak nyaman jika dituduhkan dengan hal yang tidak dimengerti nya sama sekali.


Sontak semua mata membulat dan memandangi Hyerin dengan kaget.


"Jadi... Kau tidak bisa mengingat apapun?" Tanya orang yang sama.


"Astaga kenapa dia bisa kehilangan ingatannya padahal di situasi seperti sekarang ini." Timpal yang lainnya semakin menunjukkan khawatir.


"Kau benar-benar tidak bisa mengingat apapun?" Tanya seorang perempuan tadi yang langsung mencengkram ke dua lengan Hyerin dengan nada sangat terkejut.

__ADS_1


Sedangkan Hyerin hanya terdiam dia sedikit mengerti jika orang-orang di sini mungkin sedikit banyak mengetahui sesuatu hak yang belum diingatnya dengan baik. Dan semua orang memperlihatkan reaksi yang sama seolah sangat terkejut dengan kenyataan bahwa Hyerin sudah kehilangan banyak ingatannya.


__ADS_2