Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Pertemuan teman lama


__ADS_3

Mata Hyerin berbinar lagi, dia tak menyangka karena sekian lama akhirnya keberanian itu datang untuknya. Selangkah demi langkah Hyerin berjalan menatap gedung sekolah yang sudah sangat lama dia lupakan, rasanya sudah kembali lagi pergi ke sekolah mengikuti hari dan kebersamaan dengan teman juga Yora. Batin Hyerin tak bisa mengelak jika dia sudah menjadi orang yang melupakan sahabatnya Yora, setelah insiden terakhir di kereta api dia tidak ingin tahu lagi dan memilih melanjutkan hidup ke dunia roh.


Kali ini latar kelasnya dulu langsung bisa ia bayangkan saat matanya berpapasan dengan pintu dan papan kelas di depannya. Harusnya dia tidak terburu-buru meninggalkan semua kesenangan ketika hidup, tapi rasanya beda setelah semua ingatan dia dapatkan kembali dan rasanya hidup hanya begitu-begitu saja tidak ada bedanya.


Hyerin berbalik melihat Rere sedang sibuk sendiri mencuci mata oleh ikan-ikan hias yang ada di sepanjang selokan sekolah, dia mengabaikannya lagi pula Hyerin ingin sebentar sendirian merasakan perasaannya sendiri ketika dulu bersekolah di tempat itu. Hingga matanya bergerak mengikuti rambut seseorang yang melambai tertiup angin, meskipun wajahnya tak terlihat karena saat itu yang dilihat Hyerin hanya penampakannya dari belakang, tapi batinnya selalu mengatakan itu adalah seseorang yang tidak asing lagi. Dia adalah Yora!


Hyerin berlari senang akhirnya dia bisa bertemu dengan Yora.


"Yora!!" Teriak Hyerin membuat telinga Rere mendengarnya meskipun jarak mereka sedikit jauh.


Perempuan berbalik membalas tatapan Hyerin ke arahnya.


Bola mata Hyerin bergerak mengabsen sosok Yora dengan bentuk wajah dan ekspresinya yang masih sama menunjukkan kehangatan hatinya.


"Yerin.! Yerin kita bertemu." Suka cita Yora merasa bersyukur akhirnya dia bertemu Hyerin dalam kesempatan yang tak bisa ditebak.


"Yora ku? Benar kan?" Sorot matanya sangat senang hingga Hyerin tak sadar jika ada orang lain yang menatap syirik kearahnya.


"Sudah berapa lama sejak kejadian itu kan?" Yora menegaskan pertemuan terakhir dengan Hyerin.


Hyerin mengangguk dan cepat merangkul punggung Yora ke dalam pelukannya.


"Aku sudah lama menunggu kenapa baru datang?" Ucap Yora terdengar seperti protes. " Kau sudah melupakan ku?" Yora tak sabar ingin tahu kemana Hyerin pergi untuk selama itu.

__ADS_1


"Jangan tanya lagi karena akhirnya tetapkan kita akan selalu bersama." Hyerin berusaha ingin membuat Yora agar tidak mengungkit lagi tentang kepergiannya.


"Kau licik sekali pasti sudah ada teman baru?" Timpal Yora ketika melihat Rere yang sedang menatap kearahnya.


"Tidak ada." Jawab Hyerin singkat. Padahal itu bohong karena dalam hatinya menyebut nama Rai berulangkali. Tapi untuk apa mengatakannya? Yora tidak akan paham tentang ceritanya yang satu ini.


"Kau ajak teman mu kesini kan?" Tanya lagi Yora membuat Hyerin langsung berpikir, dari kata-katanya jelas menyinggung tentang Rere. Hyerin segera melepaskan tangan dia ikut melihat Rere yang ada di kejauhan tanpa mengatakan apapun. Sebuah senyum Rere menunjukkan rasa senangnya, mungkin karena pertama kalinya dia melihat Hyerin akrab dengan seorang teman lama.


"Dia temanku juga, ada banyak cerita nanti akan ku ceritakan!" Hyerin tak ingin membahas panjang lebar mengenai pengalaman yang dia alami langsung di sini, dia butuh 4 mata untuk mendengarkan kisah hidup, dan jika ada waktunya Hyerin akan katakan semua hal tentang Rai dan tentang dirinya sekarang. Tidak mungkin dia langsung mengatakannya di tempat yang tidak pas seperti ini.


Beberapa saat hening.


"Kau tak menanyakan Rey?" Tanya Yora. Hyerin langsung mengalihkan pandangan ke arah Yora setelah dia menyebut nama Rey tak lain sahabat lelakinya juga.


"Kenapa Rey?" Hyerin bertanya penasaran.


"Dia masih hidup. Beruntung sekali." Yora mengatakannya dengan tersenyum, padahal Hyerin melihat jika kesedihan memenuhi ruang mata nya. Dia tahu apa yang membuat Yora sedih, mungkin Yora masih merindukan keluarganya dan tak menyangka jika dia harus secepat itu berpisah.


Hyerin menghembuskan napas di depan Yora seolah dia tahu kebohongan yang disembunyikan temannya.


"Sekarang ikut aku yu! Kau bisa kan?" Ajak Hyerin penuh harap.


Yora memalingkan wajah dia juga menekuk wajahnya hingga sekarang terlihat jelas kesedihan yang sudah dipendamnya dari tadi.

__ADS_1


"Yora sahabatku, kau akan terbiasa dan kau tak sendirian sekarang." Hyerin langsung menenangkan Yora dengan kata-katanya, meski dia tahu kehadirannya tidak bisa menggantikan keluarga di sisi Yora. Berbeda dengan yang dirasakan oleh dirinya, sejak semua ingatan dari beberapa reinkarnasi dia ingat lagi Hyerin merasa sudah terbiasa tidak memiliki keluarga.


"Bagaimana bisa kau setenang itu?" Tanya Yora yang sudah tidak bisa membendung lagi kesedihannya hingga sekarang tampak buliran air mata memaksa keluar dari matanya.


"Aduh melow gini sih. Udah yu sekarang kita pergi!" Rere menghentikan obrolan keduanya dia sepertinya sengaja, tanpa tahu Rere juga sudah membawa Hyerin dan Yora sahabatnya ke tempat semula, tempat yang penuh dengan orang-orang baru bagi Yora.


Saat ketiganya datang pandangan semua orang langsung memberikan pandangan senang, menyambut hangat orang baru yang akan menjadi teman semua orang di tempat itu.


Yora melihatnya takjub ternyata setelah kematiannya hingga dia terjebak di dunia ini, sekian lama sendiri tidak mempunyai teman lebih singkatnya tidak berteman dengan yang lain, dia melewati setiap waktu yang membuatnya terus sedih sambil memandangi keluarga dan orang-orang terdekat yang kini tidak bisa melihatnya sebagai manusia hidup.


Yora pikir setelah mati dia benar-benar berakhir dengan semua hubungan, dia tidak bisa membangun kembali hubungan dengan orang asing karena takut.


Setelah melihat senyuman yang lama tak dilihatnya, apalagi melihat Hyerin yang sama seperti dia sekarang, mendatangi Yora dan benar-benar berbicara dengan semua kalimat yang biasa Hyerin katakan dulu sebagai sahabatnya.


Dia pikir akan berakhir, selamanya sendirian dan tak tahu kemana jalan selanjutnya yang bisa dia tempuh sebagai roh baru di dunia yang tidak bisa dia mengerti mengapa harus pergi ke dunia itu.


Tapi ternyata hidup dan kematian memberinya dua sahabat yang sama, sekarang dia merasa sangat beruntung pernah hidup dan menjadi roh.


Sekali lagi saat mendengar suara riang dan senyuman orang-orang yang menyambutnya lagi, Yora yakin bisa hidup dengan tujuan baru, apalagi sekarang dia tidak sendirian, dia tidak akan kesepian di sisi Hyerin.


"Sekarang kau jalani hidup mu, semua yang ingin kau lakukan tak akan aku campuri. Di sini kau harus bahagia, karena kau tidak sendirian dan bukan satu-satunya orang yang bernasib seperti itu, kita semua sama." Jelas Hyerin berbicara sebagai sahabatnya yang sama.


"Tapi kau harus tahu sesuatu, kita juga memiliki masalah sama seperti dulu ketika hidup." Sambung Rere mulai serius dengan obrolannya.

__ADS_1


__ADS_2