Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Rencana yang matang


__ADS_3

Bagaimana bisa memperbaiki semua waktu yang sudah terlanjur berakhir.


Bagi Hyerin rasanya sudah capek. Kian masalah banyak terjadi dan tak sedikit usaha yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Tapi pada akhirnya tetap saja, dia harus kecewa dan kembali mendapatkan apapun yang tidak sangat diharapkannya.


Semua yang terjadi pada akhirnya hanya ingin dia menyerah kan?


"Yerin. Aku tahu dan bukannya aku berbicara karena so tahu." Sebuah suara membuyarkan pikirannya saat itu. Suarnaya tak asing di telinga Hyerin, Rere sengaja datang berharap bisa meredakan semua masalahnya.


"Tapi aku punya sedikit informasi yang harus disampaikan. Aku berjanji jika ini tak akan membuatmu sia-sia lagi." Sambung Rere masih berusaha memberikan keyakinannya.


Hyerin tak bergeming, dia memang tak berselera lagi jika akan membahas sebuah ambisi atau harapan lagi. Sebaiknya itu tak pernah didengarkannya.


"Aku hanya tak ingin mati, itu saja. Kau tahu aku sudah tak ingat bagaimana kehidupanku dulu. Dan itu tidak menyenangkan apalagi jika aku harus cepat pergi di dunia yang sudah tak akan kembali lagi untuk semua roh." Jelas Rere panjang lebar.


Berhasil. Dari perkataan Rere terakhir membuat perhatian Hyerin teralihkan saat itu. Hingga bola matanya bergerak dan menatap Rere dengan penuh tanya.


"Tak akan kembali lagi? Semuanya akan tetap sama seperti ini?" Ungkap Hyerin menyimpulkan maksud yang dapat dia pahami dari cara bicara Rere.


Rere mengangguk pelan membalas perkataan Hyerin. "Ada tempat lain lagi, kita semua harus kesana." Balas Tere dengan hati-hati, itu dilakukannya karena dia tak ingin kembali membuat emosi Hyerin tersulut.


"Tempat lain lagi? Dimana?" Tanya Hyerin begitu dia memperlihatkan sisi ketertarikannya.

__ADS_1


Rere diam beberapa saat, dan itu membuat Hyerin sedikit jengah.


"Re. Sekarang jika yang ingin kau bicarakan adalah sebuah misi, ambisi, atau harapan lebih baik aku tak tahu apapun." Tekan Hyerin terdengar sangat serius. "Aku sudah siap mati sekarang." Sambungnya lagi berhasil membuat Rere kehilangan alasan untuk menyampaikan maksud sebenarnya yang ingin disampaikan pada Hyerin.


"Tidak seperti itu. Lebih tepatnya ini sebuah kebenaran. Aku mendengarnya sendiri dari Iblis-iblis itu." Ucap Rere. Namun bola matanya tak memberikan kesan yakin saat berbicara, beruntung Hyerin saat itu tak memperhatikan.


"Kebenaran?" Cetus Hyerin singkat. Dia tidak ingin basa-basi dengan obrolan hang panjang lebar.


"Kita semua akan pergi. Aku berjanji kita harus bisa melakukannya untuk kebaikan bersama, dan_"


"Udah Re, aku sudah mengatakannya kalau itu sebuah misi dan ambisi sebaiknya lupakan saja." Hyerin langsung memotong ucapan Rere, tak begitu memperhatikan lagi jika Rere akan tersinggung atau apapun dia tidak ingin peduli.


"Aku berjanji jika ini adalah kebenarannya Yerin!" Teriak Rere yang terus berusaha ingin menghentikan Hyerin yang sudah bersiap pergi.


Rere menatap Hyerin dengan penuh harap saat Hyerin mulai menghentikan kakinya. Tapi tidak lama Hyerin kembali bersiap berjalan lagi.


Hyerin Hannya menutup mata dan menganggap jika dia tidak mendengarkan apapun. Melihat gelagat dan respon Hyerin yang di luar dugaannya seketika Rere tak bisa berkata-kata. Yang dia lakukan hanya bisa membiarkan Hyerin pergi, tapi itu tidak menutup harapannya karena tujuan terbesarnya saat ini adalah untuk naik ke atas, pindah ke tempat yang seharusnya bagi mereka.


Kenyataan yang sebenarnya semua masalah adalah rancangan Rere dan atas rencananya.


Rere memang membiarkan Hyerin untuk melakukan perjanjian itu dan membuatnya menyesal lalu sampai merasa putus asa. Kemudian rencana selanjutnya membuat sebuah kegilaan dengan melakukan perjanjian beramai-ramai mengajak orang. Karena di tempat ini roh yang sudah melakukan perjanjian itu tidak bisa bertahan lama, tempat lain yang seharusnya adalah dimana gerbang iblis di langit yang masih terbuka itu, kesana lah seharusnya pergi. Dan kabut ini bukan semena-mena adalah ulah iblis, kabut ini diciptakan karena akibat dari perjanjian iblis yang sudah begitu banyak dilakukan. Semakin banyak orang yang melakukannya seutuhnya dunia ini tetap akan dipenuhi kabut yang bisa mematikan bagi roh biasa. Dan tujuan terakhir Rere adalah untuk pergi naik ke dunia lain yang sudah dia rencanakan, pergi ke sana tidak begitu mudah karena syaratnya selain harus membuat semua orang melakukan perjanjian itu juga tergantung Hyerin. Satu-satunya kunci untuk pergi kesana.

__ADS_1


Tujuan Rere sudah jelas, saat ini dia hanya harus menjalankan rencana agar bisa pergi ke langit.


Tantangan di depan mata hanya harus dia lalui bagaimanapun caranya.


Selain Ken sudah tidak ada lagi orang yang paling menghalangi diantara yang lain. Keadaan sekarang bisa dikatakan sudah berpihak untuknya dan tidak perlu khawatir untuk gagal lagi.


Rere masih menatap kepergian Hyerin dengan tenang. Dia tidak perlu terburu-buru untuk menjalankan rencananya, karena yang paling utama adalah berhasil. Dia tidak ingin jika rencana itu berjalan namun berakhir gagal, hanya sia-sia saja kan.


"Kau masih di sini. Apa bisa kita lupakan saja dia?" Lagi-lagi muncul lelaki yang menjadi sahabat Rere itu.


Rere menggelengkan kepala. "Bodoh. Mana mungkin bisa." Ucap Rere.


"Baiklah. Sekarang kita mulai dari mana? Apakah kamu ingin cepat merubah banyak orang atau hanya seperlunya saja?" Tanyanya lagi seperti memastikan.


"Apapun, yang penting berhasil. Kau tak ingin adalagi sebuah kesalahan. Ajak saja semua orang untuk melakukan perjanjian itu dan kita tidak perlu capek-capek. Pokoknya lihat saja nanti." Jelas Rere memberikan sebuah kepastian yang sangat diyakininya itu. Rere seperti sudah tahu ceritanya ini akan menuju kemana dan berakhir bagaimana. Dia tidak terlalu merasa kesulitan untuk menghadapi masalah, karena semuanya sudah diperhitungkan.


"Sekarang kita pergi!" Ucapnya mengajak Rere untuk segera pergi dari tempat itu.


Rere tersenyum lembut, dia yang penuh teka-teki dan sangat pintar membuat semua keadaan yang bisa sesuai dengan rencananya. Rere sangat sabar, seperti yang dia katakan tadi. Keberhasilan tidak perlu mengukur seberapa lama, tapi seberapa bisa dia menukar waktu untuk keberhasilan akhirnya.


Dan waktu akan tetap berjalan selagi sebagian roh yang bebas di luar sana, pada saatnya yang tiba jika roh sudah melakukan perjanjian semuanya maka waktu sudah bisa memastikan momennya. Jangan ditanyakan lagi seberapa lama, yang terpenting bagi Rere adalah hasil akhirnya.

__ADS_1


Satu misi yang akan dilakukan di bagian-bagian kota, yaitu mengajak semua orang untuk melakukan perjanjian itu sebagai alasan agar bisa bertahan hidup di dunia yang sudah tercemar itu.


__ADS_2