Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Rai dan Iblis


__ADS_3

Dalam sela-sela waktu Rai semakin termenung serius.


"Sudah waktu nya bukan?" Suara yang terdengar memecah lamunan Rai.


Bola mata Rai bergerak dari kanan ke kiri secara perlahan hingga di sudut matanya tepat menangkap sosok orang yang saat itu juga langsung mengubah perasaannya menjadi sangat kesal. Rai hanya mengepalkan tangan dengan erat, matanya tajam tidak berhenti menghentikan perhatiannya dengan lengah. Meskipun bungkam namun memperlihatkan jika diamnya saat itu bukan berarti dia menerima kata-kata yang diucapkan orang itu padanya.


"Diam saja. Mungkin itu artinya sekarang sudah bebas." Diikuti dengan sedikit senyum menyeringai dan tawa kecil yang membuat Rai lebih merasa jengkel.


"Jangan dengan Hyerin. Dan cepat enyah dari hadapanku sekarang!" Tanpa diduga Rai bergerak cepat menghampiri, dengan emosi yang sudah tersulut dia kemudian membentak orang di hadapannya dengan sedikit nada ancaman.


"Turunkan tanganmu!" Kedua pasang mata kini saling membalas pandangan satu sama lain. Jarak Rai dan orang itu yang sangat dekat hingga tidak meninggalkan jarak sejengkal pun antara tubuh Rai. "Dan tangan kotor ini!" Ucapnya lagi sambil membenarkan tangan Rai yang sudah menarik kerah bajunya dengan erat. Tidak mudah, Rai yang sudah tidak bisa mengendalikan amarahnya terus melawan. Akhirnya keduanya hanya terus memandangi satu sama lain dan saling terdiam.


"Baiklah. Iblis memang selalu ingin menang." Ucap Rai lebih sinis dan bergerak sedikit menjauh.


"Dan manusia selalu bodoh!" Jawab orang itu yang semakin menambah kesal Rai.


Rai lebih agresif, dia bergerak cepat lagi mendekat.


"Manusia." Ucap orang itu santai setengah mengejek.


Rai tidak bisa menghindar lagi dia bersiap melayangkan tinjunya, namun sekali lagi gagal. Orang itu tidak diam dan tanpa harus sekuat tenaga seperti Rai dia menahan tinju Rai dengan mudah. Sedangkan Rai hanya terdiam tidak memperlihatkan jika dia sedikit kesulitan bergerak. Namun karena kontrol orang itu lebih dominan tangan Rai dengan mudah langsung dijauhkan dari wajahnya dan membalas Rai dengan sedikit senyuman yang menyeringai.

__ADS_1


Rai sangat marah namun dengan emosinya dia tidak bisa menang dari iblis yang sudah lama tinggal di dunia roh itu. Sebuah perjanjian mengutuk iblis itu hingga bisa masuk ke dunia roh dan menjadi jelmaan Rai.


Di satu sisi Rai merasa heran mengapa kali ini kekuatan iblis lebih dominan, padahal jika Rai menyentuhnya iblis itu bisa lemah. Tiba-tiba segaris kekhawatiran tergambar jelas di wajahnya saat itu. Rai menelan dalam-dalam perasaan khawatir yang terus menghantui dari waktu ke waktu, dia tidak bisa lagi mendapatkan keyakinannya seperti dulu. Wajah Hyerin yang terus tergambar jelas diingatan semakin menambah perasaan khawatir nya. Karena ternyata masalah bukan hanya pada iblis tadi, tapi juga pada Hyerin.


Bayangan Hyerin di mata Rai yang terus terlihat linglung karena ingatannya hilang dan kadang muncul lagi namun tidak semuanya. Dirinya tidak bisa mengakui jika kejadian itu karena ulahnya juga yang sudah menggunakan sedikit energi iblis untuk menolong Hyerin ketika dia hampir mati sebagai roh penasaran. Rai tidak bisa menghentikan perasaan bersalahnya juga, namun semua itu terlihat ingin dihindarinya.


Setengah frustasi Rai hanya bisa terus mondar mandir di tempat dan kembali membawa dirinya terlarut dalam sebuah lamunan yang tidak pernah dia perlihatkan kepada siapapun perasaan was-was dan keadaan lemahnya saat itu.


Tiba-tiba sosok Akemi kembali muncul di pikirannya.


Setelah Hyerin mengingat lagi Akemi dan sekarang dia sendiri yang menerima ingatan itu.


"Apa yang ingin kau lakukan Rai? Hentikan Rai! Semua itu hanya kebohongan jangan berambisi dengan rumor itu, karena tidak mungkin kan jika manusia yang menjadi roh bisa hidup lama dan menjadi dewa kematian." Kata-kata itu seperti rekaman yang memperdengarkan setiap detail katanya dengan tepat. Dan kini kata-kata itu muncul terngiang mengudara di ingatan.


Apakah harus menyesal? Bagaimana dengan keadaan yang semakin tidak terkendali ini? Pertanyaan terus muncul. Nuraninya goyah, Rai tidak lagi tegar dan selalu percaya diri seperti dulu dan keadaan juga tidak seperti dulu, semuanya tidak seperti dulu.


Rai berdiri dengan kesal. Semua pertanyaan yang muncul dari hatinya sendiri membuat Rai kesal karena sebagian besar dia tidak bisa mengakui jika semua kejadian adalah timbal balik dari tekadnya saat dulu sampai sekarang. Dan dia terus menolak semua hal di luar kendali itu karena ulahnya juga. Dia sangat frustasi setelah mendengar iblis tadi yang selalu menjadi mirip dengannya seolah iblis itu adalah sisi lain dari dalam dirinya.


Apa yang harus dilakukannya sekarang?


Rai hanya bisa mengigit jari dan kembali tenggelam dalam lamunan yang sudah berhasil membuat dia menjadi terpuruk seperti sekarang hingga kepercayaan dirinya juga hilang.

__ADS_1


Tidak ada orang yang mudah dipercayai. Rai tidak punya teman dan siapapun, kecuali banyak orang yang mengenal dan sangat menghindarinya.


Tubuhnya bangkit, ekspresi wajahnya sedikit menunjukkan sebuah siasat yang tiba-tiba saja muncul.


Tidak salah kan, jika dia menemui satu orang dan melibatkannya dalam masalah. Rai sedikit berpikir lebih keras lagi, dia tidak bisa memikirkan cara lain selain cara itu yang sepintas menurutnya bisa menyelesaikan semua masalah yang ada. Tapi siapa yang akan dia libatkan dan percayai dalam masalah ini? Seharusnya orang itu selain Hyerin. Tentu saja jangan Hyerin.


Perasaan bimbang yang semakin tegas membuat Rai kesal dan bergegas meninggalkan tempat yang tidak asing lagi.


Gerakan Rai yang yergesa-gesa menghampiri sebuah pintu yang terpampang jelas di depan matanya. Tangannya mulai menarik kenop pintu dengan santai dan kedua pasang matanya segera bergerak dan menangkap sosok orang yang langsung membuat matanya terbelalak tidak percaya. Rai sampai tidak bisa mengontrol dirinya yang kaget melihat Hyerin sudah ada di ambang pintu.


Hyerin sudah ada di hadapannya memasang wajah kesal dan lebih buruk dari yang dilihatnya tadi.


Seharusnya tidak ceroboh seperti ini. Kemungkinan Hyerin menguping tentang percakapannya tadi dan identitas dari iblis itu. Rai semakin panik dia langsung mendekati Hyerin yang masing bersikap dingin tidak berekspresi.


"Jahat!" Ucap Hyerin.


Sebuah kata-kata singkat yang bisa langsung mendeskripsikan semua dugaannya.


Hyerin cepat pergi berlari menjauh, bahkan Rai hanya dibuatnya terdiam tidak berdaya lagi. Rai tidak mencegahnya atau segera menyusul, karena semua itu hanya sia-sia saja. Hyerin hanya akan lebih marah lagi dan bisa saja sesuatu terjadi di luar kendalinya.


Selesai sudah, Rai tidak bisa menghentikan semua yang tiba-tiba menjadi kejutan. Masalah bertubi-tubi seolah sedang menghukumnya dengan sepihak. Sekarang langkah apa yang akan dilakukannya?

__ADS_1


__ADS_2