Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Hari baru


__ADS_3

Hyerin terperanjat saat sebuah mimpi menarik kesadarannya. Matanya menyelidik menatap dengan terheran ke setiap sudut ruangan. Ketika berusaha bangun dia langsung meringis menahan sakit di seluruh tubuh dan kepalanya yang terasa sangat berat, pada akhirnya dia hanya kembali berbaring di atas kasur dengan pikiran yang tidak pernah bisa diam dan tenang.


Dalam-dalam dia menerawang ke dalam ingatannya, mengingat setiap kejadian yang bisa menyebabkan dia berada di sebuah ruangan asing. Tapi raut wajahnya kecewa, usaha yang gagal tidak bisa dimengerti nya dengan baik, karena tidak ada satupun ingatan yang muncul dan bisa menjelaskan semua rasa ketidak tahuannya. Hyerin berusaha lagi mengumpulkan semua ingatan namun tidak ada yang salah dia tidak mengingat satu kejadian pun. Dia hanya mematung bingung dengan hati yang merasakan janggal dan logikanya yang terasa sedang dipermainkan.


Suasana ruangan yang membuat dia tidak nyaman, terlihat dari setiap pandangan yang terus dia bagikan ke semua sisi. Matanya menangkap salah satu jam mati yang terlihat di atas meja. Beberapa saat tertahan membuat pikirannya kembali menerawang jauh dalam-dalam karena ada sesuatu yang tidak asing baginya.


Dalam lamunan yang tidak cukup membuat dia puas tiba-tiba suara jam dinding membuat seluruh kesadarannya ditarik dengan paksa. Hyerin yang masih kaget langsung melihat ke semua sisi yang tidak memperlihatkan asal suara tersebut. Alih-alih matanya tertarik dengan sebuah pintu. Dengan bersusah payah Hyerin berdiri dan memapah kakinya menuju pintu. Ditariknya kenop pintu dengan gampang kemudian dia melihat ke balik pintu yang ternyata semakin membuat dia harus menahan napasnya dengan berat. Sebuah pemandangan yang lebih mengerikan dan membuat mentalnya bingung. Antara harus pergi ke luar atau tetap menahan diri di ruangan yang sama.


Hyerin terduduk di atas lantai yang sangat kotor, matanya kemudian mendeskripsikan tempat yang menurutnya sangat tidak sesuai dan semakin membuat dia tidak pernah bisa nyaman dengan tempat tersebut. Dengan ragu-ragu Hyerin hanya menatap langit-langit yang sepenuhnya hanya menyisakan sedikit bagian tertutup sisanya dia bisa menerawang bagian dalam langit-langit ruangan yang terdiri dari kayu usang. Dan ruangan gelap tidak terlewatkan dari absen matanya. Beberapa kali dia hanya bergidik ngeri, jauh pikirannya mengasumsikan mungkin dia berada di tempat yang salah atau seseorang telah sengaja membawanya ke tempat tersebut? Semua asumsi semakin meyakinkan dan untuk memastikannya dia hanya harus memberanikan diri pergi ke luar ruangan dan menemukan apapun sebagai petunjuknya.


Sekali lagi, Hyerin mencoba dengan perasaan yang ragu dan takut. Dia hanya memandangi sebuah kenop pintu yang di pegang oleh tangan kanannya. Berulangkali pikirannya menimbang dan tidak cukup membuat keberaniannya lebih banyak dalam waktu yang singkat. Tapi karena rasa penasaran akhirnya dia bisa melewati saat-saat membingungkan sekali.

__ADS_1


Matanya hanya melongo membulat memandangi suasana yang seolah sangat salah. Saat itu juga dia merasakan seperti berada di tengah-tengah banyak orang yang tak terlihat dan sedang mengawasinya dengan ketat. Hyerin hanya memalingkan wajah ke sembarang arah, hatinya merasa seperti ada sosok yang sedang berdiri di belakangnya, dan ada sosok lain yang sangat memperhatikan setiap gerakannya. Rasanya ingin segera berlari dan meninggalkan tempat tanpa memperdulikan apapun di setiap isi ruangan. Namun hal itu sangat sulit, dia merasakan kaki nya yang berat dan waktu semakin melambat.


Dengan sabar satu persatu saling bergantian kaki kanan dan kiri berjalan ke setiap inci lantai di ruangan tersebut. Hyerin masih tidak mengerti mengapa dia bisa terjebak di ruangan asing yang sangat membuatnya tidak pernah nyaman. Dari sepanjang koridor ruangan membawanya keluar dan tepat di depan penglihatannya sebuah pintu kaca seperti pintu keluar dari ruangan tersebut. Dengan ekspresi yang sedikit senang Hyerin mempercepat langkahnya untuk segera sampai.


Tiba-tiba seseorang ada yang menarik tangannya ke belakang. Hyerin hanya kaget dan kembali membulatkan mata melihat lelaki di hadapannya dengan pandangan yang tidak asing dan satu pandangan yang paling membuat dia mematung tidak percaya. Semua yang dilihatnya berubah dengan drastis. Hyerin melihat seisi ruangan yang sangat bersih dan semua orang-orang yang sangat banyak mengisi ruangan tersebut.


Seseorang segera menarik kesadarannya kembali. Hyerin langsung menatap tangannya yang masih di pegang erat. Segera dia menarik tangannya dengan paksa. Sekali lagi saat matanya melihat langsung tatapan dari orang tersebut hatinya seolah menemukan sesuatu yang tidak asing dan membuat Hyerin tertegun menerawang ingatannya.


Hyerin tidak menjawab langsung maupun meng ia kan.


"Ayo jangan keluar!" Ucapnya lagi membuat Hyerin segera tersadar dan sedikit tersenyum tidak paham. Tapi dengan spontan Hyerin langsung menurut dan kembali mundur menarik kakinya.

__ADS_1


Dari belakang dia mengekor dengan sebelah tangan yang ditarik oleh lelaki itu. Tatapan dingin dan ekspresi datarnya membuat nalurinya kembali berasumsi jika dia sudah melihat sesuatu yang tidak asing atau sesuatu yang pernah dikenalinya.


Dari sepanjang koridor ruangan mulutnya yang bungkam tidak pernah bertanya maupun mengatakan apapun. Dia hanya menuruti langkah kaki lelaki itu yang membawanya semakin jauh memasuki ke dalam gedung.


Hyerin tidak pernah diam dan bertanya dalam hatinya, mengapa tubuh nya sangat samar sedangkan orang-orang di hadapannya sangat jelas terlihat. Saat tubuhnya tanpa sengaja menabrak seseorang tapi dia tidak merasakan apapun, tubuhnya dengan begitu saja tembus melewati setiap orang yang berada di arah jalannya. Hyerin hanya membulatkan mata tanda tidak percaya.


"Diam dan jangan keluar gedung, di sini tempat mu!" Tegasnya yang masih membuat Hyerin terdiam.


Hyerin masih mematung sambil memandangi seseorang di hadapannya yang sibuk mengawasi ke arah luar.


Padahal semua orang berlalu lalang. Tapi tubuhnya berbeda dengan orang-orang itu. Pikirannya terus bertanya hingga tanpa disadari lelaki yang ada di hadapannya sudah hilang dari pengawasan. Hyerin sangat bingung mencari ke setiap kerumunan orang yang terlihat. Saat akan beranjak dari ruangan dia tertegun menghentikan langkahnya seketika, sepintas kata-kata lelaki tadi terngiang jelas. Hatinya ragu dan memutuskan untuk menuruti kata-kata lelaki itu, dan dia juga tidak memiliki alasan untuk keluar dari ruangan mengambil resiko yang tidak pernah akan diketahuinya.

__ADS_1


Hyerin memutuskan menahan diri di sebuah ruangan tadi yang kini terlihat jelas berbeda. Dia masih tidak bisa paham mengapa suasana cepat berganti dan apakah yang dia lihat semuanya adalah nyata? Hatinya menimbang ragu, namun satu-satunya alasan dan yang bisa dia lakukan hanya menunggu kepastian dari lelaki tadi, mungkin lelaki itu akan kembali datang dan membantunya mencari bukti mempercayai semua yang terlihat oleh matanya.


__ADS_2