Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Kemunculan orang-orang sekte iblis


__ADS_3

Hyerin seperti sudah kehilangan akal, sebelumnya dia masih bisa berpikir dan semangat untuk menyudahi masalah ini tapi sekarang rasanya sia-sia. di depannya adalah jalan buntu.


"Sekarang ayo kita pergi bersama." Ucapan Kai mengalihkan perhatian Hyerin. Rai juga mendengarkannya dan dia melihat ke arah Kai yang tampak mustahil mengatakan hal itu.


"Kok ngumpul di sini semua?" Tanpa disadari oleh semua orang, seorang wanita yang dalam kehidupan ini bersama dengan Kai. Perannya adalah seorang kakak. Dia menatap ketiga orang dengan tatapan aneh.


"Kak. Aku ingin pergi dengan teman-teman. Mereka akan menjagaku itu artinya kau tidak harus ikut." Karena sudah terlanjur ketangkap basah akhirnya Kami berbicara apa adanya.


Wanita itu membulatkan mata merespons perkataan Kai. "Ternyata adik kecilku ini pintar sekali bercanda. Cepat sekarang waktunya kau mandi dulu." Sikap kakaknya membuat dua orang di hadapan Kai terkekeh senyum sambil menundukkan wajah. Pemandangan itu tentu saja Kai tahu apa maksudnya, dia tidak bisa membiarkan pemandangan yang memalukan ini.


"Kak, aku bisa melakukannya sendiri." Ucap Kai berusaha untuk menarik dirinya.


"Oh, kau mau mandi sendiri kali ini? Baiklah mandi dulu dan kita akan cepat menyiapkan makan malam." Beruntung sekali keinginan Kak cepat disetujui.


Bola mata Kai bergerak ke arah Hyerin dan Rai yang keduanya masih terlihat sekali jelas mentertawakan nya. Kai menghela napas mau bagaimana lagi karena kenyataannya sekarang dia ini adalah seorang anak kecil kira-kira berusia tak lebih dari 10 tahun. Sedangkan hati dan ingatannya adalah Kai yang dulu ketika dia sudah dewasa saat berada di dunia roh.


"Apa mau kakak mandikan?" Goda Rai dengan nada bicara yang mengejeknya. Sampai suasana di ruangan itu berhasil memecah tawa bahkan Hyerin juga ikut tertawa.


Kai mengabaikan lelucon itu, dia berjalan ke arah kamarnya dan membiarkan kedua orang bahagia dengan cara itu. Apapun terserah.


Sementara Kami sudah berjalan ke ruangan lain, di ruangan itu kini hanya ada Hyerin dan Rai sesaat dengan suasana yang berubah canggung.


Hyerin hanya menatap Rai tanpa mengatakan apapun, begitupun Rai dia juga melakukan hal yang sama.


"Aku rasa Kai tidak bisa ikut, kau bisa lihat sendiri kondisi fisiknya sekarang hanya seorang anak kecil. Seharusnya aku sendirian pun sudah cukup orang." Hyerin mengawali pembicaraan keduanya.

__ADS_1


Rai diam beberapa saat. "Aku ikut denganmu dan kita akan melakukannya bersama. Itu sudah cukup kan?" Rai menatap Hyerin lembut. Tapi setiap kali tatapan itu mendarat di matanya Hyerin segera memalingkan wajah seolah tidak pernah melihatnya.


Tidak ada yang tahu selain dirinya sendiri, perasaan yang sudah dia bawa sampai kapanpun. Perasaannya pada Rai masih sama dan hatinya tidak bisa bohong karena dia masih mencari sosok Rai, kadang sekilas dia berpikir jika Rai mungkin terjebak di tubuh lain sama seperti nasib Kai saat ini.


"Aku tidak tahu apa yang salah. Semoga kau tidak membenci ku saat ini." Ucapan Rai langsung menghentikan lamunan Hyerin.


"Sudahlah. Cepat kita pergi sekarang!" Tak ingin membahas banyak hal lagi, Hyerin memilih segera mempersingkat kepergian keduanya. Karena sudah sepakat untuk tidak mengikut sertakan Kai maka kali ini hanya mereka berdua yang pergi.


Hyerin berdiri kemudian Rai menyusul berjalan saat Hyerin sudah memandu perjalanan mereka berdua.


"Apa tidak akan menjadi masalah jika kita biarkan seperti ini?" Komentar Rai, sepanjang jalan Rai masih waspada mengedarkan penglihatannya.


Hyerin tanpa kesal mendengar pertanyaan itu. "Yasudah sesuka hatimu saja. Kau mau mengajak Kai? Itu terserah." Jawab Hyerin yang tampak tak ingin basa-basi lagi.


Rai cukup terkejut dengan ucapan Hyerin, dia tidak bermaksud membuat Hyerin tersinggung. Ketika sudah bersiap untuk bicara lagi namun niatnya itu terhenti karena raut wajah Hyerin tampak kesal.


Tidak perlu banyak berpikir lagi ketika harus keluar dari rumah megah milik Kai, tampak tidak ada penjaga dan gerbang juga dibiarkan terbuka. Keduanya kini sudah berada di luar area rumah Kai, bisa dikatakan jika perjalanan keduanya baru dimulai.


Rai berusaha sekuat yang dia bisa untuk menahan diri agar tidak banyak bicara, sudah bisa ditebak sendiri kan bagaimana kondisi Hyerin saat itu, tidak baik jika diajak mengobrol.


Akhirnya perjalanan yang melelahkan sangat membosankan.


Dan tiba-tiba saja Hyerin berhenti seketika, karena Rai tidak fokus memperhatikan dia malah sudah berjalan mendahului.


Anehnya tatapan Hyerin begitu syok kerja Rai berjalan santai melewati seorang roh yang menghadang perjalanan mereka.

__ADS_1


"Rai!" Teriak Hyerin dengan suara yang tersisa.


Panggilan itu sudah cukup membuat Rai menghentikan langkah kakinya, perlahan suasana di sekitar Rai mulai bisa dia rasakan. Hawa kedatangan seorang roh yang tak biasa sudah ada di dekatnya.


Hyerin ketakutan membuat dia tidak bisa bergerak sedikitpun.


"Kalian berdua harus diadili." Suara lantang seolah nyaris bisa saja memecah gendang telinga miliknya. Jantungnya terhenyak melihat sosok orang tak asing di depan matanya.


Hal itu adalah momen yang paling ingin dia hindari oleh keduanya. Untuk hitungan detik pun tidak memungkinkan bagi Hyerin dan Rai bisa melarikan diri, benar saja karena kali ini keduanya adalah manusia bukan lagi seorang roh yang bisa langsung menghilang.


Kedatangan dua orang dari sekte yang pernah juga mengadili Hyerin waktu itu. Sudah pasti apa alasan mereka, bagi Hyerin dirinya tidak terlalu mempermasalahkan kedatangan mereka karena pada waktu itu saja dia bisa berhasil lolos, tapi bagaimana dengan Rai?


"Kau sudah lama menentang aturan kami, bahkan semua iblis sudah kau kumpulkan dari dulu. Padahal kau sendiri seorang roh tapi tidak bisa mengerti dengan situasinya. Apa boleh buat, sudah sangat wajar jika kali ini akan aku akhiri saja." Ancamnya membuat Rai masih kaku membisu.


Untuk situasi seperti ini Rai tidak bisa berpikir jika dia akan selamat, dia tidak tahu ternyata semua akan berakhir juga.


"Iblis ini harusnya bisa kembali ke dunianya, kau tidak akan diadili tapi aku akan membuatmu pergi kembali ke dunia iblis." Hyerin hanya bisa membulatkan mata mendengarkannya, dia tidak mengerti arti dari kata-kata itu.


"Lari!" Rai sudah mendahului berlari ke arah lain, sementara mata orang itu sibuk melihatnya Hyerin juga berlari ke arah yang berbeda.


"Mereka konyol sekali, memangnya bisa seberapa jauh mereka berlari sebagai seorang manusia seperti itu?" Kata-kata orang itu dengan santai menanggapi tingkah Rai dan Hyerin.


Memang benar sekejap mata orang itu sudah berada di hadapan Rai lagi berhasil menghentikan pelarian Rai. Tepatnya kedua orang itu mengejar Rai.


Memasang wajah yang mengesalkan, menatap Rai dengan tatapan seolah sedang mengejeknya.

__ADS_1


"Kau tidak bisa lari kemanapun. Kau bodoh sekali." Hardiknya pada Rai.


__ADS_2