Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Perasaan baru


__ADS_3

Ken terdiam sambil memandangi Hyerin yang juga membisu. Jauh dalam hatinya dia bertanya-tanya mengapa harus melewati hal serumit ini? Bagaimana dengan Hyerin? Apa yang sudah dilakukannya? Mengapa dia pergi dan kembali dari iblis tadi?


Ken tidak bisa berhenti diam, apapun itu dia semakin tidak tenang.


"RAI!!" Hyerin berteriak sekaligus terbangun dari pangkuan Ken, membuat Ken sangat kaget sekaligus heran menatapnya.


"RAI dimana Rai? RAI ayo pergi!" Hyerin terus mengoceh dan mencari Rai di setiap ujung penglihatannya. Matanya terlihat sangat sedih sekilas saja melihatnya Ken langsung bisa menebak apa yang dirasakan Hyerin.


Tidak menunggu waktu Ken menarik tubuh Hyerin ke dalam dekapannya hingga lambat laun terdengar Isak tangis yang sangat menyayat. Ken tak tahan dan bagaimana bisa dia tidak menangis menyaksikan semua kesedihan yang dialami Hyerin. Dan tak terasa air mata mulai berlomba membanjiri kelopak mata Ken hingga jatuh berhamburan melalui pipinya.


Momen ini kembali samar mengingatkan Ken tentang Sani, saat Sani bersamanya melalui waktu yang tak terasa, menjalani semua kisah yang tak menentu, hingga hari demi hari seperti tak berarti, dan saat semuanya pergi baru bisa dimengerti bagaimana sisa senyum dan kenangan Sani yang terkenang hanya saat-saat terakhir dia tiada. Dan bagaimana bisa Ken sudah menyia-nyiakannya semua waktu yang tidak sedikit baginya dan bagi Sani tinggal di tempat seperti penjara. Tempat yang hanya sementara kembali merasakan hidup, mempunyai teman baru, ingatan baru, karena semakin lama tinggal semua ingatan lama akan pudar hingga hilang dengan sendirinya. Dan semua sudah Ken alami dalam batasannya sekarang, dia harus terlihat menyedihkan saat semua kenangannya nanti akan hilang, termasuk saat dia tidak lagi mengenang Sani.


Ken dan Hyerin terus larut dalam kesedihannya masing-masing. Tapi bisa diartikan sama karena keduanya merasakan kehilangan yang sama, kehilangan satu-satunya orang yang tersisa saat kehidupan sudah berlalu dan kematian sudah datang, di kehidupan baru yang entah disebutkan apa tapi semua di mulai dari nol. Dan di kehidupan ini tidak ada yang saling memiliki semua berjalan sendirian mencari dan menemukan apapun yang diinginkan.


Ken tidak tahu, dia merasakan hal yang sama dengan Hyerin. Meski dari awal dia tahu sendiri kematian Sani tidak lain karena Hyerin yang sudah berurusan dengan iblis, tapi kali ini semua perasaan itu sudah tergantikan. Perasaan itu datang tidak diundang dan entah kapan sudah tumbuh, apakah sebagai rasa iba, prihatin, atau kasihan? Ken tidak tahu apa artinya, tapi hanya sekali lagi, hanya kali ini saja, dia ingin melakukan sesuatu sebelum akhirnya menyerah. Bisakah Ken kembali membuat Hyerin tersenyum dan sedikit melihat ke arahnya sebagai teman yang akan selalu ada dalam semua dukanya? Ken ingin semua itu, dia sudah bertekad dan tidak ada salahnya kan? Hyerin tidak akan merasa dirugikan dengan niatnya sekarang? Lagipula di kehidupan ini seorang teman dan kepercayaan adalah sesuatu yang harus dimiliki, karena semua tidak akan ada artinya jika harus sendirian. Apalagi sekarang Ken merasa situasinya sudah berubah, waktu juga mungkin akan berubah, apalagi kemunculan iblis untuk pertama kalinya dalam ingatan Ken adalah sesuatu yang baru dan mungkin ancaman sudah ada dekat di depan mata atau di setiap napas dan di sepanjang penglihatan.

__ADS_1


Beberapa saat berlalu dengan cepat.


"Yerin. Yerin!!" Ucap Ken masih mendekap Hyerin.


Waktu berlalu Hyerin masih tidak membalas seruan Ken.


Ken cepat memegang bahu Hyerin dan mendorongnya pelan melihat bagaimana Hyerin sekarang. Dari kedua sudut mata yang masih tidak mau terbuka juga terlihat bekas aliran air mata hingga turun ke bawah ke bagian ujung wajah. Bibir yang tertahan menahan Isak tangis sedari tadi membuat Hyerin tetap bungkam tidak merespon Ken.


"Ayo pergi sekarang!" Ucap Ken dan berdiri, dia juga membantu Hyerin untuk cepat berdiri.


Perjalanan mungkin baru saja dimulai dan entah sampai kapan akan berakhir dengan keinginan yang sesuai. Ken bingung menyikapi setiap kejadian yang menunggunya di depan mata. Sekarang di sampingnya ada Hyerin yang akan selalu bersamanya, Ken berharap Hyerin juga setuju untuk tetap berada di sampingnya dalam semua keadaan karena dia akan butuh seseorang yang bisa dia percayai meskipun hanya satu orang tapi itu penting kan.


Ken tiba di tempat asing yang mungkin Hyerin baru saja datang ke tempatnya sekarang. Sesekali Ken memastikan bagaimana reaksi Hyerin jika dibawa ke tempat asing lagi apakah dia akan berkomentar tidak setuju atau berkata lain?


Saat mengalihkan mata menatap Hyerin yang membisu lagi-lagi membuat semangat Ken runtuh. Dia tidak tahan mengapa Hyerin menjadi seperti patung dengan tatapan kosong dan mulut yang bungkam enggan berbicara sedikitpun. Apa yang harus dilakukannya?

__ADS_1


Ken bingung tapi bukan saatnya untuk berbicara apalagi mengatur Hyerin dalam kondisinya sekarang, itu bukan pilihan yang tepat.


Saat ini Hyerin butuh ruang dan tempat untuk bisa menyembunyikan kesedihan yang tidak bisa diukur dan dirasakan oleh siapapun, sekarang saatnya Hyerin diam mencoba hatinya untuk beradaptasi dengan kenyataan. Meski sebenarnya Ken ingin langsung bertanya inti dari kejadian yang sudah menimpa Hyerin, tentang iblis yang tiba-tiba saja bersamanya, dan tentang kondisinya sekarang.


Melihat tidak ada kesempatan Ken hanya bisa diam di samping Hyerin yang masih tidak mau mengatakan apapun. Ken berniat untuk membiarkannya hingga akhirnya Hyerin sendiri yang akan memutuskan untuk bicara, itu pilihannya sekarang.


Waktu berlalu cepat, Ken semakin terlihat gelisah dan tidak tenang. Dia sudah berdiri dan kembali duduk lalu diulanginya beberapa kali, bahkan Ken sudah berjalan kesana kemari seperti melepaskan bosan atau melampiaskan kegelisahannya. Sedangkan matanya yang tidak pernah lepas mengawasi Hyerin, dia selalu memperhatikannya setiap detik dalam waktu yang terus berlalu.


Tidak nyaman dan sangat membosankan, bagaimana bisa rasa sabarnya harus diuji lagi dengan sebab seperti ini? Jika Ken menyerah itu menandakan kualitas dirinya yang belum bisa terjamin menghadapi sikap Hyerin, dan tidak sejalan dengan keinginan Ken yang ingin terus bersama Hyerin hal itu mungkin malah membuat Hyerin tersiksa dan dia yang akan cepat menyerah.


Ken berdiri di samping Hyerin dan matanya tidak pernah diam memastikan ke arah Hyerin. Ekspresi wajah Ken sudah sangat kesal tapi sekuat tenaga dia terlihat memaksakan diri.


Jauh dari pemandangan di depannya Ken bisa melihat sebuah lapangan yang sangat luas, di sisi kanan dan kiri di penuhi oleh pohon hijau yang rindang. Pemandangan itu langka dilihatnya, jadi dia selalu nyaman saat pergi ke tempatnya sekarang ketika waktu di dimensi manusia datang. Ken hanya berkhayal jika dia juga adalah sesuatu yang hidup dan bisa menikmati semuanya.


Terlena dengan suguhan dari keindahan di depannya membuat Ken melupakan waktu yang berlalu saat itu. Ken terperanjat kaget dan membalikkan wajah dengan cemas ke tempat Hyerin duduk. Tapi Hyerin sudah hilang dia tidak terlihat di tempat semula.

__ADS_1


__ADS_2