
"Kau baik-baik saja." Ucap Rai terlihat cemas.
Hyerin tidak menjawab, pandangannya kosong tubuhnya langsung lemas dan ambruk saat itu juga.
Rai semakin tak mengerti dengan kejadian itu, dia panik beberapa kali membangunkan Hyerin namun tidak juga merespon.
Sebenarnya apa yang sedang terjadi?
*****
"Kau harus pergi lagi, tapi ingat kau tidak dapat meninggalkan tubuhmu terlalu lama. Akibatnya kau benar-benar tidak bisa kembali lagi." Nenek itu memperingatkan.
"Jika sudah melihat pintunya pergilah, jika belum kau harus bisa mencari pintu itu berada." Lanjutnya lagi.
Sekilas sosok nenek yang terus bicara dengannya sudah tidak ada di depan mata. Hyerin bingung kemana perginya. Ketika dia menoleh datang Rai dari arah yang berlawanan dan menatapnya. Saat itu Hyerin melihat, ada sebuah cahaya yang menariknya sekaligus.
Tanpa sadar Hyerin sudah masuk ke dalam pintu yang disebutkan nenek tadi. Sekarang adalah awal perjalanannya. Kali ini dia juga pergi sendirian dan membuatnya begitu gugup.
Selama perjalanan Hyerin tidak melihat apapun, dimana-mana hanya nampak seperti lorong merah yang tidak bertepi, Hyerin bahkan tidak melihat jika dia sedang menginjak sebuah lantai atau apapun sebagai alas untuk kakinya.
Beberapa waktu terus berlalu, waktu yang dilalui cukup membuatnya bosan, entah hanya perasaannya saja atau apa namun dia merasa sudah sangat lama berdiam diri. Sampai kapan perjalanan itu akan berakhir?
__ADS_1
Hanya tanya saja yang terpikirkan, untuk jawabannya Hyerin tidak yakin. Kini dia juga merasa sudah salah memilih jalan lagi entah mengapa dia merasa sudah melakukan kesalahan.
Bingung, tapi tidak ada siapapun. Matanya terus mencari ke semua arah yang masih terlihat sama. Dimana-mana tidak ada yang berbeda. Hyerin pikir untuk berjalan, apakah dengan begitu dia bisa menemukan jalannya?
Ragu-ragu kakinya mulai melangkah maju, dia tidak yakin caranya akan berhasil dan jika terjadi sesuatu akan seperti apa nantinya?
Beberapa langkah dia berhasil melakukannya, matanya masih begitu waspada beredar pada semua titik di sana.
Tidak lagi berjalan pelan, Hyerin mulai mempercepat langkahnya bahkan sekarang setengah berlari, dia butuh sesuatu tidak mungkin jika seterusnya berada di dimensi dan ruang ini. Pasti ada satu jalan yang bisa dia temukan untuk pergi ke tempat yang disebutkan nenek.
Tak terasa waktu berlalu dan semakin menyiksanya saja, setengah putus asa namun dia tidak bisa menyerah. Pikirannya mulai gusar, ketakutan terus menghantui seperti sengaja tidak ingin membuat Hyerin tenang. Satu-satunya ketakutan dia adalah terlalu lama tinggal di tempat yang tidak seharusnya, dan jika itu sudah melewati batasnya maka Hyerin benar-benar tidak bisa kembali. Artinya bukan hanya masalah yang dia selesaikan namun Hyerin benar-benar gagal sebelum menyelesaikannya.
Frustasi, ingin menangis sejadinya, rasa mual dan ingin muntah menjebaknya, melihat kemana-mana tampak sama saja, dia ingin menyerah saja tapi tidak bisa, menyerah tidak akan berarti dia bisa kembali lagi menjadi manusia. Sudah terlanjur masuk maka dia tidak bisa kembali, rasanya sudah seperti itu.
Beberapa saat Hyerin duduk, dia masih belum membuka matanya saat itu. Sekarang terdengar hening dimana-mana, hatinya bisa menebak jika Hyerin masih berada di tempat yang sama karena itu dia belum berani membuka mata.
Suara angin yang masuk tiba-tiba langsung membuat kedua mata Hyerin terbuka lebar. Hyerin masih bungkam saat itu, dia melihat setiap sudut yang tidak asing lagi. Semua gambaran itu muncul, gambaran ketika pertama kalinya dia datang ke dunia roh sebagai roh yang penasaran atau membelot.
Kakinya berdiri tegak, mata yang masih mengabsen setiap yang dia lihat, kemudian Hyerin mulai sadar jika sekarang dia sudah berada tepat di dunia roh, kedatangannya kesana persis seperti sebelumnya.
Hati-hati kakinya melangkah keluar dari ruangan yang sudah tampak sangat usang dan kotor, dia keluar dari gedung itu. Tentu saja Hyerin tahu jika gedung itu adalah gedung pertama dimana tempat kemunculannya dulu.
__ADS_1
Melihat semua suasana Hyerin masih bisa ingat jika waktu itu dia tampak bingung, tidak tahu apapun dan harus memulai segalanya kemudian mencari sesuatu sendirian.
Sekarang dia berdiri di luar menghadap ke arah gedung. Dia ingat jika waktu di dunia roh diatur dengan suara jarum jam, jika sekarang dia berada di dunia roh maka jam berikutnya dia akan kembali ke dunia manusia yang hidup.
Hyerin masih menatap gedung itu, harusnya masih ada Rai di dalam tapi dulu sejak kedatangan pertamanya ke tempat itu Ria tidak langsung menemuinya, setidaknya butuh beberapa insiden yang membuat dia bisa sampai bertemu dengan Rai.
Merasa sudah terlalu lama berdiam diri kini Hyerin memerlukan sesuatu untuk mencari tahu, harusnya dia bisa menemui roh lain dimanapun di tempat ini. Hanya harus pergi dan mencari mereka.
Tidak seperti dulu, Hyerin berjalan dengan penuh ketakutan tapi sekarang dia cukup percaya diri berjalan dengan tegak dan memperlihatkan sosok dirinya pada orang yang sengaja atau tidak sengaja melihat ke arahnya.
Sepanjang jalanan itu keadaannya masih sangat sepi, sama persis seperti dulu. Rumor gedung tempatnya datang itu adalah sesuatu yang dikutuk dan dilarang di dunia roh, tidak ada satupun dari mereka yang ingin mendekat ke sana bahkan meski sekarang dia sudah cukup berjalan tapi sosok roh lain masih tidak terlihat juga.
Hyerin masih terus berjalan, dia tidak bisa memastikan sudah seberapa jauh itu namun rasanya sudah terlalu lama.
Tapi semakin lama dia merasakan ada sesuatu yang aneh di sana. Dia merasa tidak seharusnya dimana pun sepi seperti ini.
Hyerin berlari lagi dengan panik, matanya terus mencari ke setiap arah dia yakin jika ada sesuatu lagi yang terlewatkan saat itu. Bukan kedatangannya yang salah tapi tempatnya yang salah, jika seperti ini terus artinya dia sudah salah kembali memilih jalan. Lantas kemanakah dia harus pergi?
Semua masih menjadi teka-teki, Hyerin pikir setelah melewati ruang hampa tadi seterusnya adalah kabar baik, tapi ternyata dia harus menghadapi lagi kesulitan. Dia tidak menemukan tempat seperti yang disebutkan oleh nenek itu, dia mungkin tidak pergi ke tempat yang sama, dan semuanya salah.
Bingung apalagi hanya dia sendirian, tidak ada yang bisa dia tanyakan pada siapapun karena mereka juga tidak nampak dimana-mana.
__ADS_1
Hyerin bangkit lagi dan bersiap untuk kembali mencari. Dia tidak boleh berhenti apalagi putus asa, tidak ada waktu untuknya dan dia tidak ingin menjadi salah satu yang gagal.