Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Rencana kelompok Key


__ADS_3

"Ada sesuatu yang terjadi." Ucap seseorang berhasil menjadi pusat perhatian semua orang.


"Benar, kenapa ada kasus seperti ini?" Timpal lagi yang lainnya.


"Sebaiknya seseorang harus pergi ke tempat mu untuk memastikan."


"Apa memang bisa? Kau tahu dengan Rai? Kita tidak boleh mengambil resiko lagi."


"Dan kita hanya harus menunggu saja sampai semua menghilang lagi?" Pernyataan ketusnya membuat keadaan sedikit meredam.


"Rai. Memangnya ada apa dengan Rai?" Tanya Hyerin menengahi perdebatan.


Orang-orang langsung memperhatikannya, Hyerin melihat seorang lelaki yang kemudian menarik napasnya dan terlihat lagi perasaan khawatir mereka yang tidak bisa disembunyikan.


"Dia bahkan melupakan dewa kematiannya sendiri."


"Siapa?" Tanya Hyerin semakin penasaran.


"Rai adalah dewa kematian mu, dan sebelumnya kita sudah menduga jika Rai adalah penyebab dari semua orang yang hilang." Jelas perempuan tadi terlihat antusias.


"Kenapa menghilang?" Ketus lagi Hyerin yang tidak bisa menghentikan rasa penasarannya karena dia memang tidak mengingat semua hal.


"Jadi masalah terbesarnya adalah semua orang satu persatu hilang dan tidak diketahui pasti sebabnya, tapi mereka yang hilang adalah yang pernah berinteraksi atau terlihat dekat denganmu. Lalu kita sudah menyimpulkannya sejak lama, jika semua yang terjadi penyebabnya adalah karena Rai." Terangnya tanpa memberikan kesempatan yang lain berbicara.


Hyerin hanya bisa terdiam menerima semua kenyataan yang asing didengarnya. Kenapa juga dia bisa sampai lupa dengan hal sepenting ini. Dia tidak bisa berdaya dengan semua masalah besar yang menimpa. Mata Hyerin membulat menanggapi penjelasan yang membuat dirinya merasa kecewa.


"Kau sudah sangat lama hilang, kita tidak bisa menemukanmu di setiap tempat. Padahal kita semua sudah merencanakan hal yang sangat berharga dan menjadi harapan semuanya."


"Dan orang-orang hilang begitu saja sampai kita hanya tersisa berlima." Tambah lagi yang lainnya.


Hyerin mematung mendengar satu persatu kata yang lolos melewati Indra pendengarannya. Ternyata di luar dugaan, dia sebelumnya sudah memiliki masalah yang sangat besar dan dia sudah meninggalkan orang-orang dengan ketakutan dan rasa kecewa. Tiba-tiba matanya membulat saat dia sadar dengan perkataan perempuan itu yang menyebutkan jika dirinya sudah sangat lama hilang.

__ADS_1


"Memangnya sudah berapa lama aku hilang?" Tanya Hyerin.


"Sebelumnya selama itu kau ingat sudah pergi kemana saja dan dengan siapa? Jelasnya kamu sudah menghilang lama dan kita semua tidak bisa menemukanmu."


Hyerin tertegun dia sedikit berpikir karena dirinya tidak merasa sudah pergi lama kemana saja, dia ingat hanya terbangun di gedung itu dan juga bertemu Rai.


Semua orang seolah mengerti jika memang kenyataan ini tidak begitu mudah bisa diterima Hyerin, dia benar-benar sudah kehilangan ingatannya.


Hyerin hanya mematung tidak menjawab pertanyaan, dia sudah sangat terkejut dan hal tersebut semakin membuat hatinya tidak tenang. Pikirnya mungkin ada hal lain yang lebih mengejutkan dari kenyataan yang baru saja dia dengarkan sekarang.


Semua orang termasuk dirinya sudah merencanakan siapa yang akan ikut dengan Hyerin ke tempatnya. Dengan resiko dan ancaman yang tidak bisa diprediksikan karena selama ini dan sejak awal tidak pernah ada orang yang berani masuk ke gedung rumah sakit tempat Hyerin. Seolah menjadi tempat yang dikucilkan atau dianggap terlalu berbahaya oleh semua orang. Mungkin orang-orang menganggap jika tempat Hyerin adalah tempat terlarang yang tidak boleh didatangi lagi.


"Ayo sekarang bawa aku ke tempat mu!" Pinta seseorang di ruangan yang berbeda.


Hyerin hanya balas memandanginya seolah tidak mengerti.


"Cepat kita harus pergi sekarang juga." Pintanya lagi menegaskan.


"Kau tinggal membawaku ke gedung rumah sakit, tempat itu." Jelasnya.


Hyerin mulai mengerti dia menarik lengan perempuan itu dan berjalan melangkahkan kakinya.


"Kenapa malah berjalan seperti ini, yang ada kita akan cepat diketahui atau dicurigai oleh Rai. Cara instan saja cepat menghilang ke tempat mu langsung."


Hyerin masih terdiam.


"Astaga... Ayo seperti ini." Perempuan itu langsung memegang tangan Hyerin dan sekejap mata Hyerin langsung melihat takjub karena dia sudah berada di tempat lain yang berbeda.


"Kau bisa melakukannya kan?" Pintanya lagi.


Hyerin masih memandanginya terheran.

__ADS_1


Beberapa saat orang yang bersamanya sudah merasa kesal sendiri. Hyerin merasa tidak enak karena dia tidak paham.


"Aku. Aku tidak bisa melakukannya." Jelas Hyerin. Sekilas langsung muncul dalam ingatannya kejadian yang memperlihatkan dia yang kebingungan juga tidak bisa menghilang seperti yang lain. "Aku ingat. Aku memang tidak bisa melakukannya. Hal itu melintas di ingatan jika aku memang tidak bisa melakukannya sejak awal."


Alih-alih merasa tenang dan bisa menerima penjelasan Hyerin, perempuan itu malah semakin panik seperti baru saja menemukan sebuah kenyataan yang tidak diharapkan.


"Sangat mustahil. Kita semua roh bisa melakukannya kenapa dengan mu?" Ucapnya yang terlihat panik.


"Ya... Aku memang tidak bisa melakukannya, ada yang salah?" Tanya Hyerin yang sangat terus terang.


"Ini baru pertama kalinya terjadi. Karena ada roh yang tidak memiliki kemampuan apapun seperti mu. Aku sangat tidak paham mengapa begitu banyak yang terjadi dan mustahil untuk dipahami seperti ini."


Hyerin baru mengerti jika dirinya tidak sama dengan yang lain, itu sebabnya kenapa perempuan itu bisa panik dengan kenyataan yang diutarakan Hyerin.


"Ayo.!!" Ucap perempuan itu yang tanpa basa-basi lagi langsung membawa Hyerin ke tempat lain. Terlihat jika sebuah tempat yang ada di hadapannya tidak begitu jauh dengan rumah sakit, hanya di depan belokan sedikit saja sudah sampai ke tempat yang dituju.


Hyerin tidak bisa menutupi perasaan ragu hingga terlihat dari caranya berjalan. Ekspresinya bingung, dia baru pertama kali membawa orang lain ke tempatnya.


"Hati-hati, lihat dulu apakah ada Rai?" Terang perempuan itu yang mulai membuat pergerakannya terjaga.


"Ayo masuk saja!" Pinta Hyerin langsung.


Tanpa menunggu lama perempuan itu menginjakkan kakinya masuk secara perlahan bersama Hyerin.


Pemandangan gedung memang sangat mengerikan, begitulah mungkin yang dirasakan perempuan itu sama halnya dengan yang dirasakan Hyerin.


Sangat perlahan Hyerin berusaha tenang berjalan melewati setiap pintu yang dibiarkan terbuka. Sekarang di dalam ruangan hanya ada Hyerin dan satu orang lainnya, tapi entah mengapa Hyerin merasa tidak tenang dia lebih merasa takut dibandingkan sebelumnya.


Tanpa sengaja kedua orang tertahan dengan sepasang pupil mata yang melebar. Kakinya mematung tidak bergerak lagi. Di depannya ada seseorang yang membuat dia harus menahan napas karena kaget.


Rai, lelaki yang ada di hadapannya. Hyerin tidak bisa berhenti merasakan kaget ketika berpapasan dengan Rai, antara merasakan takut dan bingung. Apakah Rai yang ada di hadapannya orang yang sama? Atau orang lain yang mirip dengan Rai?

__ADS_1


__ADS_2