Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Ken juga?


__ADS_3

Semua belum selesaikan? Hyerin memejamkan matanya mengambil dalam-dalam napas dan mengaturnya naik turun, merasakan satu persatu sesak di dadanya kian hilang. Seiring dengan napas yang terhembus bayangan Yora terus menerka di dalam pikiran, menggambarkan dengan jelas kenangan tentang sahabat yang telah mengisi separuh waktunya hidup, bukan hanya sebagai teman karena Yora dulu adalah satu-satunya yang dia miliki untuk bisa tersenyum juga alasannya untuk terus melupakan setiap kesedihan karena nasibnya yang sudah tak memiliki ayah, perasaan yang menyiksa dalam setiap waktu.


Hyerin hapal semua ekspresi Yora, saat dia benar-benar sedih. Hidup dengan suka duka yang tak jarang Yora sembunyikan, kadang Yora lupa caranya bersedih dan mengutuk hidup seperti Hyerin, tapi dia dengan senyumannya yang terus bertahan dan menjadikannya kuat dalam semua keadaan.


Dalam semua kata-kata yang pernah Hyerin dengar, tak pernah ada satupun yang terlintas untuk menyakiti semua sahabatnya, tidak pernah Hyerin ingat kapan dia merasa sakit hati karena ucapan Yora.


Dalam diam Hyerin menahan kedua bibirnya yang sudah sulit untuk berbicara, dia menutup mata berharap tangisannya berhenti, menengadahkan wajahnya menghadap langit agar semua tidak terasa berat dan berjatuhan dengan tangisan yang terus mengalir.


Semuanya, bagaimana bisa Hyerin lupa tentang semuanya. Bagaimana bisa? Setelah kehilangan Rai mengapa harus kehilangan Yora? Apa yang sedang terjadi dengan hidupnya? Apa yang sedang mempermainkannya? Hyerin terus bertanya tak tahan. Rasanya sangat sakit, melupakan semuanya tidak semudah ketika sudah kehilangan.


Tanpa Hyerin tahu dari kejauhan Ken menundukkan wajah, melihat semua yang dilakukan Hyerin dengan sisa Isak tangis yang tidak mudah dia hentikan, melihat saat Hyerin memaksa dirinya untuk tegar tanpa siapapun lagi. Sakit rasanya, hati Ken berteriak tak terima, tapi bisa apa dia sekarang? Hyerin tak menerima kedatangannya kan?


Ken menunduk bingung, hatinya tak kuasa dan kedua tangan yang ingin segera menghapus dan menghentikan tangisan Hyerin, tapi dia bisa apa? Hanya diam dan melihat dari kejauhan.


Kedatangan iblis membuat semua orang sengsara lebih sakit dari siapapun. Dan mengapa harus ada iblis di dunia ini? Mengapa harus ada dunia seperti ini? Hidup di sini berarti mengenang lebih lama kesedihan lama. Seperti itu kan?


Ken berbalik dia pergi dari tempat itu, selain karena tidak ada yang bisa dilakukannya dia juga butuh suatu perhitungan dengan iblis itu. Pasti dia bisa melakukan sesuatu untuk memberi pelajaran pada iblis yang semakin seenaknya.


****


"Aku bisa. Jika mengakhirinya sekarang kehilangan Rai dan Yora tidak ada artinya." Batin Hyerin. Dia bangkit berdiri menatap jauh-jauh dan samar terlihat matanya menangkap sosok Ken dari kejauhan sedang berjalan entah kemana.

__ADS_1


"Ken." Hyerin tidak ingat sejak kapan Ken bisa terus mengikutinya, ya seperti dulu yang dilakukan Rai. Andai saja ingatannya kembali lebih cepat mungkin akan lebih banyak waktu bersama Rai.


Siapa yang tahu semua akan terjadi secepat dan sesingkat ini? Yora pergi dan mungkin dia tidak akan menemukannya dalam beberapa reinkarnasi kehidupan. Karena seingat Hyerin roh yang tiada di tangan iblis tidak akan pernah reinkarnasi lagi.


Saat berjalan di bawah teduh nya langit saat itu, seisi kota yang sudah berubah bagi Hyerin masih asing. Sekarang yang berbeda hanya karena dirinya bukan lagi seorang roh seperti dulu. Perjanjian itu memang sesat, dia tidak tahu jika menjadi dewa kematian harus mengorbankan dewa kematian lain, seperti hidupnya adalah pemberian orang lain dirampasnya dengan paksa.


Hyerin berjalan ke arah jalanan yang sudah lama menampungnya, jalan menuju gedung rumah sakit. Entah mengapa dia hanya merasa harus pergi ke tempat terkutuk itu lagi.


Sekarang dia tidak lagi terpengaruh oleh pergantian waktu di tempatnya sekarang, Hyerin bebas seperti orang asing di dunianya.


Tak lama dia sudah berdiri di depan gedung rumah sakit. Pelan dilihatnya dengan sangat detail tempat pertama yang mengenalkannya lagi dengan dunia roh ini, dia tidak tahu mengapa harus berawal dari tempat yang diharamkan oleh orang lain untuk datang, karena selain dirinya tidak ada satupun orang yang berani datang ke tempat ini.


Hyerin melangkahkan kaki lagi di lantai rumah sakit yang mungkin sekarang tempat itu kosong tanpa penghuni. Dia terus berjalan menyusuri ruang hampa yang pemandangannya masih tetap menyakiti mata, jika sebagai roh biasa yang normal dia memang tidak akan pernah datang lagi dengan alasan apapun.


Belum jauh melangkah tina-tiba sesuatu keluar dari arah pintu ruangan terlempar dari dalam dan membentur tepat ke tembok. Hyerin membulatkan mata, melihat seseorang meringkuk terlempar dari dalam. Dan dia tidak menyangka jika orang itu tak lain adalah Ken.


Hyerin berlari mendekat ke arah Ken tapi tiba-tiba hal yang lebih mencengangkan terjadi lagi, iblis keluar dari dalam ruangan.


Hyerin berbalik dan melihatnya dengan emosi, apalagi saat iblis tersenyum sinis menertawakan Ken yang tersungkur tak berdaya.


"Dia so jagoan datang ke sini. Tahu diri sekarang!" Ucapnya yang lalu tak lama menghilang dan membuat Hyerin semakin marah.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan di tempat ini?" Tanya Hyerin meski Ken tidak meresponnya juga.


Hyerin pergi tanpa basa-basi lagi, dia tidak mau jika Ken terus lebih lama di tempat itu.


******


"Dari mana saja?" Ucap seorang lelaki terlihat khawatir mendekati Hyerin yang terhuyung membawa Ken.


Sedangkan Rere masih diam saja melihat.


"Kenapa Re?" Tanya Hyerin saat memutar mata melihatnya heran.


"Dia pasti mendatangi iblis kan?" Cetus Rere masih bersikap dingin.


"Sudahlah sekarang bantu saja!" Timpal teman lelaki Rere yang malah sibuk antusias menolong.


"Kenapa kau nekat datang ke sana? Kau tahu kan iblis itu bukan lawan yang adil?" Bentak Rere mendekat sambil marah-marah.


"Apa sih, orang lagi sekarat seperti ini malah marah-marah." Komentar temannya. Sedangkan Hyerin menjadi diam tanpa berkomentar atau protes apapun. Dalam hatinya yakin jika Ken melihatnya saat siang tadi dan mungkin itu adalah alasannya pergi menemui iblis itu. Senekat itu? Rasanya sangat bersalah jika saja dia telat mungkin iblis juga sudah membawanya pergi hingga tiada.


"Jangan jadi so pahlawan lagi! Kalau kau peduli sama orang, pikirkan juga dirimu sendiri!" Omel Rere yang pasti di dengar oleh Ken.

__ADS_1


Sesekali Ken melihat Hyerin yang masih diam saja tapi tidak protes hingga harus merawatnya juga dan luka-lukanya. Beruntung sekali Hyerin datang, benar juga jika dia sampai terlambat datang mungkin nasibnya memang akan berakhir di tangan iblis itu.


"Beruntung kau masih hidup, setelah ini aku gak akan peduli lagi terserah mau apapun juga!" Ancam Rere yang masih terus mengomel.


__ADS_2