Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Rencana teman Rai


__ADS_3

Rai benar-benar diam saja, matanya fokus memperhatikan sepasang mata yang terus memperhatikannya dengan tatapan tajam. Sedangkan Hyerin sudah berlari ke arah lain dan tak tertinggal diantara mereka juga mengejarnya. Entah apa yang akan terjadi mulai dari sekarang, Rai tidak tahu caranya untuk lolos dari kejaran mereka para sekte iblis karena dari dulu dia sangat membenci sekte mereka.


Tak ingin kalah Rai juga memperlihatkan matanya galak. Dan tanpa aba-aba mereka berlari menyerbu Rai, sampai Rai tidak pernah menyangka nya jika bukan hanya satu orang tadi yang berlari ke arahnya melainkan muncul begitu banyak.


Rai hanya tercengang mematung diantara nasib yang membuatnya tak bisa berkutik sedikitpun.


Sekarang sudah saatnya menyerah, dia tidak ingin bersikeras lagi karena akhirnya juga akan gagal.


Sampai memejamkan matanya, Rai tidak tahu apa yang terjadi dalam hitungan detik. Namun, aneh sekali karena dia tidak merasakan apapun setelah beberapa detik. Suara juga hening di sekitarnya.


Kedua matanya terbuka lagi, melihat ke sekian banyak sudut terutama pada setiap jengkal tubuhnya. Rai tidak panik lagi karena tidak terjadi apapun dengan tubuhnya. Lantas mereka semua yang tampak banyak seperti tadi, kini hanya meninggalkan satu orang yang sama dan juga memandanginya aneh.


Tidak terjadi apapun, harusnya serangan tadi mempan dan bisa merusak mental Rai. Tapi tidak terjadi apapun.


Batin orang dari sekte iblis itu melihat Rai tanpa mengedipkan matanya sedetikpun. Begitupun Rai yang melihatnya dengan tatapan sama. Ada yang salah? Atau memang tidak ada yang benar?


Harusnya sudah cukup dengan cara itu bisa melumpuhkan roh manapun.


Kemudian bersamaan Rai dan lelaki itu memperlihatkan ekspresi yang sama. Keduanya tercengang aneh.


Masalahnya bukan karena tidak mempan, tapi alasannya karena Rai bukan seorang roh lagi, dia adalah manusia yang tidak tersentuh oleh roh bahkan oleh kelompok sekte mereka.


kali ini senyuman licik tersungging di sudut mulut Rai. Dia puas sekali karena sudah menyadari jika mereka tak akan pernah mempan lagi untuk membuatnya terluka atau mati. Tentu saja karena dia manusia yang utuh seperti sekarang.


Tak menghiraukan lagi kata-kata dan ocehan dari mereka, semua roh berkumpul dan melihatnya pun kali ini tidak membuat mental Rai jatuh. Sebaliknya Rai merasa bangga karena dia adalah manusia untuk saat ini.


Rai terus berjalan menyusuri arah tadi ketika Hyerin berlari kesana. Harusnya tidak terjadi apapun juga pada Hyerin kan?

__ADS_1


Dan benar saja, ketika belum lama berjalan Hyerin sudah tampak di depan mata memandangi Rai dengan wajah yang datar.


Kali ini meskipun para roh sekte itu berusaha kuat untuk bisa menyentuh Rai, tapi kenyataannya mereka tidak akan pernah bisa. Jadi tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan bukan?


"Mereka bodoh, jangan hiraukan lagi. Sebaiknya kita pergi dengan santai." Ucap Rai dengan percaya dirinya, Hyerin melihat ekspresi kesal dari wajah para roh itu. Tapi bukan saatnya bersantai dan meladeni masalah kecil seperti itu yang akan membuatnya semakin lebih lama lagi sampai ke tempat tujuannya.


"Ternyata kita berdua yang bodoh, harusnya sudah dari awal memikirkan hal itu." Hyerin bermaksud menyinggung dirinya sendiri, dia sedikit terlambat sadar jika kali ini mereka adalah sosok manusia yang utuh.


Rai menatap kesal ke arah Hyerin, tak terima dengan sindiran itu. "Kau yang bodoh, aku tidak sama sekali." Ucap Rai tegas.


"Sebaiknya kita harus lebih serius lagi, sebenarnya aku tidak begitu yakin apakah perjalanan ini bisa memberikan solusi." Ungkap Hyerin sepanjang jalan.


Mendengarkan pernyataan yang tidak percaya diri membuat Rai segera menghentikan langkah kakinya lagi. Dia masih kesal dan bertambah kesal lagi. "Jika tidak percaya mengapa kau masih melanjutkan jalannya?" Rai berusaha menyadarkan Hyerin.


Hyerin masih berjalan tidak sedikit goyah dengan perkataan Rai. "Memangnya kau ada cara lain? Kau pikir dengan begitu yakin maka kita akan cepat menemukan jawabannya." Nada santai saat berbicara, Hyerin tidak memperlihatkan rasa khawatir seperti yang diungkapkan nya tadi.


Yasudah lebih baik berjalan saja mengikuti skenario yang harus mereka hadapi.


"Apa kita bisa beristirahat? Lebih banyak beristirahat?" Oceh Rai setelah sekian lama berjalan. Karena menjadi manusia dia bisa merasakan sensasi lelah lagi.


Hyerin diam seribu bahasa. Dia kesal dan sempat terlintas harusnya Rai tidak banyak mengeluh karena dia laki-laki, sikapnya itu cukup menyebalkan juga.


"Kita harus istirahat, minum dulu dan tidur sebentar." Rai masih mengeluh, dia langsung duduk diantara kursi taman jalan. Napasnya naik turun karena terlalu capek. Tapi ketika matanya melihat Hyerin yang masih berjalan membuat dia harus bisa memaksa tubuhnya bangkit dan berjalan lagi. Seperti itu kan?


Terpaksa lagi, sangat susah payah Rai harus mengumpulkan kekuatannya yang bisa kapan saja menemukan lagi batasan.


"Apa kau tidak pernah merasa capek? Apa kau tidak haus atau lapar? Benar-benar luar biasa." Cetus Rai yang langkahnya lunglai berusaha mengejar Hyerin.

__ADS_1


Tanpa disadari Rai, Hyerin langsung menghentikan langkah kakinya itu hingga Rai melewati tubuhnya.


"Aku juga sama manusia, tapi tidak banyak mengeluh seperti itu. Aku perempuan tapi tidak secerewet itu kan." Emosinya Hyerin mengatakan hal itu.


Rai tertegun dalam langkahnya, dia sadar karena Hyerin tertinggal di belakang.


Rai menoleh ke belakang melihat Hyerin yang berdiri di sana. Tapi matanya sekarang cukup tertarik dengan pemandangan lain, tak lain sekelompok orang di belakang Hyerin yang membuatnya terdiam.


"Hey kalian mengikuti ku?" Seru Rai berjalan memburu mereka. Bahkan matanya tidak menoleh ke arah Hyerin sedikitpun meski Hyerin sudah berhasil dia lewati.


Sekelompok roh yang bisa dikatakan jika mereka adalah teman Rai. Dan akhirnya mereka sibuk dengan obrolan yang tidak didengarkan okeh Hyerin.


Terpaksa Hyerin harus mengurungkan niat untuk melanjutkan perjalanan itu, alasannya karena dia harus menunggu Rai menyelesaikan obrolannya.


Dalam jarak tertentu, Hyerin duduk sendirian tidak berniat untuk mendekat menghampiri mereka semua. Dia tidak ingin melakukannya.


"Kau benar-benar menyedihkan sekarang. Apa setelah menjadi manusia lagi itu menyiksamu?" Komentar seseorang pada Rai yang saat itu terduduk lesu dan mengibaskan secarik kertas karena kepanasan oleh cuaca yang cerah.


"Aku sebenarnya ingin menyelesaikan masalah saja, tidak ada yang lain." Jawab Rai tidak ingin mengungkapkan seberapa besar dia tersiksa. Gengsi juga jika harus mengungkapkan segalanya.


"Kau mau mengikuti wanita itu terus! Memangnya kau yakin bisa menemukan solusinya?" Teman yang lain bertanya.


"Memangnya kau sudah terpikirkan cara lain untuk masalah ini?" Ucap Rai seperti yang dikatakan Hyerin tadi padanya.


Semua terdiam bungkam, memang benar karena tidak ada yang bisa menebak solusinya sebaik Hyerin.


Semuanya saling pandang, seseorang kemudian terlihat tampak bersiap bicara.

__ADS_1


Rai penasaran sekali apa yang mereka pikirkan dan apa yang akan mereka katakan padanya.


__ADS_2