Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Sekelompok orang


__ADS_3

Jam kembali berdentang memenuhi ruang dan waktu di tempat yang sunyi tidak berpenghuni. Pemandangan usang dari gedung rumah sakit yang tidak diindahkan oleh siapapun, di tempat itu menjadi satu-satunya yang terlihat paling menegaskan kengeriannya. Selain menjadi tempat terlarang, gedung itu kini sudah kehilangan Hyerin yang sudah hidup kembali di dunianya. Sedangkan Rai hanya bisa sesekali pergi melihat keadaan Hyerin lalu kembali lagi ke tempatnya.


Ada satu yang tidak disadari Rai saat itu, jika isu tentang Hyerin ternyata sangat cepat menyebar. Entah siapa yang memberitahu orang-orang, hingga hal terbesar yang hanya terjadi di depan mata Rai sudah menyebar dan menjadi obrolan hangat oleh semua roh di tempat itu.


Insiden yang terjadi pada Hyerin tanpa sengaja kembali mengundang sekelompok orang yang juga tidak pernah diketahui Rai. Orang-orang itu memiliki hubungan penting dengan Tania. Padahal Tania tidak pernah memberitahu kepada sekelompok temannya, dia sangat menutup rapat-rapat tentang sesuatu yang didapatkan dan tidak menghiraukan jika semua yang diketahuinya akan berakhir tanpa solusi. Tapi sekelompok orang itu kini muncul ke tengah-tengah warga, entah apa tujuannya. Apakah ketakutan Tania akan terjadi juga? Jika temannya itu mengekspos diri maka kehancuran juga akan datang pada mereka.


Di tempat lain roh biasa yang tidak terlibat dalam masalah dan tidak terlalu menghiraukan semua masalah, tetap menjalani kehidupan dengan normal dan mungkin mereka tidak peduli jika suatu waktu akhir itu datang pada mereka tanpa basa-basi.


"Kita harus selalu bersama dan jangan ada satu orangpun yang melakukan rencana di luar instruksi." Jelas seorang lelaki pada salah satu temannya. Meski kedua orang itu adalah roh namun ada perbedaannya, mereka tidak menjalani hidup dengan normal mereka memiliki misi yang tidak diketahui oleh siapapun juga.


"Itu mudah, tapi kita harus memastikan dulu dimana Tania. Dia seharusnya memberitahu tentang informasi yang didapatkan." Sarannya.


"Sudah lupakan saja Tania. Anggap saja dia sudah tidak ada." Jawabnya lagi.


Wanita di sampingnya saat itu merasa heran dengan perkataan yang begitu saja dengan enteng dilontarkan.


"Bagaimana bisa kau menyebutkan Tania sudah tidak ada, kita bahkan belum berusaha mencarinya di sini ." Ucapnya emosi.


"Lupakan saja!" Ucapnya singkat.


Wanita di sampingnya mengernyitkan dahi tanda kesal dan tidak puas dengan sebuah jawaban yang didapatkan.


"Aku akan menemukan Tania. Dan kau tidak bisa menghentikannya!" Tanpa diduga wanita itu masih tetap bersikeras dan mengucapkan tekadnya.


"Jangan bodoh, kau bisa apa?" Cela nya menghentikan langkah wanita itu yang sudah siap pergi.


"Kau juga mau cepat mati sia-sia? Mencari Tania sama saja mencari kematian sendiri. Kau tidak ingat bagaimana Tania menyebutkan jika dia tidak juga kembali maka anggap saja dia tidak ada. Semua orang juga tidak tahu bagaimana dengan Tania, apa yang sudah terjadi. Dan KAU?"

__ADS_1


"Apa menurut mu? Kau sudah lupa dengan teman sendiri?" Wanita itu masih emosi hingga terus berusaha untuk pergi.


Tanpa basa-basi lagi lelaki di sampingnya langsung menarik lengan wanita itu karena dia melihat pemandangan yang ramai di sekelilingnya.


"Lepaskan!" Wanita itu berhasil menarik lengannya hingga membuat pusat perhatian ke arahnya.


Berulangkali diperingatkan, tapi apa daya wanita temannya itu tidak bisa diberi tahu. Dan kini dia sudah kehilangan jejak, entah kemana. Karena lebih tahu jika terus saja mengekspos diri seperti ini maka seperti yang dikatakan Tania, jika bahaya akan terjadi.


"Apa tidak apa-apa?" Tanya dalam hatinya. Lelaki itu adalah Ken dan wanita tadi Sani.


Ken masih bingung untuk melanjutkan jalannya, pikiran yang terganggu karena sekarang dia sendiri dan Sani sudah pergi entah kemana. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Sani? Ken segera mempercepat langkahnya mendatangi sebuah pohon besar yang ada di samping jalan, kebetulan jalanan masih sepi.


Tiba-tiba langkah kakinya berhenti karena perhatian yang tertuju pada orang di hadapannya. "Rai." Sebutnya tidak percaya.


Ken segera berpura-pura tidak melihatnya, dia menarik wajah dan sibuk memperhatikan ke arah lain. Dengan bersikap seperti itu menandakan jika dia bukan hanya takut tentang Rai tapi juga ragu apakah Rai yang dilihatnya itu yang asli?


Ken sangat terkejut tapi apa yang bisa dilakukannya? Dia tidak bisa mengatakan sepatah katapun.


"Kau terus memandangiku tadi. Benar?" Tanya Rai dengan nada dingin seperti biasa.


"Tidak. Aku tadi hanya sekilas." Jawabnya penuh hati-hati.


Karena waktu yang tidak memungkinkan membuat Ken tidak bisa memiliki kesempatan untuk memilih setiap kata yang akan diucapkannya itu. Dia sedikit menunjukkan takut jika kata-kata yang diucapkannya salah.


Rai tidak membalasnya dengan perkataan apapun, dia langsung menarik dengan paksa Ken yang saat itu dalam keadaan tidak bisa menolaknya.


"Kamu kenal dengan wanita itu?" Langsung tanya Rai di satu tempat yang tidak diketahui oleh Ken.

__ADS_1


Ken yang sendiri hanya bisa melihat ke kanan dan ke kiri, dia tidak bisa membalas tatapan Rai dengan pertanyaannya itu.


"Tania!" Ucap Rai.


Ken langsung bereaksi saat nama Tania disebut. Sepertinya dia tidak bisa menyembunyikan jika sangat mengenal Tania. Terlihat dari mata Ken yang bergerak ke sembarang arah.


Rai langsung diam melonggarkan pegangan tangannya dengan mudah. Tidak lagi bersikeras seperti tadi.


"Kamu tahu artinya jika sudah menemui ku di tempat ini? Tania pun sudah tidak ada." Jelas Rai terbata. "Lalu, kenapa nekat kembali?" Lanjutnya.


Ken masih tidak menjawab, sepertinya dia sangat terkejut dengan pernyataan Rai yang menyebutkan bahwa temannya itu Tania sudah tidak ada. Ternyata ucapannya tadi benar, padahal jauh di dalam hatinya Ken tidak berharap jika Tania memang sudah tidak ada.


Rai melihat ke arah Ken yang masih diam. Seperti mengerti Rai hanya menepuk lengannya dengan lembut. Secepat cahaya suasana langsung berubah. Karena Rai keduanya sudah pergi ke tempat lain.


Ken membagikan edaran matanya ke semua yang nampak membuatnya kaget.


"Setidaknya di sini aman. Dan jika waktu berganti kamu harus kembali ke tempat ini lagi." Jelas Rai singkat.


Rai membuka sebuah pintu lalu bersiap keluar dari ruangan yang hanya menyisakan ke duanya.


"Tidak tunggu!" Ucap Ken menghentikan.


Rai langsung berbalik.


"Sani." Ucap Ken menundukkan wajah. Sepertinya dia ragu dan sudah berbuat salah menyebutkan nama Sani.


"Wanita itu akan aman, aku janji!" Jawab Rai langsung meninggalkannya.

__ADS_1


Ken tidak sempat kembali menghentikan, dia sudah kehilangan lelaki asing yang belum dia ketahui namanya. Dan tentang ucapan lelaki itu, apakah dia benar atau hanya berbohong?


__ADS_2