
Suasana secepat cahaya berubah.
Angin bertiup lamban dan berbaur dengan pemandangan musim panas yang difavoritkan oleh orang-orang.
Hyerin dan Ken berdiri saling erat berpegangan tangan, seperti bersiap untuk melangkah bersama dan menciptakan perubahan yang mungkin bisa diharapkan untuk memperbaiki keadaan.
Hyerin menatap Ken, sorot matanya sama persis ketika dia juga melihat Rai di sampingnya dulu.
Hyerin lalu segera menarik penglihatannya, dia sedikit merasa aneh sekarang yang dia rasakan sama persis ketika dia bersama Rai. Bola matanya bergerak dan melihat tangan yang saling bertaut. Sejenak Hyerin terkejut sejak kapan Ken atau dirinya dengan tangan yang sudah dalam posisi seperti itu.
"Ayo kita cari orang-orang!" Ajak Ken setelah mengakhiri lagi kekagumannya pada sejumlah orang yang sangat sibuk hilir mudik.
Hyerin terperanjat dan langsung menatap mata Ken, tapi tidak lama dia langsung menarik matanya lagi dan menundukkan kepala menyembunyikan pipi yang mungkin merona di atasnya.
"Baik, kita pergi." Jawab Hyerin gelagapan.
"Ada yang berbeda sekarang." Ucap Ken langsung memperhatikan Hyerin yang masih menunduk.
Mendengarnya membuat Hyerin salah tingkah, dia yakin jika Ken menyinggung tentang sikap dan caranya bicara. Bisa sangat malu jika Ken tahu apa yang dipikirkan Hyeri.
"Tidak ada. Pergi cepat!" Ucap Hyerin seperti menarik kesimpulan dari kesalahpahaman Ken.
Hyerin menarik tangan Ken dan memapahnya berjalan. Napasnya naik turun, begitupun Hyerin merasa degup jantungnya yang berirama tak konsisten.
Kali ini tangan Hyerin sudah berani menggandeng tangan Ken secara langsung, meski hitungan berapa detiknya Hyerin harus merasa tak tahan gugup.
"Ada yang berbeda di sini!" Ucap Ken segera menarik lengan Hyerin untuk berhenti tepat dimana dia juga berdiam diri.
Hyerin langsung menengadah dan melihat maksud Ken padanya itu.
__ADS_1
Setelah melihatnya Hyerin langsung tercengang tak percaya. Dia pikir pemandangan yang ada di depan matanya hanya seperti awan hitam di musim panas. Sangat aneh. Apa yang sebenarnya terjadi? Tanya hatinya.
Hyerin harus fokus berpikir tentang yang dilihatnya sekarang, dia harus mengumpulkan ingatan dan menebak kejadian itu dengan fakta.
"Sekarang apa yang kamu pikirkan?" Tanya Ken kembali melanjutkan bicaranya.
Hyerin segera menggeleng tanpa berbicara dan ikut menebaknya, Hyerin hanya memilih diam karena sebenarnya juga dia tidak tahu kejadian seperti itu apa.
"Ken, apa akan ada sesuatu buruk yang terjadi?" Tanya Hyerin.
"Itu yang aku tanyakan tadi, kan?" Jawab Ken.
"Sebaiknya poros hitam awan itu kita harus menghindarinya!" Tebak Ken.
Sebaliknya Hyerin Hanya bisa berkomentar sesaat dan dia sudah tidak bisa mengatakan apapun lagi. Selama fokus mengingat Hyerin tidak pernah mengalami sebuah kejadian seperti sekarang.
"Sudahlah lupakan! Kita fokus lagi dengan tujuan." Ken langsung memberikan sebuah keputusan
Saat berjalan lagi-lagi Hyerin menghentikan kakinya dan otomatis Ken juga berhenti.
Ken melihat ke arah Hyerin tanpa bertanya. Ken bisa langsung menebaknya jika Hyerin sedang ketakutan, atau merasa ragu. Terlihat dari raut wajahnya yang sudah hilang lagi perasaan percaya diri yang biasa dia lakukan itu kan.
Ken melihat ke arah lain dan di seberang, di manapun banyak roh yang memperhatikan ke arahnya. Bahkan mereka berani terang-terangan memberikan tatapan itu pada Ken dan Hyerin.
Pasti itulah alasannya mengapa Hyerin mengubah arah jalannya. Mereka penyebabnya.
Bukan seperti pengecut melarikan diri hanya alasan Ken untuk membuat keadaan menjadi baik. Entah mengapa dia bisa peduli dan terus memikirkan Hyerin.
"Sekarang apa yang akan kita lakukan lagi?" Tanya Hyerin.
__ADS_1
Ken terpaku diam. "Apa maksudmu?" Tanya Ken setelah mendengar nada bicara Hyerin.
Hyerin berbalik dan sedikit menjauh.
"Kamu lihat tatapan orang-orang? Apa salahnya? Aku tidak tahu Ke, memang sebegitu rumitnya orang yang sedang berusaha memperlihatkan kenyataan yang sebenarnya?" Tiba-tiba Hyerin banyak berbicara dengan nada bicara emosi. Ken hanya bisa diam.
Dia sendirian mengakui hatinya yang tidak terima dengan tatapan orang-orang, Ken merasa tidak melakukan apapun yang salah kan? Dan hanya karena kesalahpahaman itu dia harus terus berlari, bersembunyi, dari satu tempat ke tempat lain.
"Memangnya kamu mau seperti apa? Aku sendiri tidak bisa tahu apa yang mereka pikirkan tentang kita dan sebab mereka seperti itu? Kau bisa tanya mereka sendiri, kan?" Balas Ken yang ikut tersulut emosinya.
Rasa kesal langsung menguasai pikiran Ken, bukan kesal karena Hyerin tapi karena orang-orang. Dan alasan itulah yang membuat dia tidak bisa mengontrol emosi.
Di satu sisi Hyerin tak bergeming, dia sama saja memikirkan kekesalan yang sama tentang orang-orang.
"Aku pergi!" Ucap Hyerin dan langsung menghilang.
Ken menyesal dia tidak bisa cepat mencegah atau bertanya kemana Hyerin akan pergi.
Hati Ken semakin gelisah, dia sangat gusar dengan semua situasi yang sudah dihadapi sampai saat ini. Kadang sekarang dia berpikir untuk menyerah dan tidak peduli lagi, tapi apa yang bisa menjaminnya jika dia juga tidak menjadi incaran orang-orang. Sudah terlanjur banyak orang yang melihat dirinya bersama Hyerin, lagi pula iblis itu juga sudah tahu jika selama ini setelah Rai tiada dia yang senang hati terus bersama dengan Hyerin.
Ken tiba-tiba merasa menyesal, dia tidak bisa menebaknya dari awal jika keterlibatannya bukan saja membahayakan dirinya, tapi juga sudah membuat posisinya sama dengan Hyerin.
Raut wajah Ken kesal, dia hanya mondar mandir seperti kehilangan ketenangannya.
Ken membanting sebuah benda yang terus di pegang oleh tangannya. Sekarang sudah jelas terlihat perasaan kesal Ken yang tidak bisa ditahannya lagi. Soalnya dia merasa sudah tidak ada jalan keluar, sialnya dia tidak bisa memperhitungkan resiko ini, dan sialnya dia sudah terlanjur terlibat dalam semua masalah. Sekarang apa yang akan dilakukannya? Hyerin pergi entah kemana.
Apa pentingnya memikirkan Hyerin lagi. Pikir Ken yang masih merasakan perasaan kesal. Terkadang perasaan itu muncul lagi. Tapi memang apa bedanya dia dengan Hyerin. Dirinya sudah menjadi orang yang sangat dicari oleh iblis itu karena Ken tahu tentang semua rahasia, rahasia yang dia ceritakan pada Hyerin, dan yang tidak dia ceritakan.
Ken pergi dari tempat itu, dia sudah terlihat berada di pusat kota. Entah apa yang akan dilakukannya sekarang, dia masih terganggu dengan kejadian tadi tapi sepertinya Ken akan melakukan sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh iblis itu. Sudah saatnya kan orang-orang tahu tentang fakta yang sebenarnya. Dengan yang dia lihat dan ingatan yang tersimpan di dalam matanya biarkan semua orang tahu tentang rahasia ini.
__ADS_1
Dengan perasaan percaya diri Ken melangkahkan kaki berjalan menuju pusat keramaian.