Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Cerita untuk Yora


__ADS_3

Yora mengangguk pelan, lagi pula dia penasaran bagaimana kehidupan Hyerin di tempat yang juga tak pernah dia bayangkan dirinya sekarang bisa bersama lagi setelah kematian.


"Bukan hanya Hyerin tepatnya kita semua yang ada di sini. Tentu saja ketika hidup kita tidak akan pernah membayangkan sebelumnya, bangun dari kematian ternyata malah terperangkap di tempat seperti ini. Sebuah tempat yang terlihat sama saat hidup dulu, menyaksikan orang-orang terdekat dan keluarga bersedih, melihat kesulitan mereka yang tidak kita tahu sebelumnya, dan melihat satu persatu orang lain di manapun untuk pertama kalinya menjadi roh karena suatu insiden yang tidak pernah satupun orang tahu." Penjelasan Rere yang terperinci dan mudah dipahami, mungkin membuat siapa saja yang mendengarnya akan langsung merenung dan berpikir dua kali tentang semua pilihan tentang kehidupan agar bisa dilakukan sebaik mungkin, sebelum perpisahan itu memang ada.


Yora terlihat murung, bagaimanapun hidupnya dulu itu adalah yang terbaik. Terlahir untuk bersama dengan keluarga, memiliki teman dan sahabat, bahkan sekarang dia berpikir tidak ada satupun yang sia-sia karena semuanya yang dia miliki dulu adalah yang paling berharga.


"Kau tahu bisa berapa lama bertahan di dunia ini?" Tanya Rere mengejutkan Yora. Benar saja Yora bukan lagi manusia yang hidup lalu mati pada usia tertentu. Apakah sekarang karena dia roh masih mempunyai batasan waktunya?


Yora menggelengkan kepala, tapi itu bukan berarti dia tidak tahu melainkan tidak paham juga dengan pertanyaan Rere.


"Kau bisa bebas hidup di sini untuk berapa lama pun. Hidup dengan siapapun bahkan kau bebas ingin hidup seperti apa." Ucapan Rere mengungkapkan sebuah keajaiban di mata Yora. Terdengar sangat menyenangkan karena siapa yang tidak mau untuk terus hidup di samping orang-orang tersayang dan bebas hidup tanpa sebuah paksaan yang tidak dia inginkan.


"Kau percaya?" Tanya lagi Rere.


Yora menyipitkan matanya menatap Rere dengan perasaan yang masih sama.


Tapi perlahan terlihat Yora menggelengkan kepala lagi dengan ragu-ragu.


Rere tersenyum. "Kemarilah!" Pinta Rere. "Lebih dekat!"


Yora masih tidak bisa membuang perasaan bingungnya, yang dia pikirkan tentang Rere juga tidak berubah. Sekarang dia tidak tahu apa yang diinginkan Rere.


Ragu-ragu Yora mendekat dia tahu dari permintaan Rere agar mendekat dan melihat ke balik bola matanya, hingga dia mendapatkan gambaran pupil mata Rere yang sangat jelas.


Sebuah mimpi masuk ke dalam pikiran Yora. Mimpi memperkenalkan kehidupan Rere saat dia tiba di tempat ini, sebelum kematian dan sampai sekarang. Terlihat jelas angka yang tidak sedikit terukir dari waktu, angka 95 tahun lamanya.


Yora langsung tersadar kembali karena terkejut. Napasnya langsung terengah-engah naik turun menandakan bagaimana perasaannya saat itu.

__ADS_1


Yora mengalihkan pandangannya lagi menatap Rere dengan tajam. Dia tidak tahu yakin dengan penglihatan yang baru didapatkannya baru saja, tapi perasaannya mengatakan jika itu adalah kehidupan Rere yang sudah dilihatnya.


"Itu benar, aku sudah hidup 95 tahun dalam hitungan waktu kehidupan manusia." Terlalu enteng mengatakan angka 95 di hadapan Yora yang baru saja datang ke tempat ini.


"Bisa selama itu?" Yora mulai bertanya tak percaya.


"Kau bebas mau berapa lamanya hidup di dunia ini, bahkan kau bisa lebih dari angka itu." Rere terlihat lancar mengatakannya.


Yora sejenak terdiam memahami dan mencerna setiap penjelasan yang menurutnya terlalu tuba-tiba, seperti sebuah kejutan yang sangat di luar akal logikanya sebagai manusia. Tapi sejenak Tira berpikir lagi, dia sekarang bukan manusia yang masih hidup melainkan seorang roh, artinya mulai sekarang dia harus melihat apapun dengan sudut pandangnya sebagai roh.


"Berarti kemungkinan ada orang yang lebih lama dari siapapun kan?" Cetus Yora.


Mendengarnya mengingatkan Rere tentang Rai, karena dulu semua roh tidak ada yang pernah tahu Rai sudah hidup berapa lama bahkan sebelum petinggi di perkumpulan nya juga Rai sudah ada. Bisa selama itu dan abadi.


"Ada yang lebih lama dan sangat lama, bahkan aku dan orang yang paling lama di sini tidak tahu kapan orang itu datang menjadi penghuni di dunia ini." Rere menjelaskannya dengan nada yang meyakinkan bagi pendengaran Yora saat itu.


"Siapa?" Tanya Yora tak sabar.


Rere tidak langsung menjawabnya, dia diam dan malah tersenyum dulu. "Aku tidak akan menceritakannya dulu." Jawab Rere seperti sebuah harapan kosong.


Yora menghela napas kecewa, sebenarnya dia sangat penasaran tapi mengapa dia tidak boleh mendengarnya sekarang?


Tak lama wajah Yora langsung berubah lagi, dia terlihat sedang kesal.


Sebaliknya Rere melihat tingkah Yora langsung mentertawakan nya dengan puas, tapi tetap saja pada akhirnya Rere menegaskan lagi tidak akan menceritakannya sekarang.


"Ah sudah aku gak ingin mendengar apapun lagi." Rengek Yora masih dengan nada kesal.

__ADS_1


"Yakin tidak ingin mendengarkan tentang Hyerin?" Balas Rere memancing hati Yora untuk penasaran.


"Hyerin tidak sama loh." Ungkap Rere sambil tersenyum mengisyaratkan sesuatu.


Mendengarnya membuat Yora terperangah heran. Menatap Yora dengan penuh teka-teki.


"Maksudmu?" Ucap Yora mengungkapkan ketidak pahaman nya.


"Dia berbeda dan aku juga tidak mengerti mengapa sebuah kebetulan yang langka bisa terjadi padanya." Jawab Rere, dia sengaja tidak langsung menjawab inti dari pertanyaan Yora karena Yora pasti tidak akan mengerti jika tidak menceritakannya dari awal.


"Jelaskan langsung saja!" Pinta Yora merasa tidak sabar.


"Sebaiknya aku tidak akan menceritakannya sekarang!" Cetus Rere terdengar mempermainkan Yora yang sudah kesal dari tadi, apalagi sekarang dia mengulanginya. Mentertawakan Yora dengan puas.


" Niat gak sih ceritanya?" Timpal Yora dengan judes saat Rere masih mentertawakan nya.


Akhirnya Rere berhenti tertawa. "Baiklah akan aku jelaskan dari awal! Kau tidak akan paham kalau tidak dijelaskan satu persatu." Yakin Rere pada Yora yang sudah sangat kesal.


Tapi apa boleh buat, karena penasaran tentang Hyerin selain itu dia juga butuh sebuah pengetahuan tentang kehidupan di dunianya sekarang. Tidak begitu rugi jika harus sedikit bersabar dengan Rere yang mempermainkannya lagi dan mentertawakan nya dengan puas. Anggap saja Yora tak melihat sisi lain dari Rere yang terus ingin menggoda emosinya.


"Yasudah sekarang lanjutkan lagi." Pinta Yora.


"Pergi ke satu tempat yu!" Ajak Rere langsung membuat Yora menggelengkan kepal. Dia kan ingin mendengarkan sebuah cerita dari Rere tapi mengapa Rere memintanya untuk pergi ke tempat lain.


"Kemana lagi?" Tanya Yora sedikit emosi.


"Biar enak ngomongnya, dari pada ngobrol sambil jalan gini kan gak nyaman." Rere beralasan untuk membuat Yora segera setuju.

__ADS_1


"Baiklah terserah saja!"


__ADS_2