
"Mengapa dia tadi menahan orang itu?" Tanya Hyerin dalam hati. "Apa hubungannya Rai dengan orang tadi?" Pikirnya lagi. Hyerin hanya manyun melihat ke arah Rai.
"Sudah aman jangan berlari terus." Cetus Rai yang perlahan mencairkan suasana.
Hyerin menatapnya dengan penuh penasaran. Kali ini apa yang akan dilakukan oleh orang itu?
Tiba-tiba Rai mendekat dan memeluk sangat erat tubuh kecil Hyerin hingga sepenuhnya tertutupi oleh tubuh Rai. Hyerin segera menarik diri dan mencoba melepaskan dirinya, namun tidak semudah itu ternyata. Rai tetap menahannya dalam-dalam.
"Jangan pergi sendiri lagi." Ucap Rai yang terdengar dari nada bicaranya lebih khawatir. Semakin menambah bingung Hyerin dibuatnya.
Dengan satu gerakan Rai langsung melepaskan Hyerin, saat matanya menatap mata Hyerin yang sayu dan lugu dia langsung tersenyum tulus dan membuat Hyerin tidak berkomentar apapun. Senyumannya sampai membungkam Hyerin yang sudah bisa ditebak jika dia pasti merasa bingung dengan sikap Rai.
"Apa yang kau pikirkan lagi? Ayo pergi." Rai memperingatkan. Hyerin hanya membalas ucapannya dengan ekspresi tercengang lagi. Dia pasti tidak percaya karena perubahan Rai yang lebih lembut dan banyak bicara tidak seperti biasanya.
"Tunggu. Apa yang kau katakan tadi?" Tanya Hyerin gugup.
Rai langsung tersenyum lagi. Dia tidak mengatakan apapun namun gerakan kepalanya seperti memberitahu Hyerin untuk segera pergi dari tempat itu.
Hyerin melihat semua keanehan yang terjadi, salah satunya kejadian yang bisa dikatakan paling tidak masuk akal. Rai yang angkuh seketika berubah menjadi Rai yang tidak biasa. Untuk mencerna semua kenyataan di depan matanya membuat Hyerin tidak bisa fokus, dia menjadi terlihat lambat karena tidak langsung menanggapi seseorang yang sedang berbicara kepadanya.
"Sebaiknya kita pergi!" Sekali lagi Rai mengajak Hyerin yang masih diam dalam posisinya. Rai tidak menunggu waktu lagi, tanpa bisa ditebak jika dia langsung meraih tangan Hyerin dan membawanya pergi dengan mudah.
__ADS_1
Hyerin berjalan mengikuti, tanpa menolak lagi atau protes seperti biasanya. Memang sesuatu hal yang sangat bagus jika Rai sudah bisa lebih baik lagi bersikap kepadanya. Namun yang menjadikannya sebuah pertanyaan mengapa bisa semudah itu dan terjadi dengan sangat instan.
Keduanya berjalan santai hingga suara jam lagi-lagi menghentikan langkah kaki secara kompak. Hyerin melihat ke semua sisi yang perlahan akhirnya membawa dia ke tempat seperti biasa.
Matanya sudah tidak asing lagi menatapi setiap detail ruangan yang ada di hadapannya. Memang benar, karena pergantian waktu membawanya lagi ke tempat semula. Hyerin hanya menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkan nya dengan berat. Ekspresi lelah dan bingung sepintas terlukis jelas di wajah Hyerin. Dia kemudian berjalan menghampiri sebuah kasur usang yang selama ini sudah menampungnya di dunia yang sangat tidak bisa dimengerti nya itu.
Hyerin menatap lagi ke arah atap di atas tubuhnya. Saat tenang seperti itu semua kejadian yang sudah dia lalui dalam waktu sebelumnya kembali terlihat dalam bayangan yang perlahan dan pasti membuat banyak pertanyaan yang bisa saja membuatnya sampai tidak merasa tenang.
Satu kejadian yang paling mendalam di ingatannya tentang obrolan wanita yang tidak sempat dia kenali siapa namanya itu. Mengatakan jika dirinya belum mati dan dari pertengkaran dengan Rai juga terdengar samar jika seharusnya dia tidak berada di tempat yang bukan tempatnya itu. Hyerin langsung bangkit dan turun dari kasur. Kedua matanya dengan teliti melihat ke arah kasur yang tidak menunjukkan satu pun yang sangat mencurigakan.Wanita itu mengatakan jika di kasur ini berbaring seorang wanita yang mirip dengannya, itu saat waktu belum berganti. Tapi jika dipikir-pikir lebih serius Hyerin tidak merasa selama di dalam ingatannya jika Hyerin sudah melihat seorang wanita yang berbaring di atas kasur.
Hyerin tiba-tiba kesal, dia bingung mengapa ada orang yang mengatakan jika dia sebenarnya belum mati lalu menjelaskan alasannya dengan sangat serius seperti semua yang dikatakannya adalah benar. Hyerin kembali mengingat dan menimbang semua yang dikatakan wanita itu dengan kenyataan yang sudah didapatkannya selama ini. Hyerin menyimpulkan jika wanita itu berbohong. Dia sangat ingin yakin jika pernyataan wanita itu salah, tapi tanpa bisa dimengerti hatinya menolak.
Bagaimana dengan kehidupannya jika dia memang belum mati? Pertanyaan masih bersarang di dalam pikirannya.
"Yerin kau ada di sana?" Teriak seseorang yang langsung membuat Hyerin kaget karena kedatangannya yang langsung masuk ke kamar.
"RAI." Ucap Hyerin tidak percaya.
Rai dengan ekspresi yang sangat khawatir langsung masuk ke dalam kamar. Saat dia melihat ke arahnya terlihat jika Rai mulai tenang.
Dia berdiri di ambang pintu, saat melihat ke arah Hyerin Rai langsung menutup pintu dan duduk menyandar ke pintu tersebut. Rai tidak lagi berbicara apapun, dia diam beberapa lama. Begitupun Hyerin yang juga terdiam tidak berkomentar apapun tentang baru saja yang dilakukan Rai ketika masuk tanpa izin langsung menerobos ke arah kamar. Hyerin kembali berusaha tidak memperdulikan Rai saat itu.
__ADS_1
"Tidak ada orang itu lagi?" Tiba-tiba tanya Rai dengan ekspresi yang kembali dingin. Namun saat lebih dalam lagi dan melihat wajah Rai seperti sudah tertekan dan terbebani oleh sesuatu hal yang tidak diketahui Hyerin.
"Tidak ada." Jawab Hyerin langsung mengerti jika orang yang ditanyakan itu adalah Rai yang lain.
"Jika sudah kembali lagi ke tempat ini seharusnya kamu cepat pergi keluar, jangan berdiam diri di tempat ini terus!" Rai memperingatkan kembali pernyataan yang sudah dikatakan sebelumnya. Hyerin bisa mengingatnya kapan Rai mengatakan hal itu.
"Baiklah tidak akan ku ulangi lagi." Jawab Hyerin enteng.
Tanpa bisa ditebak lagi, Rai terlihat berjalan mendekat lagi dan seterusnya dia memeluk Hyerin seperti mengatakan jika dia sangat khawatir.
"Jangan pergi lagi, teruslah ada di depan mataku." Ucap Rai
Hyerin sangat tidak percaya dengan sebuah perkataan yang sudah didengarkannya itu. Dia segera mendorong Rai dan menatap Rai dengan serius. Ekspresinya memang sudah berubah. Kali ini di hadapannya adalah Rai yang sekarang bukan Rai yang dulu lagi.
Tiba-tiba beberapa saat Rai tertawa sampai keras terbahak-bahak.
Hyerin melihat adegan Rai tertawa seperti merasa jika Rai sudah mentertawakan nya dan semua sikap Rai adalah bohong hanya dibuatnya seperti dia peduli aslinya dia tidak bisa peduli pada Hyerin.
Terlihat kerutan di dahi Hyerin dan matanya melotot kesal. "Pergilah cepat!" Usir Hyerin kesal.
Rai memandanginya lagi kemudian dia tertawa lagi.
__ADS_1
Hyerin merasa ada sesuatu yang salah jika terus melihat Rai tertawa seperti itu.
"Dasar lelaki pembohong." Protes Hyerin kesal.