Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Kesalahan


__ADS_3

"Sepertinya kita tidak harus memberitahukan semua kepada Rere dan temannya." Ucap Ken.


Hyerin mengerutkan dahi menatap Ken bingung. "Ada yang salah?" Tanya Hyerin cetus.


Ken menghela napas menarik dalam-dalam udara hingga beredar ke paru-paru. "Aku tidak ingin terjadi lagi seperti dulu." Ucap Ken dengan hati-hati, dia tidak berharap jika kedekatan Hyerin kini dengan Rere membuat Hyerin balik membencinya.


"Mereka tidak seperti itu, lagipula dulu mereka melakukannya karena memiliki alasannya sendiri. Wajar saja kan." Timpal Hyerin merasa tidak sependapat dengan Ken.


"Semoga saja." Jawab Ken singkat.


Hyerin bingung dan memilih diam tidak melanjutkan lagi obrolannya, hanya sesekali dia mengintip ke arah Ken yang hanya bisa duduk di atas kasur tak berdaya. Mengingat kejadian waktu itu ulah iblis membuat Ken menjadi seperti sekarang, pikiran Hyerin kembali lagi mengingatkannya tentang Sani seorang teman wanita Ken dulu yang juga mati di tangan iblis karenanya. Ingatan itu menjadi luka tersendiri bagi Hyerin.


"Maaf kan aku!" Ucap Hyerin lirih, menundukkan kepalanya dan terlihat sedih.


Ken langsung menatapnya memastikan jika Hyerin baik-baik saja. Tapi bagi Ken sekilas melihatnya dia langsung bisa menebak apa yang terjadi dengan Hyerin dan kesedihan yang masih membekas di hatinya.


"Sani, dulu dia juga hilang karena iblis itu." Nada bicaranya terdengar berat, Ken tahu Hyerin mungkin sedang menangis.


"Itu sudah menjadi masalalu, lagipula tidak ada gunanya dibicarakan lagi." Jawab Ken dengan nada datar seolah itu bukan apa-apa lagi sekarang.

__ADS_1


Hyerin diam memutar otaknya tentang Ken sekarang yang sedang duduk bersamanya. Benar saja Ken sudah melupakan kejadian itu, dia tidak berharap jika Ken benar-benar sudah menganggapnya seperti Sani.


"Sekarang aku berharap kamu baik-baik saja dan kejadian Sani jangan sampai terulang. Kau tahu seberapa pentingnya seorang teman sekarang?" Cetus Ken masih melanjutkan obrolannya.


Sani melongo diam menatap Ken dengan matanya yang tenang dan sendu sisa tangisan tadi.


"Karena sekarang tidak ada orang yang bisa dipercayai sepenuhnya, setiap roh memiliki jiwanya seperti manusia yang dalam setiap detik pasti bisa berubah-ubah." Jelas Ken.


Perkataan Ken seolah langsung menusuk pikiran Hyerin, otomatis beberapa kejadian dulu yang dia alami bersama Ken terulang jelas. Dari beberapa orang yang awalnya baik tapi akhirnya menjadi musuh dan berada di sisi iblis, lalu Rere? Dia memang sempat menginginkan Hyerin dan menyerahkannya kepada iblis. Bagaimanapun memang seharusnya itu tak dilakukan Rere dengan alasan apapun.


Hyerin mematung mendengarkan perkataan Ken yang berhasil mengoyak seisi pikirannya, mungkin haluan hatinya juga berubah apalagi pandangannya tentang Rere sedikit berubah. Tapi jika dipikir-pikir memang benar apa yang dikatakan Ken, sebaiknya dia tidak terlalu percaya dengan siapapun.


"Aku akan pergi dulu!" Ucap Hyerin sambil berdiri dan pergi dari tempat Ken. Sedangkan Ken hanya bisa melihat punggungnya yang berlalu pergi.


Ken terdiam cukup mengumpulkan semua isi otaknya saat itu. Dia selalu berpikir ingin selalu ada perubahan dan segala sesuatunya harus ada yang berubah. Bagaimanapun caranya, Ken selalu bertekad untuk mengubah segala sesuatunya meskipun kali ini dia harus berpikir keras untuk tindakannya.


Pertama dia harus membuktikan fakta yang sudah diucapkannya tentang iblis itu. Hatinya sangat yakin jika kelemahan iblis yang sudah dia ketahui memanglah benar, karena matanya sendiri yang menyaksikan semua kejadiannya saat iblis menghindari cahaya.


Masalahnya sekarang bagaimana caranya? Ken tidak mempunyai orang yang bisa dia percayai.

__ADS_1


Masalah lainnya apakah Hyerin akan menerima tekadnya ini nanti setelah dia diam-diam melakukannya tanpa sepengetahuan Hyerin.


Ken diam cukup lama dan mungkin dia tidak berhasil memikirkan caranya saat itu, dia butuh waktu.


Benar saja waktu sangat penting untuk sekarang, tidak ada waktu yang bisa di diamkan saja karena sampai sekarang tidak ada yang tahu apakah iblis akan datang kapan? Ken masih jelas mengingatnya kejadian saat iblis itu datang dan menyerbu sekelompok roh dengan brutal. Tiba-tiba saja Ken membulatkan mata mengingat kejadian yang baru saja terpikirkan olehnya, kejadian tentang penyerangan iblis itu apakah benar terjadi saat siang hari? Seluruh kinerja otaknya seperti lumpuh seketika saat sadar ada sesuatu hal lagi yang dia lewatkan. Entah apa itu tapi yang jelas Ken ingat jika kejadian itu berlangsung saat siang. Lalu fakta tentang kelemahan iblis itu apakah tidak benar? Bagaimana jadinya?


Rasanya Ken semakin gusar dan bingung, otaknya tak berhenti berpikir memutar setiap kejadian dengan detail. Dia tidak tahu apa yang sudah dilewatkannya sekarang hingga kejadian itu bisa mematahkan fakta yang sudah dilihatnya sendiri.


Ken semakin tidak tenang dan merasa jika dia sudah salah, namun sebagian hatinya tidak terima bahwa apa.yang dilihatnya itu tidak benar. Bagaimanapun Ken mempunyai alasan yang kuat.


Bagaimana sekarang? Apakah dia sanggup melanjutkan rencana pertamanya?


Bayangan Hyerin yang terlihat lagi di luar dari arah jendela kamarnya saat itu, Ken segera menoleh dan memastikan. Ternyata benar Hyerin mungkin sedang sibuk mencari keberadaan Rere yang tiba-tiba saja hilang. Rasanya sekarang masalah baru datang lagi, Ken tidak tahu apa yang direncanakan Rere dengan temannya, hanya saja hatinya semakin kuat jika Rere pasti memiliki rencana yang tidak baik lagi untuk Hyerin.


Ken memalingkan wajah dia diam lagi berpikir keras memutar otaknya. Tapi sepertinya yang tersisa hanya kesal, setiap kali mengingat Rere otaknya langsung merasa kesal. Dan hatinya semakin yakin bahwa ada masalah pada dirinya. Ternyata jika diingat-ingat lagi masalah yang harus dihadapinya sekarang bukan hanya satu sisi lain tapi begitu banyak bagian jika diingat lagi dengan detail. Ken cukup merasa kesulitan karena kelumpuhan sementaranya ini menjadi batasan yang cukup menyulitkan.


Ken berdecak kesal, selain tidak bisa mengikuti kemana Hyerin pergi dia sekarang hanya bisa duduk diam tanpa melakukan apapun.


Dalam keadaannya sekarang memang sangat menyiksa, selain tidak ada orang lain lagi yang bisa dipercayai dan diandalkan yang menyadarkan bahwa Ken saat ini tidak mempunyai siapapun lagi selain Hyerin yang ingin dilindungi dengan sepenuh hati. Ternyata sangat menyedihkan, kehidupannya sekarang terlalu keras membuat dirinya harus mengerjakan segala sesuatu sendirian.

__ADS_1


__ADS_2