Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Waktu yang tidak mungkin.


__ADS_3

Hyerin hanya bisa menangis, sedikit saja dia sadar dengan kisahnya yang menyedihkan maka air mata akan segera memburu tanpa sadar. Tapi apa boleh buat, dia tidak bisa seperti yang diceritakan Rai, hatinya pengecut untuk membuang jauh semua perasaannya sekarang, rasanya tak sanggup.


Prang...


Suara kaca yang pecah serentak pada gedung berlantai yang di diami Rai dan Hyerin, bahkan membuat mata terbelalak saat kaca berterbangan dari atas sepanjang lantai apartemen yang sangat tinggi itu.


Bukan hanya itu yang mendebarkan, Rai cukup syok melihat manusia berlarian ke sana kemari mencari keselamatan dirinya. Ada yang tidak sempat dan kebanyakan meninggal karena tertancap kaca pada tubuh mereka.


Bukan hanya Rai yang langsung diam mematung membulatkan mata, tapi Hyerin yang tadinya menangis langsung diam dan mengangkat wajah melihat semua keadaan di depan matanya.


Banjir darah, genangan darah yang mengucur pada potongan-potongan daging tubuh manusia yang hancur dan terbagi oleh kaca.


Rai berjalan keluar, dia merasa akan memastikan. Belum banyak melangkah, satu langkah keluar dari gedung yang melindungi Rai, tiba-tiba kaca besar menyayat tangan Rai hingga sesuatu terjadi membuat matanya tak bisa berkata apapun.


Harusnya tidak ada yang bisa menyentuh tubuhnya, dia hanya roh dewa kematian saja kan. Tapi saat darah dari sayatan tipis kaca pada lengannya mengucur Rai tak dapat berkata-kata lagi.


Hyerin yang melihat kejadian itu langsung berdiri dan menghampiri Rai. Tanpa berbicara tapi hatinya begitu banyak bertanya, apa yang terjadi?


"Hey cepat berlindung! Kalian cepat masuk lagi!" Teriakkan seseorang yang langsung membuat Rai dan Hyerin mematung. Saat kembali memastikan sekali lagi Hyeri. dan Rai melihat jika kata-kata itu adalah untuknya kan.


Rai menatap Hyerin, begitupun sebaliknya.


"Anak muda! Cepat berlindung dari sana." Teriakkan yang sekali lagi terdengar seperti mengarah pada Hyerin dan Rai. Sesuai hang diingatkan maka dengan kompak Rai dan Hyerin kembali berlindung karena tak lama saat keduanya melangkah mundur kaca masih berjatuhan dari atas.

__ADS_1


"Rai! Ini mimpi kan?" Seru Hyerin yang masih mengendap di dalam gedung itu.


Rai berbalik membalas sorot mata Hyerin padanya. "Aku terluka dan merasakan rasa sakitnya. Apakah itu artinya?" Jawab Rai.


"Kau menjadi manusia? Aku juga?" Hyerin sangat tak menyangka bisa menyimpulkan hal itu.


"Itu tidak mungkin kan. Bisa kau coba sendiri?" Tawar Rai dengan sesuatu yang terdengar mustahil.


Hyerin berjalan meyakinkan hatinya, dia harus keluar dari gedung dan menemui manusia, lalu apa yang akan terjadi?


Sesuai dengan nalurinya, Hyerin berjalan dan menatap setiap pasang mata yang sibuk mengurus beberapa hal di depannya. Karena terlalu banyak orang yang celaka hingga sudah menjadi jenazah. Pihak kepolisian sibuk mengevakuasi dan membersihkan sisa puing-puing membahayakan di lokasi itu.


"Mohon maaf nyonya! Tetap diam di situ dan jangan keluar. Kami takut sesuatu yang berbahaya terjadi pada mu!" Seorang polisi berbicara dengan cara menatapnya.


Hyerin tertegun mendengarkan peringatan itu, sesuai yang diminta dia kembali mundur dan tidak berniat sekali untuk menyulitkan orang lain.


Tapi Hyerin diam saja dengan tatapan melamun.


"Tidak mungkin." Celoteh Hyerin yang kemudian duduk di dekat Rai.


Mendengarkan jawaban singkat itu Rai bisa langsung mengerti maksudnya, dia juga langsung syok jika memikirkan kenyataan yang terjadi sekarang ini.


####

__ADS_1


Hyerin tiba-tiba datang ke dunia manusia, pikirnya wajar karena ternyata roh lain pun datang dan menetap. Hingga semua berlalu begitu lama tak terasaa terus berganti tahun.


Dalam satu kesempatan Hyerin berhasil bertemu dengan seseorang, itu adalah kali pertamanya dia bicara dengan seorang roh, karena di dunia itu nyaris tidak ada yang saling berinteraksi antara roh, mereka memiliki kehidupan bersama manusia, kadang berteman atau hubungan lainnya. Hyerin pun pernah berteman dengan manusia hingga itu tak lama.


Dewa kematian datang di depan matanya untuk menjemput Nenek sebagai tugasnya. Saat terakhir nenek pergi Hyerin tak bisa melihatnya, itu adalah hal yang wajar.


Namun pertemuan Hyerin dengan dewa kematian itu adalah sesuatu yang tidak wajar, dia datang lagi ke hadapan Hyerin dan menyindirnya sebagai iblis. Tersirat langsung di dalam pikiran jika perkataan itu benar, karena Hyerin pernah melakukan sebuah transaksi dengan iblis untuk menukar takdirnya.


Hyerin pikir melarikan diri dari dewa kematian itu akan menyudahi ceritanya, namun tanpa dia sangka benar ternyata itu adalah awal dari segalanya.


Pertama Hyerin menjadi tahu jika ada sebuah sekte ancaman bagi roh sepertinya, mereka akan diadili oleh sekte itu. Tujuannya untuk memurnikan rohnya agar suatu waktu tidak akan pernah menjadi iblis lagi.


Rai menawarkan untuk tinggal bersamanya, di sana ada tempat untuknya. Tapi Hyerin yang ragu mengabaikan peringatan itu, akhirnya dia harus berurusan dengan sekte yang ditakuti dan sudah dibicarakan oleh banyak orang, kecuali dirinya yang tidak tahu apa-apa.


Harapan Hyerin untuk hidup hanya 1 persen saja, tidak pernah ada yang lolos dari pemurnian itu termasuk Rai yang mendengar kabarnya tentang Hyerin, Rai sudah tahu jika akhirnya kematian akan menjemput Hyerin hingga dia tidak akan pernah terlahir lagi.


Tidka ada Hyerin dan tidak ada yang selamat pada hari itu. Tapi takdir ternyata tengah memilih orang yang berbeda.


Hyerin kembali muncul di hadapan Rai dengan kondisinya yang masih sama.


Bagaikan menemukan sebuah jarum dalam jerami, Hyerin merupakan 1 persen orang yang diramalkan bisa bebas. Karena rasa penasaran Rai bertekad tidak pernah akan melepaskannya. Dia harus mengetahui sebuah rahasia yang membuat Hyerin bebas dari sekte itu.


Banyak usaha yang dilakukan termasuk tetap menawarkan tempat untuk tinggal. Tapi bukan itu masalahnya, Hyerin tak bisa di dekat Rai terus menerus. Rai hanya mengingatkannya akan luka lama di masalalu. Rai mengingatkannya pada seseorang yang pernah hidup namun tak pernah bisa bersama, itu adalah kisah Hyerin dengan seseorang.

__ADS_1


Hyerin semakin bertekad untuk menjauhi Rai, dia tidak ingin Rai datang menjadi harapannya menjadi angan-angan nya yang membuat dia berharap jika sosok Rai di hadapannya adalah orang yang sama. Namun kesadarannya tidak membuat Hyerin untuk cepat terlena karena rupa dan rasa yang sama. Satu ketakutan terbesar mulai menghantuinya sampai kapanpun, Hyerin tak bisa jika dia harus kecewa karena ternyata Rai adalah orang yang berbeda. Dia tidak ingin merasakan hal itu seumur hidupnya hanya cukup satu kali pernah kecewa karena takdir yang tak kunjung mempertemukan. Dan kali ini dia tidak ingin kecewa.


Namun dalam pilihan di depan mata, Hyerin tidak bisa menolak ajakan Rai, dia tetap harus bersama dengan semua alasan.


__ADS_2