Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Hyerin dan Akemi


__ADS_3

Seperti melihat sosoknya sendiri, cerita Akemi tentang ketidak mampuannya menangani setiap Kejadian dan dia yang tidak memiliki kemampuan sebagai roh pada umumnya, juga tentang kematiannya di tempat yang sama sebagai pasien kamar 13. Akemi tidak menyebutkan sejak kapan dia berada di dunia ini, yang pasti sudah sangat lama jauh sebelum Hyerin datang, dan jauh sebelum orang-orang. Hyerin melewatkan pengetahuannya tentang asal usul dari Akemi, atau mungkin dia tidak memperdulikannya. Yang diperlihatkan Hyerin hanya ekspresinya yang datar. Begitupun Akemi yang tidak menyinggung hal tersebut.


Pintu ruangan terbuka lebar, kekosongan di rumah sakit memberikan suasana hati Hyerin semakin terpuruk. Dia harus dirundung sedih karena tidak bisa mengingat cerita kematiannya sendiri.


Ketika Akemi berlalu melewati pintu keluar, Hyerin tidak mengikutinya dia memilih tetap berlindung di tempat itu sebagaimana pikirannya kembali mengingatkan perkataan dari Desy wanita di sekolah tadi.


Kali ini hanya ada dirinya sendiri dan kesadarannya yang tidak stabil, lagi-lagi otaknya ditampar keras dengan sebuah fakta yang membuat Hyerin tidak berhenti memikirkannya. Seperti bagaimana dirinya bisa mati? Pertanyaan itu masih terngiang jelas dan tidak bisa pergi seiring waktu.


Hyerin yang terjebak di dalam ruangan tidak bisa menjelaskan apa rencananya sebagai roh? Apa yang akan dilakukannya?


Dia bolak-balik berjalan di koridor rumah sakit. Hyerin tidak lagi menemukan satu bayangan pun atau satu roh yang berkeliaran di gedung nya. Dia hanya menggigit kecil bibirnya berpikir untuk mencari tahu segala sesuatu karena pengetahuannya belum terpenuhi baik. Dia butuh semua hal yang dijelaskan mengenai dunia ini, Terlebih hatinya yang menginginkan Hyerin untuk mencari tahu tentang kematiannya itu.


Jauh di luar sana banyak orang tidak diketahui Hyerin dengan baik, seperti hal nya Desy yang pernah ditemui dan teman-temannya.


Cahaya matahari di luar langsung masuk ke Indra penglihatannya dan jika dibayangkan mungkin bisa membakar kulit. Mulutnya yang masih bungkam dan kedua kaki yang sudah membawanya ke tempat dengan pemandangan luar yang terlihat dari arah ambang pintu.


Hyerin melangkah keluar dan sorot matahari langsung menyambutnya. Dengan niat yang sudah diterima hatinya dia akhirnya bertekad akan mencari semua jawaban tentang sebagian kehidupan yang tidak diketahuinya itu. Seperti cerita tentang kematiannya atau tentang semua kejadian di tempatnya sekarang.


Sebelum Hyerin pergi jauh kedua matanya sangat tajam memandangi gedung di hadapannya. Rupanya dia hanya berusaha mengingat setiap tempat dan jalan agar memudahkannya nanti untuk pulang ke gedung rumah sakit.


Kaki mungilnya menginjak setiap lembaran daun kering, kerikil, dan benda lain di tanah. Dengan penampilan yang sudah berubah sejak suara jam berdentang pada pukul 08.00. kini dia hanya mengenakan pakaian rumah sakit dan tanpa alas kaki.


Matanya menangkap sebuah belokan tepat berjarak 10 meter di depannya, dua arah jalan ke kanan dan ke kiri. Pikirannya langsung mengingatkan untuk memilih jalan ke kiri kemudian nanti dia akan menemui orang-orang di pusat kota.


Setibanya di tempat Hyerin ternyata tidak menemukan orang-orang, di pusat kota hanya ada dirinya sendirian? Hyerin membulatkan mata tanda tidak percaya. Mungkin hal ini harus ditanyakan lagi kepada Akemi. Usul hatinya. Memang benar, Hyerin harus menanyakan semua roh pergi ke tempat mana? Apakah ada satu tempat yang tidak diketahuinya sama sekali?

__ADS_1


Tubuhnya yang masih tegak berdiri kembali pergi menyusuri jalanan sampai dia menemukan taman kota dan pemandangan di tempat tersebut.


Di tempat ini pun tidak ada orang. Simpulnya yang masih tetap berniat melanjutkan jalan ke mana saja yang bisa mempertemukan dirinya dengan seseorang.


Tanpa sadar Hyerin sudah menemukan tempat sebagai gedung sekolah itu, tanaman hijau menyambut kedatangan Hyerin. Penglihatannya bergerak ke kanan dan ke kiri, tapi dia tidak menemukan Desy yang seharusnya ada. Sedikit hatinya merasa ragu, Hyerin beranggapan mungkin di sekolah pun tidak akan ada orang yang dia temui. Lantas kakinya melangkah menginjak rumput hijau di tanah sampai di seberang lapangan adalah ruangan kelas itu.


Pintu kelas sudah terbuka, Hyerin melangkah maju dan langsung melihat semua sorot mata orang-orang mengarah padanya. Dia tertegun tidak tahu apa yang akan dilakukannya dan tidak mengerti maksud dari tatapan semua orang itu. Akhirnya dengan susah payah menggerakkan kaki yang hampir terasa melayang, karena gugup, takut, suasana yang sangat canggung, menguras seluruh keberaniannya bahkan untuk melarikan diri atau berdiri di hadapan orang-orang tidak ada bedanya sama-sama dia tidak memiliki keberanian. Sangat susah payah wajahnya menunduk menahan malu hingga akhirnya Hyerin duduk di meja yang kosong. Semua orang langsung mengelilingi tubuhnya sampai Hyerin merasakan sesak karena kaget dengan tindakan semua orang. Kali ini seisi kelas di ruangan tersebut tidak membiarkan Hyerin untuk sedetik saja melarikan diri dari perhatian mereka. Meski bertanya-tanya tidak ada keberanian untuk mengutarakannya, Hyerin terdiam dan sangat takut.


"Hei Yerin cobalah kamu sekarang bicara kami dan semua orang disini bingung untuk mengakhiri kasus yang sudah terjadi." Terang seorang lelaki yang berbicara cetus. Semua orang sepertinya berpikiran sama dengan lelaki tersebut. Hyerin bergantian membagikan pandangannya ke semua orang yang mungkin sedang mengharapkannya untuk berbicara.


Hyerin mematung sama sekali tidak bisa berbicara, dia hanya menelan ludah dan berusaha memperbaiki ekspresinya dengan canggung dia sedikit tersenyum sambil membalas pandangan semua orang.


Mengapa semua orang memperlakukan dirinya seperti itu? pertanyaan hatinya yang tidak bisa Hyerin hindari lagi.


"Astaga dia tidak mengerti." Cetusnya dari orang yang sama. Hyerin langsung mengalihkan pandangan pada orang tersebut dan berusaha bersikap akrab untuk menghilangkan rasa takut.


"Sudahlah jangan banyak basa-basi lagi, sekarang kita langsung tanyakan apakah dia sudah bertemu dengan Akemi?" Saran dari seseorang sebagai teman bicara di ruangan itu.


Hyerin langsung membulatkan matanya mendengar nama Akemi disebut.


Melihat gerak-gerik Hyerin semua orang langsung merasa kecewa. Lalu apa yang salah dengannya?


"Itu artinya kamu sudah bertemu dengan Akemi kan?" Masih tanyanya. Hyerin tidak bisa menolak dan meng ia kan.


"Sekarang kita semua harus serius dan mengatakan segalanya, jangan sampai ada kasus yang sama lagi terjadi. Itu sangat berbahaya dan sekarang kita tidak tahu cara untuk mengakhiri kasus yang sama." Terangnya panjang lebar yang masih memimpin bicara semua orang. Hyerin hanya memandanginya dan mendengarkan dengan baik.

__ADS_1


Dalam percakapan panjang sampai menghabiskan waktu, Hyerin langsung mengetahui banyak fakta dari orang tersebut.


Beberapa kenyataan yang didapatkan Hyerin diantaranya mengenai kehidupan roh dan cara mereka hidup.


Garis besar dari cerita bahwa roh di tempat ini adalah roh penasaran yang tidak bisa melanjutkan kehidupan ke pintu selanjutnya, ada yang belum selesai dengan janji nya, ada yang belum tercapai keinginannya, ada yang karena mati bunuh diri atau karena sebuah kecelakaan, dan ada juga yang mati karena masih tidak menerima kematiannya atau masih menginginkan hidup sebagai manusia.


Sebenarnya semua roh di dunia ini terikat dengan tempat kematiannya, dunia yang dilihat setelah mereka datang pertama kali ke dunia ini berarti tempat tersebut ada kaitannya dengan semasa hidup mereka sebelum mati. Ketika waktu berganti semua roh akan mendengarkan waktunya dan jam akan berhenti pada waktu kematiannya, sesaat sebagai roh akan melihat kehidupan yang dipenuhi manusia pada pergantian waktu selanjutnya namun sesaat kemudian waktu kembali bergulir dan roh akan langsung kembali ke tempat kematiannya. Hyerin mendengarkan semua cerita dengan detail yang mudah dipahami, begitulah yang dia alami ternyata waktu yang sering dia dengarkan bukan berasal dari jam dinding. Dan yang terpenting semua roh disini tentu memiliki dewa kematian yang berbeda-beda tidak bisa disebutkan identitas dan bentuknya karena perbedaan pada setiap dewa kematian memiliki wujud yang paling ditakuti semasa mereka hidup dulu, artinya bisa berwujud apapun yang paling mereka takuti. Roh dan dewa kematian adalah musuh yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, dan pada hal tertentu dewa kematian sangat berbahaya bagi kehidupan roh di sini. Meski aturannya dewa kematian sendiri tidak bisa membuat mereka mati lagi, tapi dewa Kematian dari orang lain bisa membunuh tanpa meninggalkan jejak bagi orang lain.


Kemudian percakapan tidak berlanjut.


Sesaat semua orang terdiam dan dengan hati-hati menjelaskan bagaimana asal usul Akemi seperti namanya sudah disebutkan.


Akemi orang tidak memiliki kemampuan sebagai roh, tidak juga memiliki identitas sebagai roh.


Keberadaannya di tempat ini sudah sangat lama dalam waktu yang tidak bisa disebutkan. Dan ada satu kejadian aneh dengan pasien di kamar 13, sejak kedatangannya banyak yang meninggal secara bergantian dalam waktu dekat, rohnya pergi dengan terpaksa, mati dan tidak ada kabarnya lagi. Semua orang terlihat semakin serius begitupun Hyerin yang tidak bisa berhenti memikirkan tentang Akemi.


"Akemi adalah satu-satunya alasan semua roh pergi dengan begitu saja, sudah dicurigai bahwa Akemi membunuh para roh untuk hidup panjang di tempat ini." Jelas lelaki yang sama dengan lancang mempertegas sebuah fakta pada Hyerin.


Dalam hatinya Hyerin sangat tidak menyangka, pertemuan dengan Akemi dan berakhir dengan rumornya yang sangat menakutkan.


"Kau sekarang sudah mengerti kan? Jauhi Akemi!" Tegasnya meyakinkan Hyerin.


Hyerin tidak menjawab, dia masih tidak menyangka dengan apa yang dilihat dan didengarkannya.


"Jangan sampai hidupmu sia-sia dan hidup kami terancam karena kejadian yang lalu kembali terulang."

__ADS_1


Hyerin mengernyitkan dahi mempertegas penglihatannya, dia sangat tidak mengerti.


Kembali bertanya apa yang terjadi? Tapi semua orang tidak ada yang menggubris pertanyaannya itu. Orang-orang hanya menyuruh Hyerin untuk selalu kembali ke tempat ini dan harus waspada jika waktu membawanya kembali ke tempat itu, gedung rumah sakit di sana.


__ADS_2