
Orang itu terlihat menyipitkan mata karena heran.
"Kau seorang roh di sini bukan manusia lagi!" Jelasnya.
Mendengar penjelasan itu membuat Hyerin langsung mematung. Membayangkan apa yang terjadi di kehidupan nyatanya jika dia sendiri sudah menjadi roh lagi. Dia sudah mati? Dirinya mati bersama penumpang lain dalam Bus termasuk kedua orang sahabatnya itu? Kesimpulan itu terus menerka di pikiran.
Hyerin masih diam tidak bisa mengatakan apapun. Rasanya dia sangat bersalah karena sudah menyeret sahabatnya ke dalam kecelakaan yang membuat mereka juga tewas.
Dan bagaimana dengan Ibu? Apakah dia mampu menerima kenyataan kedua kalinya?
Pikirannya melayang lagi pada kehidupan dia sekarang, Hyerin sudah meninggalkan Ibu yang baru pertama kali merasa bahagia dengan kehadirannya. Sekarang semua kebahagiaan itu sudah lenyap dan menjadi sakit yang tidak bisa dilupakan Ibunya.
Hyerin masih mematung diam, tapi hatinya sesak dan semua kenyataan ini kembali membuatnya menjadi lemah. Meski sekarang dia memiliki semua ingatan di masalalu dan sekarang, itu tidak cukup karena kematian tetap saja menjadi satu-satunya alasan alam yang tidak bisa diterimanya dengan baik. Apalagi dalam keadaan yang tidak pernah diinginkannya ini.
Berapa waktu yang sangat lama dia butuhkan untuk kembali menyusun rencana yang akan dilanjutkan sebagai kehidupannya sekarang.
Satu hal yang sangat disadari Hyerin, jika setelah mati dia masih ada di tempat ini, hal itu berarti kehidupannya tetap meninggalkan rasa penasaran dan tujuan yang ingin dilakukannya. Benar saja, tujuan hidupnya dari ingatan masalalu hingga sekarang selalu saja tentang Rai. Dia ingin membantu Rai menyelesaikan kisahnya.
Ternyata sisi baik itu muncul sebagai satu-satunya alasan untuk dia syukuri. Hyerin sadar mungkin takdir masih menginginkannya kembali menemui Rai yang ada di tempat dan bisa dia jangkau untuk sekarang.
__ADS_1
Hyerin sudah berhenti menangis, semua ingatan terakhirnya dia kesampingkan lagi. Dia butuh rencana untuk sampai ke tempat Rai.
Hyerin berdiri dan mengamati lagi semua yang terlihat di matanya saat itu. Satu persatu dia mulai mencerna situasi dan menebak dia berada di tempat mana. Situasi yang terlihat sekarang tidak berbeda jauh dalam waktu kehidupan manusia dan tempatnya juga tidak jauh berbeda, hanya pemandangannya saja yang membedakan. Sekarang Hyerin melihat sebuah ruang yang luas dan matanya terus bergerak hingga akhirnya dia melihat sesuatu. Spontan kakinya berlari lalu Hyerin melihat sebuah tebih curam di bawahnya. Pikirnya mungkin tempat ini masih tidak jauh berbeda dengan tempat dimana Bus itu mengalami kecelakaan.
Hyerin kembali tersadar, jika raganya sudah menjadi roh yang utuh itu artinya dia bisa langsung pergi ke tempat yang ingin dia tuju dengan menggunakan kekuatan dari pikirannya.
Tinggal membayangkan tempat itu maka dia akan segera tiba di sana. Sebuah kabar baik lagi. Akhirnya.
Dengan senang Hyerin kembali memejamkan mata, membayangkan sebuah tempat dimana dia bertemu dengan Rai, alun-alun kota, dan gedung rumah sakit.
Beberapa detik kemudian, matanya perlahan terbuka.
Pandangannya terus dia bagikan ke semua tempat di sepanjang penglihatannya. Pemandangan alun-alun kota yang masih sama dan gedung berjajar di sana. Teringat dengan orang-orang yang pernah dia temui di salah satu gedung itu.
Hyerin bersiap-siap pergi ke sana ada sesuatu yang membuka niat hatinya. Saat melangkah sorot matanya menangkap pemandangan yang membuat dia langsung diam.
Orang-orang dengan tatapan mereka.
Hyerin terperanjat ingat dengan situasi terakhir dia pergi meninggalkan tempat ini. Dan dalam waktu selama itu dia juga tidak tahu apa yang sudah terjadi.
__ADS_1
Dia kembali menarik mundur kaki nya, menghindari tatapan orang yang membuatnya tidak nyaman dan segera pergi ke tempat lain.
"Hyerin!" Teriak seseorang.
Hyerin menoleh dan melihat seorang wanita tersenyum padanya. Dia kembali terperanjat kaget, wanita itu pernah dilihatnya saat dia masih hidup bahkan terakhir kali dia juga melihat wanita itu.
Hyerin segera menarik penglihatannya, perasaannya bingung apa yang akan dia katakan dan apa tujuan dari wanita itu. Dia tidak tahan dengan rasa penasaran yang sebenarnya membuatnya khawatir. Hyerin segera pergi sebelum wanita itu kembali meneriakkan namanya lagi.
Tanpa sadar dia sudah kembali ke tempat yang seharusnya tidak pernah dia datangi lagi. Tempat terakhir dia berpisah dengan Rai. Gedung dengan interior yang sama. Hyerin masih bisa merasakan semua kenangan yang terjadi di tempat yang sama. Ingatannya tentang semua kehidupannya di masalalu hingga sekarang membuat dia banyak menyimpan perasaan yang dirasakannya dari dulu. Dan semua masih tentang Rai.
Ini saatnya dia mengumpulkan semua keberanian untuk bertemu Rai. Dan mungkin waktu yang tepat untuk menyampaikan kata maafnya karena pernah tidak mengenali Rai di kelahirannya ini, tapi sekarang setelah menjadi roh yang utuh dia sudah kembali ingat tentang semuanya.
Hyerin sangat optimis dan yakin jika Rai juga akan menyambut baik kedatangannya, atau Rai sudah tahu jika dia kembali datang ke tempat ini.
Langkahnya kembali menyeret kaki Hyerin yang penuh semangat dan harapan untuk menemui Rai. Di sepanjang ruangan dan koridor dia berjalan, namun masih tidak menunjukkan tanda-tanda Rai di sana. Mungkin Rai ada di suatu tempat, yang terpenting dia tidak melewatkan mencari Rai di tempat ini.
Hampir sampai ke pintu keluar Hyerin masih tidak menemukan jejak Rai di sana, dia juga merasa tempat ini lebih sepi lagi dari sebelumnya. Terutama tentang iblis itu. Pikirannya langsung melayang lagi pada ingatan mengerikan tentang iblis dan perbuatannya. Dan seharusnya dia tidak sembarangan seperti sekarang berjalan bebas di tempat iblis itu ada untuk terakhir kalinya. Hyerin segera mempercepat langkah kakinya hingga dia berhasil berdiri di ambang pintu. Sedikit dia bisa bernapas lega karena selama ada di gedung itu dia tidak bertemu dengan iblis. Bagaimana jadinya jika dia sempat berpapasan? Otaknya tidak bisa menjelaskan apa yang akan terjadi, terakhir saja dia bisa trauma dan belum bisa melupakan kejadian yang menimpa dirinya dan temannya. Dan sekarang hatinya belum siap.
Hyerin terus menghembuskan napas dengan lega. Matanya kembali dia bagikan ke sepanjang tempat yang terlihat, namun sosok Rai masih belum terlihat juga, bahkan bayangannya pun tidak terlihat. Hyerin semakin bingung apa yang sebenarnya sudah terjadi? Mengapa dia tidak bisa melihat Rai ada di sana.
__ADS_1
Dia hanya perlu berjalan tanpa diketahui orang-orang tadi, itu yang perlu dilakukannya kan.