Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Iblis dan Ken


__ADS_3

Jam kembali berdentang dengan cepat mengingatkan bahwa waktu sudah berganti.


Ken tertegun lagi mendengarnya karena tidak lama dia akan kembali pindah ke tempat dimana dia berada seharusnya, tapi yang paling membuatnya mengganggu adalah Hyerin, dia juga akan kembali ke tempat itu.


Hanya butuh satu kali menghembuskan napas dan pemandangan langsung berubah.


Keramaian tadi sudah hilang berubah menjadi kota yang sangat sepi sampai tidak terdengar apapun selain suara daun yang diterbangkan angin.


Ken langsung pergi ke tempat Hyerin, itulah hal pertama yang akan dilakukan.


Menyebrangi waktu dan cepat berpindah ke satu poros waktu dan tempat yang berbeda. Kemampuan umum yang bisa dilakukan oleh semua roh pada umumnya.


Akhirnya Ken bisa menarik napas dengan lega, dalam pandangannya dia melihat Hyerin duduk dan melamun di teras luar rumah sakit.


Entah mengapa senyum melebar di bibir Ken dan perasaannya juga benar-benar merasa senang.


Ken menghampiri Hyerin dengan langkah hati-hati berusaha tidak membuat Hyerin terganggu dengan kedatangannya itu.


Padahal dia sudah sangat pelan melangkah tapi tiba-tiba saja mata Hyerin menangkap basah Ken.


Ken segera memperbaiki sikap, menarik lagi kaki yang awalnya sedang melangkah berjalan ke arah Hyerin menjadi hanya berdiri saja di tempat, bersikap seolah tidak ada apapun.


Pandangan Ken terus terlihat bolak balik dari kiri dan ke kanan dan berbalik ke arah Hyerin. Tak diduga lagi Hyerin sudah tidak ada di tempat semula. Ken kebingungan secepat itu Hyerin sudah pergi lagi.


Langkah kaki Ken tidak lagi menunjukkan tenang, dia menerobos masuk tergesa ke dalam rumah sakit dan terus mencari ke sana kemari, dengan keberanian yang terkesan dipaksakan masih meninggalkan sikap Ken yang gugup.

__ADS_1


Pandangan Ken langsung teralihkan lagi saat dia mendengar suara yang bersumber dari arah lain, Ken tidak bisa sedikit saja ceroboh apalagi di tempat yang seharusnya dia tidak berani datang. Di tempat seluas ini iblis itu bisa saja datang dari arah yang tidak bisa diprediksikan olehnya.


Tepat sudah setengah memasuki gedung, kakinya spontan diam tanpa sebab. Ekspresi wajah Ken langsung berubah lebih terlihat tegang menahan perasaan takut yang langsung menguasai pikirannya. Rasanya untuk melangkah pergi dengan kaki yang terasa langsung lemas tidak membuatnya mungkin bisa langsung menghindari nalurinya sendiri. Ken terus menyusun keberanian yang sedikit tersisa, dia harus memastikan sesuatu. Di balik tubuhnya, tepat di belakang tubuh Ken dia merasakan tubuh orang lain yang berdiri tegak sejajar. Perasaan tak biasa ini seperti dia sedang diawasi oleh iblis itu.


Mata Ken langsung membulat. Mulut yang diam seribu bahasa, hatinya terus menebak tak karuan. Jika itu iblis artinya dia sedang ada dalam bahaya dan tidak ada kesempatan untuk menghindar.


Kepalanya bergerak pelan ingin memastikan lagi sosok yang sedang berdiri di belakang tubuhnya. Berulangkali Ken terus menelan ludah yang terasa kesat di tenggorokan. Pikirannya tidak bisa tenang sebelum dia memastikan sebab dari rasa takutnya.


Saat menoleh tubuhnya ikut berbalik dan kakinya spontan mundur dengan cepat tapi itu tidak membuat dia bisa menghindari pukulan yang menindas perut hingga dia harus terpental jauh seketika.


Tubuh Ken menabrak tembok hingga membuat tembok yang bertabrakan dengan tubuhnya roboh. Ken terhuyung di bawah lantai dengan kondisi yang langsung membuatnya tidak bisa leluasa menggerakkan tubuh untuk bangun.


Ken berusaha lagi untuk duduk meski itu membuatnya kesulitan. Jauh dalam pikirannya dia mulai menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa mengendalikan emosi, Ken datang ke tempat ini hanya karena ingin mencari Hyerin. Terdengar konyol dan akhirnya dia harus meringis kesakitan.


Ken sigap mengambil tindakan. Dia segera pergi sebelum sempat tinju yang ingin dilayangkan iblis itu menyentuh wajahnya. Durasinya sangat cepat dan tidak bisa ditebak. Dan dari tindakannya itu berhasil menyelamatkan Ken sesaat.


Dengan tatapan yang tajam dan irama napas naik turun, Ken duduk namun dia masih menunjukkan ekspresi yang tidak tenang. Alasannya karena Ken sangat tahu jika iblis itu bisa menyusul ke tempatnya sekarang bukan? Tanpa basa basi lagi dan masih dengan posisi terbaring Ken kembali menghilang ke suatu tempat, dia terlihat sudah merencanakan sesuatu hal.


Bukan saatnya, sekarang bukanlah waktunya dia harus cepat meninggalkan tempat ini.


Ken masih meringis menahan sakit. Di dalam ruangan yang sulit dipercaya oleh akal dan logika. Ken mendarat di sebuah tempat yang awalnya dia takuti. Ruangan itu adalah yang biasa digunakan dulu untuk berkumpul dengan orang-orang dengan satu tujuan yang sama.


"Ken kau ke sini?" Sebuah suara yang terdengar kaget didengarnya. Ken langsung menoleh dan melihat wajah tak asing yang terus dicarinya dari tadi.


"Hyerin!" Ucap Ken sambil menahan sakit di sekujur tubuh.

__ADS_1


"Untuk apa kau kemari?" Tanya Ken khawatir.


Hyerin diam dia tidak menjawab. "Kau sampai seperti ini? Apa ada yang terjadi?" Alih-alih Hyerin lebih memperhatikan kondisi Ken yang dilihatnya cukup memperihatinkan.


"Aku..." Ucapan Ken terhenti tidak diteruskannya, Ken langsung diam saat menangkap sosok roh lain yang hadir menjadi orang ketiga.


"Pasti sudah terjadi sesuatu kan!" Komentar Hyerin yang saat itu masih terus penasaran pada pertanyaan yang tidak dijawab Ken.


Sedangkan Ken diam tidak menjawab, sorot matanya berubah dingin dan tajam memandangi wanita yang juga balas melihatnya.


"Iblis wanita datang!" Cetus Ken.


Hyerin yang sibuk melihat kondisi Ken langsung terhenti seperti mengerti dengan kedatangan seseorang yang disindir Ken sebagai iblis.


Perhatian Hyerin berubah saat berbalik memastikan orang yang baru saja datang langsung membuat matanya membulat. Mendapatkan sosok yang disindir Ken adalah wanita yang sama membuat Hyerin semakin penasaran dengan latar belakang wanita itu, dan Ken yang dinilai lebih tahu sepertinya dia juga sama memiliki hubungan yang tidak baik dengan wanita itu.


"Ternyata berpasangan. Sudah datang? Pasti ada sesuatu yang dibutuhkan?" Tebak wanita itu dengan nada bicara meremehkan. Bahkan matanya tidak melihat ke arah Hyerin dan Ken, kedua tangan yang dia lipat di atas perut menunjukkan sekali keangkuhannya.


Hyerin hanya bisa diam, baginya tidak cukup penting meladeni orang seperti itu. Tapi bagaimana lagi dia hanya bisa berdiri menunggu percakapan antara Ken dan wanita itu.


"Kamu sudah menjadi iblis kan? Sekarang sudah bisa sombong padahal tahu sendiri kalau melakukan perjanjian itu, nanti setelah mati kamu tidak akan pernah bisa bereinkarnasi lagi." Ucap Len sangat ingin membuat hati wanita itu menyesal.


Benar saja wanita itu sedikit terpengaruh dengan perkataan Ken, dia semakin merasa kesal dan tidak lagi bersikap sombong seperti tadi.


Di sisi lain Hyerin mematung tak percaya setelah mendengar perkataan Ken.

__ADS_1


__ADS_2