
Kisah tak berakhir untuk mendapatkan rasanya, sampai saat itu Hyerin tetap roh yang menjadi dewa kematian karena suatu perjanjian terlarang yang dilakukan dengan iblis. Dan orang yang bertekad seperti Hyerin dengan banyak alasan, mereka kini banyak dimana pun tidak lagi menjadi pembeda. Justru sekarang sebaliknya, roh murni sangat jarang dan hampir tidak ada.
Semua pasang mata berbinar dengan senangnya, bisa melihat kembali dunia yang dulunya mereka pernah tinggal di sana, hidup dan mempunyai banyak hubungan.
Hyerin bisa tahu apa yang dirasakan orang-orang banyak di tempat itu, karena dia sendiri juga merasakannya.
Tapi dia tidak mudah terlena oleh kesenangan yang akan menjadi sesaat. Seluruh otaknya masih membayangkan apa yang akan terjadi setelahnya saat jam berdentang dan berganti waktu?
Tidak ada kemungkinan yang bisa dia atur sebagai rasa tenang, meskipun kenyataannya Hyerin tak lagi seorang roh terikat, artinya setiap pergantian waktu maka roh akan kembali ke tempat asal mereka yaitu di dunia roh.
Satu persatu dalam hitungan detik waktu manusia saat itu, roh lain mulai berkurang dan entah kemana lagi perginya dari tempat luas di dunia fana ini. Dan apakah orang-orang tak berpikiran sama dengannya? Tak mengkhawatirkan jika saat itu tiba disaat jam dinding berdentang menggema di langit-langit luas.
Saat ingin sedikit melamun saja, membuang sedikit rasa lelah karena otaknya yang tak bisa berhenti berpikir, atau sedikit saja merasa tenang dari hal apapun. Ketika keinginan akan hal itu, kini Hyerin tak mengharapkannya lagi. Untuk apa? Sekarang yang terpenting adalah tujuannya untuk apa?
__ADS_1
Hyerin masih mematung tak melakukan apapun seperti yang dilakukan orang-orang. Dari diamnya itu dia berpikir sangat keras kembali seperti biasanya.
Masalah dalam pikirannya tak lain dan tak mungkin sebabnya hanya karena satu hal, yaitu Rai.
Hyerin masih bisa menganggap jika waktu itu tidak benar dan berandai jika yang terlibat olehnya adalah salah. Tapi sekuat apapun dia mencoba percaya, justru hatinya menolak.
Sebenarnya apa yang sedang terjadi?
Hyerin masih duduk sendiri, dia memang datang sendirian dan sejauh itu Hyerin masih bertanya-tanya tentang Rere dan sahabatnya, juga roh lain. Bagaimana bisa Rere terjebak dan menjadi seperti dirinya yang sekarang, Hyerin yang sangat menyesal.
Apa yang Tere pikirkan saat itu? Mengapa harus dia dan yang lainnya, orang-orang yang sudah dekat seperti keluarga dengannya.
Apakah harus tetap diam dan menjadi saksi dari orang-orang di tempat itu? Hyerin masih belum mendapatkan tujuannya, karena itu dia masih berdiam diri. Sekarang yang akan dilakukannya hanya menunggu saja sampai pergantian waktu jth terjadi.
__ADS_1
Tapi rasanya satu detik menunggu saja tanpa sebuah aktivitas membuat Hyerin tak nyaman bahkan untuk sekedar duduk sekalipun.
Sudah berapa kali Hyerin membuang pandangannya asal, tapi tetap saja tak bisa mengubah perasaannya, hanya sampai dia berharap ada orang yang akan membuatnya bicara dan tertarik untuk melakukan apapun.
Lamanya menunggu satu detik bagaikan satu menit berlalu.
Keganjilan mulai terjadi. Hyerin merasa harusnya jam dinding sudah bergeming, tapi masih tak ada tanda-tanda juga? Atau waktunya sedikit menggeser saja karena pengaruh dari tempat itu saja.
Dan semua orang terlena dengan keajaiban tempat itu. Mengapa tidak? Karena di sini mereka semua bebas menghabiskan waktu dalam waktu yang tidak ditentukan.
Meski seorang roh tapi apa salahnya menjalani semua hari dengan penuh bangga.
Nyatanya hanya Hyerin yang menyimpan perasaan bimbang.
__ADS_1