
"Aku tidak bisa berdiam diri, Hyerin harus segera tahu semuanya." Ucap Tania dalam hati. Dia seharusnya tidak boleh lengah karena biasanya keadaan setenang ini faktanya malah sebaliknya. Atau menandakan jika kesempatan hidupnya hanya singkat.
Suara jam dinding langsung mengudara, memenuhi semua celah dan bergema di dalam gedung. Hyerin terkejut meskipun bukan pertama kalinya lagi dia mendengar suara jam dinding menandakan pergantian waktu lagi. Hal yang dialami Hyerin juga sama untuk Tania.
Keduanya mematung mendengarkan suara jam dinding langsung bergema.
Hyerin menyaksikan lagi perubahan waktu di depan matanya. Keadaannya menjadi berubah secepat waktu berputar.
Tania menghilang. Karena pasti Tania sudah kembali ke tempat nya. Setengah rencana yang baru saja dipikirkan langsung tidak ada kejelasan karena Hyerin sudah kehilangan Tania. Bahkan mereka belum menyepakati dimana harus bertemu jika situasi ini tiba-tiba saja datang lagi.
Hyerin yang sangat khawatir tidak berpikiran lagi, dia langsung berlari menyusuri gedung itu hingga dengan mudah membawanya keluar melewati pintu. Pikirannya hanya satu, dia harus segera menemukan Tania. Langkah nya terlihat cepat menyeberang jalan yang sangat dipenuhi orang-orang. Satu tempat yang ingin ditujunya adalah alun-alun kota, mungkin saja Tania berada di sana. Mereka juga pertama kali bertemu di tempat itu. Hyerin dengan yakin melangkahkan lagi kakinya ke tempat yang sudah memenuhi isi pikirannya saat itu, dia sangat yakin dan percaya namun ceroboh tidak memikirkan bagaimana jika Tania datang lagi ke tempat nya.
Tidak lama dia sampai di alun-alun kota. Segera pengawasannya diedarkan ke seluruh sudut tempat tanpa terlewatkan. Dia berlari kesana kemari, menemui orang-orang tanpa bertanya dan terus memutar tubuhnya mencari sosok Tania yang mungkin sekilas bisa ditemukan. Tapi pandangannya langsung tertahan saat sosok orang yang sudah berdiri di depan matanya. Orang tidak asing dan yang selalu mengikutinya kemanapun. Rai, dia tersenyum sedikit kepada Hyerin. Namun Hyerin hanya terus memandanginya dengan tatapan aneh. Saat Hyerin mengabaikannya dan memilih melakukan lagi pencarian terhadap Tania, Rai langsung menghentikannya dengan memegang erat tangan Hyerin.
"Tolong sudah cukup, jangan lagi membahayakan dirimu sendiri." Ucap Rai yang sangat khawatir dan langsung menarik tubuh Hyerin hingga jatuh ke dalam pelukannya.
Hyerin sangat terkejut dengan tindakan Rai, dia tidak memaknai kata-kata Rai. Hyerin hanya langsung memberontak dan masih berniat untuk melanjutkan pencariannya itu. Namun Rai sangat erat menahannya hingga beberapa saat seperti mengulur waktu.
Hingga Rai melonggarkan pelukannya dan membiarkan Hyerin terlepas mudah. Dia menatap Hyerin dengan sangat tajam seperti melihat sesuatu yang tidak ingin dia lepaskan lagi.
Dari tatapan Rai membuat Hyerin merinding. Dia tidak ingat jika Rai pernah melihat dirinya dengan cara itu, tapi kali ini Rai sudah menunjukkannya. Hyerin segera teringat dia harus mencari Tania pikirannya langsung goyah saat Rai datang dan mengacau.
__ADS_1
"Apa yang kau cari?" Ucap Rai seperti orang tidak tahu apapun.
Hyerin hanya melihatnya sekilas lalu sibuk lagi dengan usahanya.
"Apakah Tania?" Ucap Rai yang langsung menghentikan aktivitas Hyerin saat itu juga.
Bagaimana Rai bisa tahu dengan namanya? Hyerin tiba-tiba saja memikirkan hal kecil itu, karena kenyataannya Tania tidak pernah menyebutkan namanya kepada Rai tapi dia bisa langsung mengetahuinya.
"Kau pasti tahu dimana dia kan?" Sangka Hyerin yang langsung menuduh Rai.
Rai tidak mengatakan apapun, dia terdiam dan hanya menggelengkan kepala.
"Bisa kita cari bersama saja?" Tanya Rai di tengah kesibukan Hyerin.
Seperti yang sudah diduga. Hyerin tak menanggapi dan entah mengapa hatinya kesal ketika melihat Rai yang awalnya tersenyum. Hyerin merasa Rai sudah tahu segalanya dan mungkin dia sedang berpura-pura sebagai orang yang tidak tahu menahu. Menyebalkan bukan?
"Apa salahku lagi? Ayo kita cari bersama Tania!"
Hyerin hanya membulat menatapi Rai. Dia tidak mengatakan apapun.
"Dimana terakhir kali kamu bertemu dengan Tania?" Tanya Rai.
__ADS_1
Pikiran Hyerin langsung buyar dia berpikir terakhir kali bertemu dengan Tania di tempatnya dan itupun sudah diketahui Rai, lalu kenapa dia bertanya lagi?
"Bisa saja dia pergi lagi ke tempat terakhir kalian bertemu, kan?"
Kesadaran Hyerin langsung tertahan, dia sadar apa yang sudah dilakukannya kali ini adalah sia-sia. Jika Tania kembali ke tempat itu, artinya Tania.
Rasanya langsung terkejut saat menyadari bahaya jika Tania kembali lagi ke tempat itu tanpa dirinya dan Rai juga ada di sini. Bagaimana jika Rai yang lain membahayakannya?
Semua seperti petir yang terdengar di siang hari, terdengar mengejutkan. Hyerin menatap kosong karena isi pikirannya dipenuhi lagi dengan bayangan ketika wanita terakhir kali yang pernah bersamanya juga celaka. Fakta itu sudah sepenuhnya menjadi rasa trauma bagi dirinya. Dua juga tidak berencana untuk membawa Tania dari awal, karena bisa saja kejadian itu terulang lagi.
Panggilan Rai yang berulangkali menyebut namanya seperti lolos dengan begitu saja, semua suara hilang kecuali suara yang ada dalam pikirannya tentang kejadian menakutkan pada waktu itu. Langkahnya gontai tertahan, kakinya berat untuk melangkah. Hatinya sudah hancur dan Hyerin tidak bisa lagi mengendalikan kewarasannya sendiri.
Hingga Hyerin berlari sejadinya, satu tujuan yang ingin dia datangi yaitu tentang tempat terkutuk itu. Benar kata orang-orang jika tempatnya adalah tempat terkutuk. Hyerin setuju dan sangat mengutuk tempat itu jika sampai Tania mengalami kejadian mengerikan di sana.
Seluruh Indra penglihatannya hanya tertuju pada satu arah, Hyerin terus melangkah ke depan tanpa memperhatikan lagi semua tempat yang dilaluinya itu. Dia merasa sudah tidak ada waktu dan nasib Tania ada di tangannya.
Napasnya sudah sangat berat terengah-engah karena Hyerin berlari tanpa berhenti sekejap. Hingga pemandangan atap rumah sakit sudah terlihat di depan matanya. Jaraknya kali ini sudah sangat dekat, dia langsung lebih bersemangat dan kekuatannya langsung bertambah. Namun saat memasuki taman dan membuka pintu setengah bola matanya langsung membulat, binar mata yang menandakan ketakutan langsung terlihat jelas. Hyerin sekuatnya menahan jeritan yang ingin keluar dari mulutnya saat itu juga. Hatinya langsung hancur, Hyerin bahkan tidak bisa mengekspresikan lagi bentuk trauma nya kini yang berulang lagi.
Kenapa bisa terjadi lagi? Mengapa harus semua orang yang dekat dengannya? Hyerin mematung memandangi tubuh yang terpisah-pisah tidak utuh di depan matanya sendiri. Rasanya Semua bayangan langsung gelap seketika hingga tubuhnya ambruk dan langsung tertangkap oleh Rai.
Rai sangat sedih melihat Hyerin, dan dia juga melihat tubuh Tania yang sudah tidak utuh saling terpisah satu sama lain. Sebelumnya dia tidak membayangkan jika kejadian ini bisa sekejam seperti sekarang. Namun Rai tidak bisa menghentikan iblis yang berkeliaran di tempatnya ini, jika saja Rai melindungi Tania maka Hyerin akan menjadi sasaran terakhir. Dia tidak bisa menjelaskan seberapa penting Hyerin dan harus tetap hidup.
__ADS_1