
" Maaf ya Lang, kamu udah nunggu lama ya?", tanya gue pada seorang pria yang bersandar dengan gagah di depan sebuah mobil.
"Ahk, nggak papa kok. Udah biasa juga harus nunggu kamu dandan", jawab nya tersenyum.
Lelaki tersebut ialah Gilang, mantan pacar gue yang gue putusin karna dia selingkuh. Ahk, bukan lebih tepatnya dia yang mutusin gue karena lebih milih selingkuhannya.
...Flashback...
...πππ...
0823xxxxxxxx
Benar ini dengan Alexa?
^^^Iya, siapa dan kenapa ya?^^^
Hmm, kamu masih pacaran ya sama Gilang?
^^^Iya, masih. Ini siapa?^^^
^^^Apa hubungan nya sama gilang?^^^
Aku Mentari mantan Gilang.
Tapi tadi siang kita baru balikan.
Gilang bilang udah putus sama kamu.
^^^Tapi gue sama Gilang masih pacaran.^^^
Maaf ya, gue cuma mau bilang itu aja.
Lo bisa jauhin Gilang mulai sekarang.
"Gila ya nih cewek datang datang datang malah nyuruh gue jauhin Gilang. Gila kali ya, dia pikir gue bisa kali ya di bohongin", gerutu gue kesal. Gue pun memutuskan untuk menghubungi Gilang demi kedamaian hati gue.
"Halo gilang, kamu dimana? Sibuk nggak?", tanya gue pada orang di seberang telfon.
__ADS_1
"Nggak sayang, kamu udah pulang dari kampus ya, mau aku jemput?", tanya suara lembut diseberang telfon. Yang kayak gini dibilang selingkuh, gila kali ya tuh cewek.
"Hmm, aku udah di rumah kok. Ada sesutu yang mau aku tanyain?", kata gue mengubah suara gue menjadi lebih serius.
"Mau nanya apa sih sayang, kok kayak nya serius banget? Mau ketemu?", tanya nya lagi lembut.
" Nggak usah. Barusan ada cewek yang ngechat aku katanya dia mantan kamu", kata gue masih menahan amarah gue.
"Iya kan kamu tau, mantan mantan aku itu masih susah buat move on dari aku", akunya pede. Oke gue merasa si cewe memang berbohong. Tapi ada sesuatu dalam diri gue yang mengatakan bahwa si cewe ini jujur. Mari kita galih lebih dalam lagi.
"Namanya Mentari, katanya kamu ngajak dia balikan tadi siang", jelas gue kembali. Sampai hampir semenit tidak ada jawaban dari seberang sana, oke gue mulai curiga sekarang.
"Jujur sama aku Gilang, aku paling nggak suka dibohongin", paksa gue. Terdengar suara tarikan nafas panjang dari seberang.
"Maafin aku Alexa, tapi aku janji bakalan mutusin dia sekarang. Tapi tolong dong kamu chat dia, kamu bilang kalo aku mau putus dari dia. Dia nggak mau dengerin aku", mohonnya tanpa dosa. Heii, apa kata nya barusan, dia minta tolong sama gue. Jelas jelas dia nyakitin gue loh barusan, dan sekarang apa kata nya tadi? Dia nyuruh gue buat mutusin selingkuhannya. Wah, sekarang gue ngerasa kalo dia sama gilanya dengan cewek tadi.
" Kamu gila ya, wah. Kamu putusin dia sekarang atau kita yang putus. Aku kasih kamu waktu buat berpikir", putus gue dan mematikan telfon sepihak.
...πππ...
Hampir setengah jam lebih gue berbaring tidak nyaman di kasur gue, dan akhirnya telfon yang paling gue tunggu tunggu akhirnya datang.
"Maafin aku ya, kayaknya hubungan kita harus sampai disini aja deh. Dia nggak mau putus, waktu aku mutusin dia, dia ngancam bakalan bunuh diri", jelasnya dengan suara lesu.
"Gue ngerti maksud lo, padahal besok anniversary kita yang kedua tahun. Tapi nggak papa, gue ngehargain putusan lo", kata gue menahan air mata lalu mematikan telfon sepihak.
...Flashback off...
...πππ...
Sekarang ini gue dan Gilang sudah berada di sebuah restoran bernuansa Eropa. Sedari dulu dia memang suka memdatangi atau makan di restoran mahal.
"Nggak ada yang marah kan aku ajak kamu keluar", tanya nya lembut. Cara bicaranya masih sama kayak dulu. Masih tetap lembut dan menenangkan. Gue menatap mata biru indahnya, dan gue menggeleng sebagai jawaban.
Kenapa gue selalu jatuh ke lo lagi? Kenapa susah banget buat jauh dari lo? Seberapa kali pun gue mencoba untuk lari kenapa lo masih nemuin gue. Apa sebenarnya maksud lo?
"Sebenarnya apa mau kamu?", tanya gue tanpa sadar. Gue masih memandangi wajah yang meneduhkan tersebut. Terdapat kerutan oada dahinya yang menandakan bahwa dia bingung atas pertanyaan gue barusan.
__ADS_1
"Maksud kamu?", tanya nya heran.
"Kenapa kamu datang lagi, bukannya kamu dulu yang ngakhirin hubungan kita tanpa ada rasa bersalah sedikit pun? Dan sekarang dengan mudahnya kamu datang dan ngajak ketemu dengan entengnya", kata gue panjang lebar.
"Maafin aku Sa, pada saat itu aku benar-benar nggak punya pilihan. Dia benar-benar ngancam bakalan bunuh diri kalo aku mutusin dia", jelas Gilang dengan lesu.
" Kalo aku ngancam buat bunuh diri juga apa kamu nggak bakalan putusin aku juga pada saat itu?", tanya gue pada Gilang. Gue memandang wajah gilang yang hanya terdiam. Bola matanya terus bergerak ke kiri dan kanan, gue tersenyum masam dan akhirnya memalingkan pandangan gue dari Gilang.
" Maaf Lexa. Aku benar-benar minta maaf sama kamu", kata nya menyesal.
"Alasan aku datang kesini ya karna aku pengen dapetin kata kata itu. Aku pengen ngeliat kamu menyesal dan akhirnya meminta maaf dengan baik",kata gue dengan senyum masam.
"Aku udah maafin kamu dari dulu. Hanya saja aku butuh permintaan maaf yang benar-benar dengan rasa penyesalan dari kamu", sambung gue.
"Lantas, apa hubungan kita udah baik baik aja sekarang", tanya nya dengan senyuman. Gue hanya mengangguk sebagai jawaban. Gilang hanya tersenyum, senyum manis yang selalu mampu menghilangkan semua amarah gue.
Saat gue lagi ngobrol panjang lebar sama Gilang, notifikasi hp gue bunyi.
Bos Ice Devilπ
Kamu dimana? Saya butuh kamu sekarang
dirumah saya.
Oh My God, apa gue nggak bisa santai sehari aja tanpa gangguan bos gila ini.
Bos Ice Devilπ
Saya tunggu 30 menit!!
"Maaf Gilang, aku harus pergi sekarang. Aku benar-benar minta maaf sama kamu", pamit gue ke Gilang.
"Mau aku anterin?", tanya Gilang
"Nggak usah Lang, makasih banyak ya dan gue minta maaf banget", pamit gue dan langsung pergi ninggalin Gilang.
Saat gue keluar dari pintu restoran sebuah tangan kekar menarik tangan gue, dan menutup mulut gue. Orang itu terus menarik gue ke parkiran. Pada saat di parkiran orang tersebut melepas tangan dan mulut gue, gue berbalik dan amat sangat kaget melihat orang yang berdiri di depan gue sekarang. Sulit bagi gue untuk membaca wajah orang tersebut. Dia terus maju mendekati gue, dan gue berusaha untuk mundur, sampai langkah gue terhenti karna badan gue udah mentok di mobil. Sekarang tubuh gue dan orang itu sangat dekat.
__ADS_1
"Apa kamu senang punya banyak lelaki?", kata orang itu tepat di telinga gue.