Dilema

Dilema
Kondisi Belinda


__ADS_3

Keluarga Besar Dilema mengucapkan...


Selamat hari raya idul Fitri bagi yang merayakan. Mohon maaf lahir dan batin ya 🙏🙏🙏


Spesial lebaran dilema, up dua episode.


Happy reading....


❤️❤️❤️


Sampai di rumah sakit, Moetia segera turun dari mobil Bagas dan meninggalkannya masuk lebih dulu.


Moetia menuju ke resepsionis lalu menanyakan tentang Belinda.


Setelah perawat memberitahukan dimana kamar rawat Belinda, Moetia bergegas ke ruangan itu.


Dari luar terlihat, papa dan mama Moetia masih berada disana.


Moetia masuk dan menghampiri Soraya,


"Sayang, kamu sudah datang. Bagaimana? semua sudah beres?" tanya Soraya pelan pada Moetia.


Moetia mengangguk cepat,


"Iya ma, bagaimana kondisi Tante Belinda?" tanya Moetia.


"Hasil pemeriksaan nya, belum keluar!" jawab Soraya merangkul lengan Moetia.


Saat dokter selesai memeriksa Belinda. dokter meminta Chairul ikut dengannya ke ruangan dokter.


Belinda yang melihat Moetia langsung memanggilnya,


"Moetia, kemari lah!" panggil Belinda.


Moetia melihat mamanya, Soraya mengangguk-anggukan kepalanya perlahan. Dan Moetia mendekat ke Belinda,


"Sayang, dimana Bagas? apa dia datang bersama mu?" tanya Belinda.


"Iya, Tante. Dia sedang mencari tempat parkir!" jawab Moetia cepat


Belinda menggenggam tangan Moetia,


"Sayang, terimakasih karena telah membatalkan tuntutan pada Bagas. Tante minta maaf atas kesalahan yang dia lakukan padamu ya!" ucap Belinda lemah dan agak terbata.


"Tante, sudah. Tante masih harus banyak istirahat. Semua sudah selesai. Aku sudah memaafkan Bagas!" seru Moetia tidak ingin Belinda terlalu cemas.


Tak lama Bagas masuk, pandangan Aries langsung tertuju pada nya.


Aries masih terlihat kesal,


"Moetia, Bagas sudah datang. Sebaiknya kita pulang!" seru Aries


Moetia mengangguk paham,


"Tante, Moetia pulang dulu. Tante jangan cemas lagi ya, semua akan baik-baik saja!" ucap nya


Belinda tersenyum,


"Iya, Soraya dan Aries terimakasih sudah repot-repot mengantarkan aku ke sini!" seru Belinda lemah.


Soraya tersenyum,


"Iya, mbak. Kami pamit dulu!" ucap nya sopan.


Tapi Aries malah diam saja lalu keluar dari ruangan itu tanpa pamit pada Belinda atau Bagas.


Soraya keluar, saat Moetia hendak keluar Bagas menahannya. Tapi Belinda menegurnya,

__ADS_1


"Bagas! jangan buat masalah lagi!" serunya.


Bagas mundur dan membiarkan Moetia keluar.


Setelah Moetia keluar Bagas mendekati ibunya,


"Apakah ibu benar-benar sakit?" tanya Bagas.


Belinda membulatkan matanya, tak percaya Bagas bertanya begitu.


"Kemari nak!" seru Belinda.


Dan ketika Bagas berada di sisi tempat tidur pasien Belinda memukul lengan Bagas sekuat tenaganya,


Plak!


"Anak kurang ajar, bagaimana bisa kamu mengira ibumu ini berpura-pura?" tanya Belinda kesal.


"Maaf Bu, aku kira hanya demi membuatku bebas ibu melakukan itu!" sahut Bagas lagi


"Hais, tahu begini. Aku biarkan saja Moetia menuntut mu!" kesal Belinda.


Sementara itu di ruang dokter,


"Sebenarnya bagaimana kondisi Belinda dok?" tanya Chairul pada dokter Septian, dokter spesialis jantung yang juga sahabatnya.


"Begini rul, apa beberapa waktu dekat ini Belinda juga terkena serangan jantung?" tanya Septian.


Chairul menganggukkan kepalanya dengan cepat,


"Beberapa Minggu yang lalu!" jawab nya


"Aku harus menyampaikan kabar tidak baik padamu, kondisi Belinda sangat rentan. Setelah dua kali terkena serangan ringan, kondisi tubuhnya ikut menurun. Kejutan atau berita yang mengagetkan akan membuatnya kembali syock. Dan serangan jantung yang terjadi setelahnya akan sangat fatal. Beberapa waktu ini, sebaiknya dia di jauhkan dari hal-hal yang akan memicu keterkejutan dan kesedihan!" jelas Septian.


Chairul terlihat menghela nafas nya dalam,


"Belinda masih lemah, dan jantungnya sangat lemah. Tidak mungkin untuk melakukan tindakan operasi, aku hanya bisa menyarankan untuk terus terapi dan minum obat tepat waktu. Sampai hasil pemeriksaan selanjutnya keluar!" seru Septian.


"Begitu, baiklah! tapi jika kamu menemukan cara untuk membuat kondisi Belinda lebih baik. Hubungi aku!" seru Chairul.


Septian mengangguk dengan cepat,


"Pasti, aku akan berusaha!" jawab Septian.


Chairul keluar dari ruangan dokter dan masuk ke ruang rawat Belinda.


"Ayah, apa kata dokter?" tanya Bagas.


Chairul terlihat kesal pada Bagas!


"Tidak ada, hanya saja ibumu harus rutin terapi dan minum obat Dengan teratur!" jawab Chairul.


Bagas mendekati Belinda dan mengusap lembut lengan ibunya itu,


"Cepatlah sehat Bu!" ucapnya tulus.


"Kalau ingin ibumu ini sehat maka menurut lah dan jangan buat ulah konyol lagi!" seru Belinda


"Bagas, ayah ingin bicara padamu. Ikut ayah ke kafetaria!" seru Chairul.


Bagas mengikuti Chairul ke kafetaria, mereka memesan dua cangkir Americano.


"Kondisi ibumu tidak baik Bagas! jantungnya sangat lemah!" jelas Chairul


Bagas tampak sangat merasa bersalah!


"Maaf ayah!" serunya

__ADS_1


"Sudahlah Bagas! ayah hanya minta agar kamu jangan bertingkah konyol lagi dan mengejutkan ibumu. Sementara ini kamu belum bisa memberitahukan kebenaran nya pada ibumu tentang kamu dan Moetia!" seru Chairul.


"Apakah ayah merestui kami?" tanya Bagas.


"Moetia gadis yang baik, asal usulnya juga jelas. Tidak ada alasan menolak gadis sebaik dan secantik dia. Tapi masalahnya adalah ibumu!" seru Chairul.


"Ibumu punya janji pada keluarga Manda, dan dalam kondisinya yang sekarang tidak mungkin untuk membicarakan hal ini lebih lanjut!" jelas Chairul.


"Ayah, tapi aku sangat mencintai Moetia!" sela Bagas.


"Apa dia juga mencintai kamu?" tanya Chairul.


Bagas terdiam,


"Dia juga punya hutang budi pada Manda, dan dia tidak ingin membuat Manda kecewa." jawab Bagas sambil menundukkan kepalanya.


"Sepertinya situasi ini sedikit rumit, sambil kita cari solusinya ayah harap kamu menahan diri saat bersama Moetia. Ayah tidak melarang mu mencintai nya tapi sekarang statusnya kamu adalah tunangan Manda, sebisa mungkin kamu harus menjaga nama baik keluarga terutama kondisi ibumu!" seru Chairul.


Bagas menganggukan kepalanya, meskipun sedikit kecewa tapi apa yang dikatakan ayah nya membuatnya tenang setidaknya ayahnya menyetujui hubungan nya dengan Moetia.


Sekarang dia tinggal memikirkan cara menjelaskan pada ibunya. Tapi tidak sekarang. Kondisi Belinda belum membaik.


Sambil menghabiskan kopi mereka, Chairul dan Bagas terlihat berbincang sangat akrab.


Lalu di rumah Moetia,


Manda terlihat menunggu kedatangan Moetia dan kedua orang tuanya di depan pintu.


"Sayang masuklah, dari tadi kamu berdiri disini!" seru Malika.


"Tidak bu, dari tadi Moetia tidak bisa di hubungi!" sahut Manda


"Kamu mencemaskan Moetia atau keputusan nya?" tanya Ahmad ketus.


"Ayah!" sela Malika


Tak lama, mobil Aries terlihat memasuki gerbang, Manda terlihat antusias.


Setelah Moetia turun dari mobil, Manda ingin menghampiri nya tapi Ahmad menahan Manda.


"Ayah, " seru Manda


"Kita masuk, dan bicara di dalam!" perintah nya pada Manda.


Manda menghentakkan kakinya ke lantai tapi menurut dan masuk ke dalam.


Setelah Moetia, Aries dan Soraya duduk, Malika membuatkan mereka minuman.


"Terimakasih Malika!" seru Soraya.


"Bagaimana hasilnya Soraya?" tanya Malika


Manda pun sudah tidak sabar mendengarkan jawaban Soraya.


"Saat kami di kantor Bram, Belinda terkena serangan jantung. Karena itu Moetia memutuskan untuk membatalkan tuntutan nya pada Bagas!" jelas Soraya


Manda terlihat menghela nafas nya lega,


"Mbak Belinda? bagaimana kondisinya?" tanya Malika.


Soraya mengangkat bahunya sekilas,


"Entahlah, hasil pemeriksaan nya belum keluar!" jelas Soraya lagi


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...Jangan lupa untuk memberikan 👍, lalu tekan❤️...

__ADS_1


...Think u ❤️...


__ADS_2