
Rita nama wanita itu, geram sekali di hati ini, aku tak akan melakukan hal konyol dengan marah-marah atau memberikan tindakan mengamuk misalnya.
Kalau sama-sama emosi ku yakin si Andre itu juga emosi, buat apa, lagian setelah ini aku akan ke pengadilan dan menggugat cerai.
Berkali-kali Anita memberikan saran, aku manut dengan sarannya.
Aku biarkan kelakuan Andre itu dan aku bergerak dengan tenang, tapi aku juga seorang wanita pasti aku juga sangat sakit.
Ibu mertua adalah dalang di balik semua ini dan si wayang Andre ini apa saja yang dilakukan ikut saja.Huh!
Aku tak boleh kelihatan lemah pada orang-orang yang menyakitiku, aku yakin semua yang terjadi adalah kehendakNYa,semua sudah di atur hanya kita yang menjalaninya.
*
Aku ke rumah mertua dengan sengaja, habis pulang mengajar aku menuju kesana, aku datangi Ria terlebih dahulu ke rumah Desi, ku katakan aku ingin tidur di kamarnya.
karena dirumah takut tidur sendiri, sementara Faira main ke sini dan Omnya belum pulang.
Aku berpesan pada Ria,untuk tidak memberi tahu siapa pun, ini rahasia nanti akan ku belikan sesuatu untuknya, dan itu membuatnya senang.
Berangkatlah aku menuju rumah mertua, dan aku seperti seorang maling saja, Ya Tuhan .., maafkan aku.
Aku memperhatikan orang sekitar dan dengan langkah mengendap-endap, sunyi sepi sepertinya tak ada orang, gegas aku masuk ke kamar Ria dan ku kunci pintu dari dalam.
Ku buka hp dan mebuka video untuk berjaga-jaga.
Jam masih menunjukan jam 2 siang, aku mengantuk sekali dan aku tertidur , padahal niat hati hanya untuk sebentar.
"Bagaimana, apa kamu sudah bertemu dengan Rita dia cantik kan"
__ADS_1
Sebuah suara keras mengagetkannku dan aku terbangun, kuraih hp dan kulihat jam.
Dan video di hp yang ku buka masih menyala dan tetap dalam posisi video, tapi aku tak menekan tombol rekam. Langsung aku merekam suara itu melalui hp ku.
"Foto yang di kirimnya secantik orangnya kan?" ucap Ibu
"Yang kau perlihatkan di hpmu itu" ucapnya lagi
"Iya aku sudah bertemu, tapi lebih cantik Nadia , hanya saja si Rita terlihat lebih menarik Bu"
"Bagus, lanjutkan setelah itu kau menikah" kata ibu.
"Kemana saja kau semalam seharusnya kau nawa Rita kesini aku tak sabar menjadikan dia menantu ibu" kata Ibu panjang lebar
"Ah ibu pelan-pelan dulu, pendekatan" trrdengar suara itu membuat berang .
"Ngapain?buat apa? pokoknya kamu harus secepatnya menikah aku sudah tak sabar. Aku tak mau mempunyai menantu seperti Nadia yang pelit itu!" ucap Ibu penuh emosi
Sungguh aku tak tau, kalau saja dulu sesekali ada di kamar Ria ini, aku akan mendengar dan tentu akan semakin sakit, ku ucap istigfar dan berdoa agar emosiku kembali stabil.
Ibu mertua juga seperti tak punya hati, geram sekali hati ini.
Ku tahan sebentar ingin sekali aku keluar kamar, tapi akan ku tunggu sebentar dan menunggu.
Ceklek!
Akupun membuka pintu.Emosiku sudah stabil dan seolah biasa saja.
Ibu tetperanjat begitupun dengan Si Andre penghianat itu, ku ulas senyum penuh makna,
__ADS_1
"Sayang kok ada di kamar Ria?sejaka kapan? Tanyanya padaku
"Tadi main disini sam ria dan rika , faira juga, eh mereka udah keluar aku ketiduran" kataku seolah tak tetjadi apa-apa.
Ku buat suara ini seolah tak tau apa-apa, hebat juga acting ku.
"Na..dia..,sudah makan belum?mana Faira? ucap ibu terbata dan salah tingkah.
Ibu mertua berkata dan bertanya, terdengar garing di telinga ini.
Tak ku jawab aku diam saja
"Benarkah? Memangnya baru bangun?" tanya
Si Andre , geram aku melihat wajahnya, pengen ku tampol saja.
"Iya". Ketus ku
Aku berjalan keluar kamar
Seketika Andre mengikutiku,
Aku abai saja.
Berbagai tanya di lontarkan padaku, aku tak menjawabnya, ku jemput Faira di rumah Ibu dia tetap mengikutiku.
Aku tak mwnghiraukan Andre,dia bertanya apa saja, aku diam saja.malas,geram dan benci .
Aku benci sekali dengan Si Andre penghianat ini, pertanyaanya ku anggap angin lalu, kemudian aku tetap melakikan aktifitasku seperti biasa.
__ADS_1
Aku akan mencari cara agar segera lepas dari Andre ini.