Dilema

Dilema
Ceritain Ke Gue Sekarang!


__ADS_3

" ih apaan si Lo! Disini dingin! Ayo kita kebawah. " Gerutu Tasya lalu berdiri dan menuju kearah bawah perbukitan.


Mereka bertiga juga mengikuti Tasya turun kebawah perbukitan.


" Oh ya, maaf ya. Telur nya gimana? " Tanya Tasya menyesali perbuatannya yang hilang secara tiba tiba.


" Tenang Sya, telurnya udah diurus " sahut Widya.


" sama siapa? " Tanya Tasya.


" Abel, " sahut William.


" Ohh gitu, yaudah ayo kita ke tempat awal. Kasian Abel nunggu lama " Pinta Tasya yang sudah berjalan duluan disambung William dibelakangnya.


" Harusnya tadi gue foto!! " Keluh Tania yang sedih karena tidak bisa mendapat momen yang paling langka. Yaitu saat William dan Tasya sedang berpelukan.


" Udah ah ayo! "


Mereka berdua pun menuju lokasi tempat berkumpul mereka tadi.


Disisi Nathan, Nathan melihat sesosok perempuan dibalik pohon. Ia pun penasaran dan akhirnya pun menghampirinya.


Betapa terkejutnya Nathan melihat mantan kekasihnya sekaligus orang yang menghianatinya terisak tangis yang luar biasa.


" Ra-raina?!! " Serunya seraya mundur untuk beberapa langkah.


" Na-nathan!!! A-aku kangen! " Sahutnya yang hendak memeluk Nathan tapi dengan sigap Nathan menyingkir untuk menghindari pelukan dari Raina.


" Na-nath?! Ko-kok kamu begitu?! " Lirihnya memandang lesu kearah Nathan yang keheranan " Mengapa dia ada disini? "


" Diem! Kita udah putus hubungan! Gua harap lo sadar! akan tingkah Lo barusan! " Tegas Nathan lalu hendak pergi.


" Tu-tunggu! A-aku bisa je-jelasin!!! Aku mohon! Please! Jangan tinggalin aku dulu!! " Sahutnya dengan suara yang agak meninggi. Nathan pun berbalik kearahnya tapi tidak untuk mendekati.

__ADS_1


" Lo bisa jelasin langsung ke gua sama William besok. Kebetulan besok adalah hari terakhir gua sama temen temen gua disini. Kita kumpul jam 5 pagi. " Jelas Nathan lalu kembali pergi dari Raina yang benar benar terisak tangis.


" Heleh, susah susah gua akting ternyata hasilnya kaya gini! Sok banget lu Nath! Ganteng sih tapi miskin! "


" Pokoknya gue harus ngedapetin mereka lagi! Agar gue bisa manfaatin mereka untuk menjadi perekonomian keluarga gue yang bangkrut!! "


***


William membaca chat diponselnya. Chat itu dari Nathan,


From Nathan for me


" Wil. Besok kita kumpul disamping vila Deket aliran sungai! "


from me for Nathan


" mau ngapain? "


from Nathan for me


" Dia mau ngapain si? Mau ngomongin soal Tasya? Mau bilang kalau relain Tasya aja buat gue! gitu? Aish ga guna " Batin William yang penasaran, " untuk apa gue kesana? "


***


Tepat pukul 5 pagi. Nathan dan William sudah kumpul disamping vila dekat aliran sungai.


" Mau ngapain kita disini? Mau ngomongin soal Tasya? Lo mau tanding sama gue? " Tanya William dengan tatapan sinis.


" bu- " jawab Nathan terpotong karena Raina sudah berada disampingnya mendengar sebutan nama seseorang yaitu " Tasya " dan penasaran siapa itu.


" Tasya? Siapa itu Tasya sayang sayang ku? " Sambung Raina dengan tatapan menggoda. Dengan memakai kaos yang berlengan pendek tapi dibagian dada terbuka. Sehingga benar benar terlihat belahan buah dadanya itu. Sedangkan ia hanya memakai celana pendek ukurannya hanya sampai sekitar bagian paha.


" RA-RAINA?! " Seru William yang saking terkejutnya melihat seorang mantan kekasihnya yang dulu ia susah lupakan sekarang ada tepat didepannya.

__ADS_1


" Hai yang? Apa kabar denganmu? Aku kangennn banget sama kamu! " ucap Raina dengan tangan yang meraba bagian leher William.


" Aih jijik gue! " Seru Nathan dengan tatapan jijik dan mual melihat aksi Raina seperti penggoda.


" Hai juga sayang? " Tanya Raina sekarang menghadap ke Nathan dengan hendak ingin meraba bagian wajahnya.


" STOP! gue bener bener jijik sama kelakukan Lo kaya sekarang ini! Dan jangan pegang pegang gue! Najis! " Ejek Nathan yang membuat Raina sedikit emosi.


" sabar..gue dulu aja bisa ngedapetin mereka berdua. Masa sekarang enggak? " batin Raina seraya menghelakan nafas membuang emosi yang ada dalam tubuhnya.


" Raina. Mau ngapain Lo disini? Mau jadi cewek penggoda yang gak punya harga diri? Cepet pergi! " Tegas William yang kembali berjalan kearah kamarnya.


" William! Gue bisa jelasin kejadian dulu!!! " seru Raina seraya berlari menyusul William.


Ada sesosok bayangan seseorang dibalik pohon depan William.


" Tasya?! " Seru William tersontak kaget melihat Tasya yang keheranan memandang Nathan, William dan juga seorang gadis yang sama sekali ia tak kenali.


" siapa gadis itu? " tanyanya seraya menghampiri gadis yang tak ia kenali itu.


" Gue Raina! Lo siapa?! " Bentak Raina menatap sinis kearah Tasya. Tasya yang melihat tatapan sinis Raina pun tersenyum heran.


" Raina cukup!!! Tasya, Lo balik ke kamar Lo! " Suruh William.


" Siapa lo bisa ngatur ngatur gue? " jawab Tasya sinis sedikit emosi mendengar ucapan William.


" Dan lo? Lo siapa? Gue tanya baik baik jawabnya ngebentak. " Tanya Tasya dengan nada yang sedikit meninggi.


" Gue pacar mereka! kenapa?! " jawabnya dengan senyum penuh kemenangan.


" Lo pacar mereka berdua? William? Nathan? Kalian berdua macarin satu cewek? ka-kalian?.. " ucap Tasya bingung seraya terkejut. Tak tahu mengapa hatinya sakit mendengar jawaban gadis itu.


" Bukan!! Dia wanita gila yang ngaku ngaku kita pacarnya!!! " Tegas Nathan menolak mentah mentah.

__ADS_1


" Tunggu, tadi William bilang lo Raina! Jujur!! Raina siapa!! ceritain ke gue sekarang!!!! "


__ADS_2