Dilema

Dilema
Akibat Rencana Theo


__ADS_3

Moetia sudah masuk ke lobby hotel, matanya langsung tertuju pada pria tampan dengan tinggi 180 cm yang memakai setelan jas berwarna hitam yang membuatnya makin tampan.


Moetia berjalan ke arah Bagas, tapi langkahnya terhenti ketika suara seseorang yang dia kenal memanggilnya.


"Moetia!" panggil Gio sambil tersenyum


Para wartawan yang sedang mewawancarai Gio pun menoleh pada Moetia.


Moetia terdiam, dia melihat lagi ke arah Bagas yang sedang mengendurkan dasinya.


Moetia tahu Bagas sedang kesal, ingin sekali Moetia kesana tapi Gio malah menghampiri nya.


"Selamat pagi!" sapa Gio ramah.


"Selamat pagi, tapi Gio ini.."


"Bukankah anda wanita yang saat itu Gio beri bunga mawar?" tanya wartawan 1


"Apakah anda kekasih Gio?" tanya wartawan 2 yang berambut keriting.


"Sudah berapa lama kalian berpacaran?" tanya wartawan 3 yang memakai kacamata bulat dan tebal.


Moetia menelan saliva nya dengan susah payah, matanya terus melirik ke arah Bagas, yang sepertinya sudah sangat kesal.


Moetia dan Gio masih bingung harus bilang apa pada para wartawan, tiba-tiba datang Manda yang menghampiri mereka.


Dari jauh, Theo sedang melihat reaksi Moetia. Entah apa yang dia rencanakan, hingga membuat situasi jadi makin rumit begini.


Austin berdecak kesal dan menghampiri Theo,


"Apapun rencana mu, pasti tidak akan berakhir baik. Kamu akan membuat Bagas sangat marah!" ucap Austin memperingatkan Theo.


"Kakak ipar, aku hanya ingin tahu. Berani tidak wanita itu mengakui perasaannya pada Bagas di depan umum!" sahut Theo.


Austin menggelengkan kepalanya,


"Kamu tidak tahu apa yang kamu lakukan, ada Manda disana. Selama ini Moetia memohon pada Bagas agar tidak mengekspos hubungan mereka karena tidak ingin Manda berbuat nekat, kamu akan menyesali perbuatan mu ini Theo!" tegas Austin.


Theo terdiam, dia masih melihat ekspresi Moetia yang gelisah berada di antara Gio dan Manda.


Sementara Bagas masih terus memperhatikan dari jauh, di sisinya ada Reno yang sudah berjaga-jaga kalau saja nanti Bagas lepas kontrol.


Manda menjawab pertanyaan para wartawan sambil tersenyum.


"Mereka adalah sepasang kekasih, bukankah mereka sangat serasi!" seru Manda tersenyum bahagia pada para wartawan.


Moetia meraih lengan Manda dan berbisik padanya,


"Hentikan Manda, ini akan membuat kesalahpahaman nantinya!" bisik Moetia pada Bagas.


"Kenapa? kamu harus mengumumkan hubungan kalian, jika tidak akan banyak wanita lain diluar sana yang akan mengejar Gio, kamu tahu bahkan pengikutnya di Instagram didominasi gadis belia" bisik Manda pada Moetia.


"Gio, apa yang paling kamu suka dari pacar mu?" tanya wartawan 1


Manda menepuk lengan Gio,


"Ayo katakan, aku juga ingin tahu. Apa yang kamu sukai dari Moetia?" tanya Manda

__ADS_1


Gio tersenyum dan menoleh ke Moetia, sementara Moetia masih terus melirik jauh ke arah Bagas yang mulai berkacak pinggang.


"Dia wanita yang baik, sangat ramah dan pengertian!" jawab Gio tulus sambil menatap Moetia.


Siapa pun yang saat itu melihat tatapan penuh cinta Gio, pasti akan dibuat mengerti betapa cintanya Gio pada Moetia.


Para wartawan tersenyum,


"Lalu Moetia, apa yang anda suka dari Gio?" tanya wartawan 2


Moetia merasa sangat tidak nyaman,


"Maaf tapi aku rasa, aku tidak seharusnya disini!" serunya ingin pergi


Tapi saat dia berbalik, Manda menahannya.


"Kalian jangan tanyakan hal itu padanya, sahabat ku ini sedikit pemalu!" jelas Manda


"Benarkah, lalu bagaimana mereka menunjukan kasih sayang satu sama lain?" tanya wartawan 3


Gio dan Moetia saling pandang, dari arah para wartawan terdengar ada yang berseru


Cium! cium! cium!


Manda yang mendengar hal itu tersenyum sangat senang,


"Ayo Gio, tunggu apa lagi!" seru Manda


Moetia benar-benar sudah berkeringat dingin, dia melangkah sedikit menjauh.


Sementara Bagas yang mendengar para wartawan meminta Gio mencium Moetia, sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.


"Bos, sabar dulu!" tahan Reno


Bagas tidak mendengarkan Reno, dia meneruskan langkahnya menghampiri Moetia, Bagas menarik tangan Moetia hingga dia menubruk dada bidang Bagas.


Bagas menangkup wajah Moetia dan mencium bibir Moetia dihadapan semua orang.


Moetia sangat terkejut, dia membulatkan matanya dan berusaha menghentikan Bagas dengan mendorong nya, tapi tidak berhasil karena tenaga Bagas lebih besar darinya.


Dan para wartawan, tentu saja tidak akan melewatkan berita sensasional seperti itu. Mereka memotret dan merekam apa yang dilakukan Bagas.


Dari jauh, Theo mengacak rambutnya sendiri.


"Sial!" serunya kesal.


Austin mendekati Theo,


"Sudah kukatakan bukan! kamu akan menyesali rencana bodoh mu ini. Sekarang selesaikan dengan baik, atau nama baik tiga perusahaan akan rusak di tanganmu!" ucap Austin penuh amarah.


Manda yang menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri pria yang sangat dia cinta mencium sahabat baiknya di hadapannya, menutup mulutnya sendiri karena tak percaya apa yang dia lihat.


Manda terhuyung kebelakang, dia sangat terkejut. Hatinya terasa sangat sakit, dan air mata nya menetes begitu saja.


Manda mendekati Bagas yang melepaskan pagutannya pada Moetia,


"Moetia," lirih Manda

__ADS_1


Moetia yang mendengar suara Manda berusaha melepaskan dirinya dari dekapan Bagas.


Moetia menginjak sepatu Bagas dengan kuat,


tapi Bagas tak terpengaruh.


Theo mendekat lalu, menarik Bagas dengan kuat. Theo menarik tangan Moetia dan membawanya pergi.


Reno juga mendekat dan meminta para wartawan untuk segera keluar dari lobby hotel.


Setelah para wartawan pergi, Gio yang masih berdiri mematung melihat semua yang terjadi pun memutuskan untuk pergi.


Manda masih menahan tangan Bagas agar tidak pergi.


"Tolong jelaskan padaku Bagas! tolong katakan bahwa semua ini tidak seperti yang aku lihat!" pinta Manda sambil terisak.


Bagas menepis tangan Manda


"Tidak ada yang perlu ku jelaskan padamu, semua memang seperti yang kamu lihat!" seru Bagas lalu pergi meninggalkan Manda.


Manda terjatuh, dia terduduk lemas di lantai. Dia menangis sejadi-jadinya. Reno yang masih disana juga tidak tahu harus bagaimana?


"Aku akan panggilkan Tante Malika!" seru Reno sebelum pergi.


Sementara itu Moetia dibawa Theo kesebuah kamar hotel yang sudah di reservasi oleh Theo sebelumnya selama proses pembuatan iklan.


Moetia menarik tangannya dan menjauh dari Theo. Moetia hendak keluar dari kamar itu, tapi Theo menahannya.


"Jangan pergi, suasana diluar sangat kacau!" seru Theo.


"Manda pasti sangat terpukul, aku harus kesana. Aku harus menjelaskan semuanya!" teriak Moetia.


"Tidak, Manda tidak akan mendengarkan mu!" bentak Theo.


"Kalau begitu aku akan bicara pada Bagas, Manda pasti mendengarkan Bagas!" seru Moetia.


Tiba-tiba Bagas masuk dan memukul Theo,


Bugh!


Theo jatuh ke lantai, ada darah mengalir di sudut bibirnya,


"Apa kau puas???" teriak Bagas


Moetia yang terkejut melihat Bagas memukul Theo, mencoba menenangkan Bagas. Moetia menyentuh lengan Bagas,


"Bagas, hentikan. Dia terluka!" ucap Moetia dengan nada suara bergetar.


"Itu belum seberapa, aku akan memukul kepalanya agar otak nya bisa berfikir." sahut Bagas.


Bagas mencengkram kemeja Theo,


"Kamu hampir saja membuat wanitaku disentuh orang lain, jika tidak mengingat pertemanan kita selama ini. Aku akan menghabisi mu Theodore Denisovich!" teriak Bagas di depan wajah Theo.


Bagas melepaskan cengkraman nya di baju Theo, lalu menarik Moetia keluar dari kamar itu.


...💕💕💕💕💕💕💕💕💕...

__ADS_1


...Tolong Like, Vote, Komentar dan Favoritnya ya 👍👍👍...


...Terimakasih 💕💕💕...


__ADS_2