
" tok tok tok "
Suara ketukan pintu dari kamar Tasya membuat Tasya kembali dalam sekitarnya.
" e-eh? i-iyaa?? siapaa? " Tanya Tasya lalu membuka pintunya.
" Caca? "
" Iya ini gue! " sahut Caca lalu menutup pintu kamar vila Tasya.
" Ca? Kenapa? " Tanya Tasya lembut mengajak Caca untuk duduk disofa dekat jendela kamar vila.
" kenapa kamar lo gelap banget?? hei! Lo nggak ngelakuin apa apa kan?! " Tanya Caca cemas seraya menerawang kamar, lalu menyalakan lampu
" hei! gue masih waras ya! ga mungkin gue tiba tiba males hidup cuman gara gara ketemu Raina! " kesal Tasya.
" bisa aja lho Sya!! Terkadang! Itu terjadi sama orang orang yang frustasi, sakit serta depresi!! Lo sering drop Sya! " singgung Caca yang membuat Tasya kesal.
" hei! jangan bicara macam macam! Gue cuman mau nenangin diri gue doang! Dengan tanpa cahaya! Itu bisa merilekskan pikiran! You Know?! " gerutu Tasya seraya memijat pelipisnya.
" whatever " keluh Caca.
" Jadi apa yang membuat lo gedor gedor pintu kamar orang hah? berisik tau ga! " Kesal Tasya.
" Gini Sya, gue mau bilang ini ke Om Ren dan Tante Vania serta seluruh pekerja yang ada di perusahaan REN. Gue mau bilang supaya si Arian breng"ek itu bertanggungjawab atas perbuatannya! " Jelas Caca.
" Gue setuju! Gue ga akan ngelepasin keluarganya! Raina juga! " Seru Tasya yang membuat Caca tersontak kaget mendengarnya.
Baru pertama kali ia melihat sahabatnya sekejam itu pada orang lain. Dulu, sebelum mengenal Nathan, William dan teman teman lain. Tasya tidak pernah berbicara begitu terhadapnya dan juga Brian. Hatinya lembut dan rendah hati, mau memaafkan orang. Tapi sekarang, bedanya 90° dengan Tasya yang dulu ia kenal.
" serius ini lu?! kejam! Astaga! " ujar Caca yang terus mencubit pipi Tasya yang membuat Tasya geram akan tingkahnya.
" Bisa diem ga?! atau gue gigit tangan Lo! " ancam Tasya.
" Singa betina lepas kandang! " seru Caca. Caca mundur beberapa langkah menjauh dari Tasya yang kelihatannya sangat marah terhadapnya atas ucapan dan tingkah anehnya pada Tasya.
" You don't shut up! I bit* your body! " ancam Tasya yang sekarang maju beberapa langkah mendekati Caca.
" Oh my gosh!! " sahut Caca mengikuti candaan Tasya.
Tasya kini memajukan beberapa langkah dan tubuh mereka hanya tinggal sedikit 5cm lagi. Tasya menjaili Caca dengan menggelitiknya sehingga membuat mereka bercanda bersama.
Seakan akan tubuh Tasya sudah tidak sakit ataupun demam lagi. Entah kenapa persahabatan selalu mengubah rasa sakit menjadi kebahagiaan itulah yang dipelajari oleh Tasya.
Carilah sahabat yang benar benar menyayangimu dan kau juga menyayanginya. Sehingga beban apapun yang kau jalani, akan selalu ada sahabatmu yang akan siap menggandeng tanganmu dan kalian menjalaninya bersama sama.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu, mereka kembali duduk disofa mengobrolkan sesuatu.
" Lo ngerasain begitu? " Tanya Caca seraya menaruh kedua tangannya dipipi Tasya bahagia sekali rasanya bahwa sahabatnya merasakan ciri ciri jatuh cinta untuk kedua kalinya.
" iya, tapi gue gatau kenapa gue marah banget pas ngedenger kalau Raina memacari Nathan dan William sekaligus. Rasanya my heart itu panas banget marah sedih campur aduk dalam batin gue " jelas Tasya.
" Bedain Cinta sama suka doang " nasehat Caca.
" gue tahu karena gue pernah ngerasain pas gue pacaran sama Bill! " kesal Tasya.
" iyaa tahuu ini cuman nasihat, jadi siapa yang Lo minati diantara Nathan sama William? " Tanya Caca serius.
" Minat? jujur gue belum tahu sama siapa gue suka sama mereka. Nathan or William, but for me apakah mereka juga suka sama gue? " ujar Tasya.
" Jelas! jelas! " seru Caca yang membuat Tasya heran akan ucapannya.
" Jelas apa? " tanya Tasya.
" Jelas lo itu bodoh! " ujar Caca kesal melihat tingkah polos Tasya.
" hei!! " kesal Tasya.
" iyalah! tau ga si! Mereka itu berusaha ngode! William ngedeketin lu! kata Widya! Dia ga pernah deketin cewek lain sedeket dia kalau lagi sama lu Sya! Dia ga pernah kan kaya meluk gue, Widya, Tania, Oliv? Sadar Sya! Dan juga Nathan! Nathan ga bakalan friendly ke cewek! Dia trauma setelah kejadian pengkhianatan Raina! itu cerita dari Tania, Olivia, Widya, Brian! Kita ngerasa! Sebenernya! waktu lo diantara bukit! Gue liat lu dipeluk sama William kan? benerkan? gue sama kelompok 2 ngeliat! kita lewat jalan yang sama Deket perbukitan tinggi itu! Kita ngeliat Tania sama Widya lagi berusaha naik perbukitan itu! Pas kita mau nyapa, eh malah Tania ngodein kita untuk diem dan ngelanjutin perjalanan! Dan anehnya! Gue ngeliat raut wajah Nathan berubah lesu! Sehabis game itu dia langsung izin kekamarnya! " Jelas Caca.
" kalian ngeliat? "
" Jo! Liat tu ada coklat coklat! " Seru Andrew menunjuk kearah pohon disampingnya.
" iya kayanya telur! ambil Jo! " Suruh Caca.
" Lama lama gue jadi babu dikelompok ini! Kalian tugasnya cuman nyuruh nyuruh gue ngambil telor! Liat ni! kuku jari tangan gue kotor! " Gerutu Jojo.
" nasib lah! " ejek Andrew.
" eh! eh! guys! liat! itu ada bayangan hitam 2 orang!! " seru Olivia.
" dimana?! " tanya Andrew.
" Itu disana! mata lu pi*k apa gimana! " ejek Caca dengan pandangan mengejek kearah Andrew.
" heh! jangan jangan itu..setan??! " ujar Jojo yang membuat Nathan Olivia melotot kearahnya.
" Diem! Ditempat kek gini jangan ngomong macem macem! Ini tuh udah termasuk kawasan alam! Banyak dimensi yang gak keliatan pake mata manusia biasa! " tegur Caca. Caca memang orangnya sangat percaya dunia mistik, dia sangat suka membeli buku novel bergenre horor dan thriller itu keturunan dari mamanya yaitu seorang pembuat novel bergenre horor.
" sama kaya gunung ya? " sambung Olivia.
__ADS_1
" Agak beda dikit, gunung alamnya lebih luas. Dimensinya lebih banyak. Disana banyak penunggunya! makanya kalau mendaki jangan ngomong aneh aneh harus siap dan jaga! Disana punya penunggu dan disemua tempat juga punya! makanya jangan ngomong aneh aneh oke! " jelas Caca.
" Emang Caca the best! " puji Andrew.
" Sebentar! Itu bukannya Tania sama Widya ya? Dan! liat! Dengan cahaya bulan! Gue ngenal! Dia Tasya sama William kan?! " Seru Olivia.
" HAH?! " Sambung Nathan tersontak kaget mendengar nama Tasya dan William dikalimat Olivia.
" EH! EH! MEREKA PELUKAN?! " seru Andrew yang membuat semua mata semakin memfokuskan matanya kearah salah satu perbukitan kecil. Tak terkecuali Nathan.
Mata Nathan terbelalak melihat Tasya dan William berpelukan dibukit. Sungguh pandangan yang tidak mengenakan baginya.
" TASYAAA! WILLIAM!!! " seru Jojo menyapa dengan suara kencang. Tapi dengan sigap Tania dan Widya melambaikan tangannya membentuk silang mengodekan untuk mereka berhenti.
" kayaknya kita disuruh ga boleh ganggu ya? " ucap Caca.
" mungkin, udah yuk lanjut jalan aja! " pinta Andrew.
" heh! itu Nathan udah jalan duluan! " seru Olivia.
" Yang pastinya kearah Vila! hei NATHAN! ayo sambung cari telur biar bisa menangin game! " sambung Jojo.
" Bilang gue sakit! " sahut Nathan yang sudah jauh meninggalkan mereka disana diam melongo menatap punggung Nathan yang sudah perlahan menghilang.
" NATHAN BRENGS*K!! " Ujar Jojo kesal.
" Udahlah ayo lanjut jalan aja " keluh Andrew.
" Nathan cemburu? " batin Caca penasaran.
Flashback Off
" iyaa, jadi i think Nathan cemburu waktu lo lagi pelukan sama William..cieee Tasyaaa! " goda Caca.
blush!..
" iii apasiii! Itu cuman pelukan doang kok! Inget ya kita ga ngelakuin macem macem! serius! " bantah Tasya.
" nanti dimasa depan kamu juga ngelakuin yang namanya gitu gituan haha! " goda Caca untuk kedua kalinya. Sekarang pipi, wajah semuanya memerah jelas sekali Tasya tergoda oleh candaan yang dilontarkan Caca.
" apa iyaa ya? Tapi sama siapa? " batin Tasya yang mulai tergiur.
" hayoo Tasyaa! hayoo pikirin apa?! " seru Caca membuat Tasya terkejut dan kembali didunia nyatanya.
" e-enggak! Tapi ya Ca, menurut lo. Apa gue ini bener bener jatuh cinta? " tanya Tasya yang masih bingung akan perasaan hatinya.
__ADS_1
" iyaaa Tasyaa! Lo itu bener bener jatuh cinta! dari tadi lo malu malu kucing gitu! Pas gue ngomong nama Nathan or William. Tapi gue bingung siapa yang lo suka diantara mereka. " jelas Caca.
" Beneran? Gue juga bingung "