
"Tidak ada kata anak-anak kita mas Chairul, aku bersedia pulang dan menemui mu karena aku ingin Bagas dan Moetia berpisah!" tegas Aries.
Benjamin terlihat ingin mendekati Aries karena sudah berbicara sedikit kasar pada Chairul. Tapi dengan cepat Chairul mengangkat tangan nya menghentikan Benjamin.
Soraya yang merasa sedikit cemas memeluk lengan Aries agar dia sedikit tenang.
Chairul menghela nafasnya lagi, dia berusaha untuk tidak terpancing emosi karena penolakan Aries.
"Moetia dan Bagas saling mencintai..."
"Mas Chairul..." bantah Aries.
"Dengarkan aku dulu!" bentak Chairul menyela bantahan Aries.
Suasana benar-benar menjadi tegang. Soraya menundukkan kepalanya karena aura yang di tampakkan Chairul saat ini sangatlah tidak bersahabat.
Sementara suara keras Chairul juga sampai ke kamar Manda.
Manda yang tadinya sedang berbaring membaca majalah, langsung bangkit dan menghampiri Malika yang sedang menata pakaian Manda ke dalam lemari.
"Ibu dengar itu?" tanya Manda.
Malika mengangguk dan menghentikan aktivitas nya.
"Iya, seperti nya mas Chairul sedang marah!" jawab Malika.
"Kenapa Om Chairul marah ya Bu, lalu kenapa dia kemari dan ingin bertemu dengan om Aries dan Tante Soraya. Pasti dia tidak setuju dengan hubungan Bagas dan Moetia kan. Aku sudah menduga nya. Sebentar lagi hubungan terlarang mereka pasti akan berakhir..."
"Manda..." seru Malika menghentikan ucapan Manda.
Hati Malika hancur mendengar Manda mengucapkan kata-kata itu tentang Moetia. Malika juga sangat mengenal dan menyayangi Moetia, meskipun kecewa padanya tapi dia juga tidak ingin mendengar Moetia di hina oleh seseorang walaupun itu oleh Manda.
"Kenapa Bu? memang benar kan. Moetia merebut tunangan ku, dia mungkin sudah menjebak dan menjual tubuhnya pada Bagas..."
Plak!
Malika menampar Manda spontan. Mata Malika sudah memerah. Dia tidak menyangka, sama sekali tidak menyangka Manda bisa berkata seperti itu tentang Moetia.
__ADS_1
"Ibu!!!" jerit Manda tidak terima Malika menamparnya.
"Kenapa ibu menampar ku, kenapa ibu selalu membela Moetia. Dia sudah merebut tunangan ku Bu, dia merebut Bagas dari ku. Perempuan seperti dia kenapa ibu membelanya!!" protes Manda yang sudah berlinangan air mata.
Air mata Malika sudah berlinangan, dia benar-benar merasa telah gagal mendidik putri sulung nya itu dengan baik. Beraninya dia berkata hal sehina itu tentang Moetia, anak dari orang yang telah merawatnya dan adiknya sejak kecil.
"Ibu tidak mengharapkan ini darimu Manda, ibu masih diam ketika kamu bersikeras ingin bertunangan dengan Bagas. Ibu bahkan masih membelamu ketika ibu tahu Bagas menyukai Moetia. Tapi kata-kata kasar mu barusan, ibu tidak bisa menerimanya Manda. Moetia bukan wanita seperti itu, kamu juga tahu itu..."
"Manda benci sama ibu, Moetia yang salah Bu. Aku sudah mengatakan kalau aku menyukai Bagas sejak kuliah, kenapa dia tidak menjauhinya ketika dia tahu hal itu!" bantah Manda.
"Apa kamu pernah menyebutkan nama Bagas pada Moetia? yang selalu kamu sebut adalah my prince..."
"Sudah cukup! aku tidak mau mendengarnya lagi!" teriak Manda menutup telinganya dan berlari keluar dari kamarnya.
Suasana mencekam masih terasa di ruang tamu. Aries masih diam sambil mengepalkan tangannya di atas lututnya.
Sementara Chairul, berusaha mengatur nafasnya kembali setelah berteriak cukup keras pada Aries tadi.
"Kenapa kamu membenci Bagas?" tanya Chairul.
Aries tidak langsung menjawab. Dia mengangkat kepalanya dan menatap lurus Chairul.
"Apa kamu tahu sejak kapan mereka berhubungan?" tanya Chairul dengan ekspresi datar.
Soraya dan Aries saling pandang. Chairul menyunggingkan senyumnya.
"Aku sudah menduganya, Moetia tidak menceritakan apapun pada kalian. Apa kalian tahu, Moetia dan Bagas sudah saling mencintai dan menjalin hubungan sebelum Moetia tahu bahwa orang disukai Manda adalah Bagas!" jelas Chairul.
"Tapi kenapa setelah Moetia tahu aku mencintai Bagas, dia tidak meninggalkan Bagas?" tanya Manda yang baru datang dan menghampiri ketiga orang yang sedang dalam suasana tegang itu.
"Manda!" seru Soraya meminta nya untuk tidak bersikap tidak sopan seperti itu.
"Itu benar Tante, kenapa Moetia bahkan menjalin hubungan secara sembunyi-sembunyi di belakang kita?" protes Manda lagi.
Chairul tidak meladeni Manda, dia kembali melihat ke arah Aries dan Soraya.
"Kalian tidak tahu apa saja yang sudah putri tunggal kalian itu alami demi orang yang dia anggap sebagai sahabatnya yang bahkan tidak perduli pada perasaannya sendiri. Moetia sudah berulang kali menjauhi Bagas, tapi cinta mereka sangat kuat hingga sejauh apapun Moetia berusaha, dia selalu kembali ke sisi Bagas." jelas Chairul.
__ADS_1
"Bagas itu tunangan ku om..." sela Manda yang sudah tersulut emosi karena penjelasan Chairul yang membuat seolah-olah dialah orang ketiganya.
"Om bicara seolah-olah aku lah orang ketiganya, aku dan Bagas sudah bertunangan dan Tante Belinda berjanji akan menikahkan Bagas dengan ku, Bagas dan Moetia tidak bisa meneruskan hubungan mereka" kekeh Manda.
"Manda, jangan bicara seperti itu pada mas Chairul!" ucap Soraya pelan sambil mendekati Manda.
"Tante, aku tunangan Bagas... bagaimana mungkin!"
"Kamu bilang kamu tunangan Bagas, jadi kamu belum tahu kalau Bagas dan Moetia sudah menikah!" tegas Chairul.
Jeegeeerrrrrr!
Bak petir menyambar, apa yang dikatakan Chairul membuat Manda langsung bungkam seribu bahasa.
Manda terhuyung ke belakang, untung saja Soraya berada di dekatnya dan menahannya agar tidak terjatuh.
Aries hanya bisa menarik dan menghembuskan nafas dalam mengurangi kegusaran di hatinya.
"Moetia tidak ingin mengatakan ini pada kalian, hati wanita itu terlalu baik. Dia tidak ingin menyakiti kalian, tapi apakah kalian tahu kondisinya saat ini. Dia bahkan tidak bisa bangun dari tempat tidurnya!" jelas Chairul.
Soraya langsung menoleh ke Chairul, hatinya terasa tercubit mendengar kondisi Moetia yang digambarkan oleh Chairul.
"Moetia!" lirih Soraya.
Aries pun sama, dia segera mengangkat kepalanya dan memandang Chairul, tangannya gemetar. Bagaimana pun dia sangat khawatir mendengar kabar buruk tentang putri tunggalnya itu.
"Kalian mengusirnya tanpa mendengarkan penjelasan darinya, apa yang bisa dia lakukan selain menghukum dirinya sendiri? Aries Mahendra, jika kamu kecewa karen Moetia tidak melibatkan mu dalam pernikahannya, kamu salah. Bahkan kamu sendiri yang menandatangani surat perwaliannya saat itu di Singapura!" jelas Chairul lagi.
Mata aries terbuka lebar, dia terkejut.
"Jika kalian ingin menyalahkan seseorang, maka orang itu bukanlah Moetia. Dia bahkan sudah berulang kali menolak untuk menikah dengan Bagas. Kalau ingin menyalahkan, maka akulah yang harus kalian salahkan." seru Chairul tegas dan mantap dengan kata-kata nya.
"Salahkan aku karena sudah memaksa Moetia dan Bagas untuk meraih kebahagiaan mereka, salahkan orang tua ini yang hanya ingin putranya bisa menghabiskan hidupnya dengan wanita yang dia cintai, salahkan orang tua ini yang tidak ingin melihat anak kalian selalu menangis diam-diam sendirian ketika kalian selalu membicarakan pernikahan orang yang dia cintai dengan sahabatnya." sambung Chairul.
Soraya tidak bisa menahan tangisnya, ternyata selama ini putrinya sudah menderita sendirian tanpa bisa bercerita padanya.
Soraya terisak, dan hal itu membuat Manda semakin kesal.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan ku?" protes Manda yang juga sudah menangis karena kesal.