
Hari minggu pagi yang cerah aku sudah pergi ke pasar, untuk mencari bahan untuk masakanku.
Pagi hari ini aku sudah memasak, biasanya hari minggu malas-malasan, senin sampai sabtu cukuplah untuk menyiapkan makanan, jadi minggu untuk bersantai.
Menikmati hari libur, tapi hari ini aku ingin memasak nasi bakar , rasanya ingin membuat sendiri, tadi malam sebelum tidur aku membuka youtube dan melihat cara membuat nasi bakar.
Nasi yang di masukkan ke dalam daun dengan isian ayam suwir bumbu di tengahnya,sepertimya nikmat sekali, di makan dan pastinya ciri khas aroma daun pisang menambah harum dengan wanginya.
Kuracik bumbu dan menyiapkan bahan dengan hati senang, kubuat yang pedas dan tidak pedas.nasi yang di masak di tambah santan dan daun pandan membuat aroma mewangi kurasa.
Setelah semua siap, akupun membakar di teplon sederhana milikku.lama juga aku menyiapkannya.
"Mama masak apa? Wangi banget.." tiba-tiba anakku muncul dari pintu ruang tengah menuju dapur.
Aku tersenyum.
" Aduh sayang..., sudah bangun? Mama hari ini membuat nasi bakar" ucap ku
"Asyik.." seru anakku.
Ya anakku memang menyukainya aku pernah membuatnya sekali tapi itu sudah lumayan lama.
Tadi malam mendadak pengen dan mencari lagi di youtube, agak lupa aku dengan bahan dan bumbunya, supaya lebih afdol saja mencari resepnya.hehe.
" Mandi dulu gih.., setelah itu maem Nasi bakarnya, mau? Kataku pada anakku.
"Mau!" serunya bersemangat.
__ADS_1
bila hari minngu aku sengaja tak membangunkan anakku , biarlah dia juga menikmati libur.
Ayah Faira, dia tidak ada di rumah kalau sudah jam segini ini, dan hari minggu juga tidak bekerja.
Dia pergi ke kebun sawit atau kemana, tadi pagi-pagi sekali dia berangkat dan berkata padaku mau ke kebun sama mau ke tempat teman sebentar.
Ku iyakan saja dia memang rajin sejali kalau ke kebun, ke tempat temannya mungkin berburu burung yang tak kunjung mendapatkannya.
Katanya masih belajar bagaimana membidik selalu lepas, nanti kalau sudah bisa aku mau beli senapan seperti temannku. Itu selalu di katakannya apabila habis berburu bersama temannya.
Anakku sudah selesai mandi, berpakaian dan memakan Nasi bakar, selanjutnya dia bermain dan nonton kartun kesukaannya.
Mama..!Mama..!
Bangun Ma..!
Bergegas aku keluar menuju pintu dapur, ku datangi sumber suara di rumah Desi, pikirannku berkecamuk jadi satu.
"Astagfirullahaladzim" ucapku terkejut.
Ku lihat pintu dapur sudah terbuka lebar.., kudapati Ria, Rika, dan Dion menangis.
"Ada apa Ria..? Ini kenapa? Mama kamu kenapa? Mana ayahmu? pertanyaanku beruntun.
"Mama Pinsan" kemudian menangis lagi Ria setelah ber kata.
"Ambilkan minyak angin"kataku
__ADS_1
Ria melangkah dan mengambil minyak angin, aku mengambil bantal dan menaruh kepala Desi di bantal, sementara Ria dan Dion masih menangis , ku bujuk mereka agar diam kukatakan tidak apa-apa.
Perlahan tangis kedua bocah itu mereda ku pangku Dion dan Ria sebentar, setelahnya Ria datang membawa minyak angin, ku turunkan Ria dan Dion dari pangkuanku.
Segera ku balurkan minyak angin di kaki di tangan dan di hidung Desi.
" Ambilkan Air di gayung" ucapku pada Ria
Ria pun segera mengambilkannya.
Ku ambil air di gayung dan ku raupkan ke wajah desi dan ku ulangi lagi menyapukan minyak kayu putih, Ria mengurut kaki mamanya dengan minyak angin.
Mata Desi kemudian mengerjap dan bangun.
"Mama" ucap ketiga anakknya serentak.., dan terjadilah adegan berpelukan diantara mereka.
Aku pun pamit pulang ku ajak Ria kerumah untuk mengambil nasi bakar yang baru ku buat.
"Mamamu Pinsan Ri, ko bisa?" tak sabar sebelum sampai rumah aku bertanya padanya.
"Tadi Ayah pergi naik motor kencang sekali, terus mama lihat ayah di pintu pas mama masuk mama Pinsan di depan kami, kami kan tadi lagi lihat Televisi" kata Ria
"Ayahmu pergi? Pergi kemana?" kataku.
" Tadi sepertinya bertengkar sama mama" ucapnya.
Aku pun memilih diam, dan tak bertanya lagi.
__ADS_1
Masalah rumah tangga mungkin.