
Bukkk!!..
" Sya! Lo ngapain tampar gua?! " Seru Bill.
" LO GA PUNYA AKAL ATAU GIMANA SIH?! LO UDAH NINGGALIN GUE BERTAHUN TAHUN! DAN SEKARANG MINTA BALIKAN! GAMPANG BANGET LO! " Bentak Tasya yang sedang berceceran air mata di wajahnya.
" Kita bisa omongin itu baik baik Sya! Jangan kaya gini!! "
" GILA LO! SEMUDAH ITU LO NGOMONG KAYAK GITU?! DISAAT PAPA GUE BANGKRUT! DISAAT TEMEN TEMEN NGEJEKIN GUE MAKAN UANG HARAM! DISAAT GUE JATUH SEJATUH JATUHNYA! LO KEMANA?!?!!? LO KEMANA?!!! BUKANNYA SEBAGAI PACAR HARUSNYA MENDUKUNG?! LO MALAH NGILANG TANPA KABAR BILL!! BISA NGGAK DULU LO JELASIN KE GUE BAIK BAIK?! ENGGAK KAN?! GAADA KABAR SAMA SEKALI DARI LO!!! DAN SEKARANG LO MINTA GUE NGOMONGIN BAIK BAIK GITU! SAMA LO! OTAK LO KEMANA?! "
" Gu-gue bi-bisa je-jelasin Sya!!! Kita harus ngomong baik baik sekarang! Sebelum gw pindah ke Amerika!!! " Seru Bill seraya menarik tangan Tasya untuk duduk disampingnya.
" A-a-amerika? "
" Iya!! Tepatnya dua bulan lagi gua harus pindah "
" Du-dua bu-bulan?! "
" Iya! Ini karena papa dan mama gue seorang pembisnis! Orang tua kita sama Sya! Lo juga sebenernya terpaksa kan untuk pindah disini?! "
" Nggak! Sekarang gue udah ga ngerasa terpaksa lagi untuk pindah ke kota ini! Karena Caca, Brian, ada disini!! Dan juga ada sahabat sahabat baru gue lainnya! Gue udah nyaman disini! "
" Seandainya papa dan mama lo pindah tugas ke luar kota lagi? Atau bahkan keluar negeri, gimana perasaan Lo? Terpaksa kan? Gue juga sama Sya!! "
__ADS_1
Tasya termenung mendengar ucapan Bill, ia merasa ucapan Bill ada benarnya. Dulu Tasya sangat terpaksa untuk pindah ke kota satu ke kota lainnya. Tapi sekarang ia sudah nyaman berada di kota Jakarta. Apalagi karena sahabat sahabatnya juga ada di kota itu.
Sekarang Tasya mulai mengerti perasaan Bil. Tapi ia tetap tidak mau untuk berpacaran lagi dengan Bill, karena sudah tidak ada rasa lagi buat Bill. Entah apa yang terjadi pada Tasya, tapi Tasya merasa hatinya sedang menjaga perasaan untuk seseorang.
" Jadi? Apa Lo mau kita balikan? Kaya dulu lagi Sya, saat Lo bersandar dibahu gue. Tumpahin rasa kecewa Lo dibahu gue. Sambil liat pemanda- "
" Cukup Bill. "
" Loh kenapa? Lo masih ada perasaan kan sama gue? Kita balikan kaya dulu lagi Sya. Gw janji gak akan ninggalin Lo lagi! "
" CUKUP BILL! Gue udah ga ada perasaan lagi sama lo!! Jadi stop pikirin gue lagi! Dan jangan berharap untuk balikan sama gue! "
" Kenapa? Ja-jangan bilang lo udah ada hati sama seseorang?! "
" Siapa orang itu? "
" Bukan urusan Lo! "
" Urusan gue! Lo mantan gue jadi gue berhak tau! "
" Mantan doang kan? "
" Kalau kita temenan? "
__ADS_1
" Gue juga ga akan kasih tau Lo "
" Yaudah gapapa Lo gak kasih tau gue. Tapi kita temenan kan sekarang? "
" Te-terserah l-lo! "
" uuuuuuuu! " Seru Bill seraya mencubit kecil hidung mungil Tasya.
" auuuuuu! Bill!!!! Diem gak! " Balas Tasya seraya mencubit kencang pinggang Bill yang membuat Bill meringis perih karena cubitan Tasya.
" Auuu!! Sya! Sya "
" Apa apa? Hahaha! Ni lagii!!! "
" Jail banget ya Lo!
" Biarin! "
" Jadi kita baikan ni? "
" Iya dong! Ga baik musuhan lama lama! "
" yeess!! sekarang gue udah baikan sama mantan!! "
__ADS_1