Dilema

Dilema
Gue Juga Gak Minta Dilahirkan Tan!!!


__ADS_3

Keesokan harinya. Tasya, William, Andrew, Nathan, dan juga Jojo bertugas untuk membersihkan halaman belakang vila.


" ei! semalam suara kalian berdua bagus banget! " Puji Jojo kepada Tasya dan William.


" iya lho, baru tau gue. Tasya bisa nyanyi haha " Sambung Nathan.


" Iya bener. Kenapa ga ikut audisi aja? Suara kalian berkelas wkwkkw " balas Andrew.


" Tentang audisi belum kepikiran si gue. Gue pengen fokus sekolah aja, " Sahut Tasya yang sedang menyapu.


" sama " sambung William seraya mengambilkan sampah sampah plastik yang tertinggal.


" ooh gitu, tapi saran gue ya. Mendingan kalau ada tawaran tawaran jangan ditolak, nanti nyesel lho " balas Andrew.


" tawaran? " tanya Tasya seraya mencuci tangan di keran samping pohon besar.


" iya, tawaran untuk masuk agensi atau rekaman. Gue yakin suatu hari nanti kalian berdua pasti bisa dapet tawaran itu. Suara kalian berdua meyakinkan banget soalnya! " Jelas Andrew.


" amin, doain aja ya. Oya, hari ini ada jadwal apa aja? " Tanya Tasya.


" Gatau, tanya aja tu si Andrew " sahut Jojo.


" Setau gue si nanti malam kita akan bermain game. Persiapin diri kalian " jawab Andrew.


" Main game? Dimana? " Tanya William.


" Liat kearah sana! Disitu ada sungai dan diujungnya ada hutan. Kita akan main game disana" seru Andrew seraya menunjuk jarinya kearah ujung kanan vila. Sekitar 15 meter dari ujung kanan vila terdapat aliran sungai terbentang dari ujung keujung. Aliran sungai itu bening, terlihat banyak bebatuan didasar sungai tersebut. Juga terdapat ikan ikan yang berenang bebas disungai tersebut.


Keindahan itu terlihat karena air sungai itu bening, tidak tercemar sama sekali. " Ternyata alam disini masih terjaga, syukurlah " batin William.


" Sepertinya sungainya dalam " Ucap Tasya menerawang aliran sungai itu.


" Bener banget, aliran sungai itu emang dalem. Jadi hati hati kalau kesana, apalagi malam hari. Dan yang ga bisa berenang diharapkan jangan dekat dekat sungai. Nanti tenggelem " Ejek Andrew yang mengarah kepada Jojo yang sama sekali tidak bisa berenang.


" nyindir lu? " Gerutu Jojo melihat Andrew dengan tatapan sinisnya.


" Kesindir? " Balas Andrew yang tak kalah sinisnya.


" udah udah, ini udah mau siang. Mendingan kita makan siang dulu " Ajak Tasya lalu pergi masuk kedalam Vila.


" Gas lah! Gue juga laper! " Sahut Jojo yang sedang meraba perutnya lalu menyusul Tasya masuk kedalam Vila.


William, Nathan dan juga Andrew pun juga mengikuti mereka berdua masuk kedalam Vila.


......................


" Bawa jaket atau Hoodie Wid, nanti dingin lho " Ucap Tasya seraya memakai Hoodie hitam yang dibawa dari ranselnya.


" Iya tapi Sya, gue boleh minjem salah satu hoodie lo nggak? Gue cuman bawa 1 hoodie, dan jaketnya lagi dijemur. Belum kering " sahut Widya.


" boleh, nih " Lalu Tasya memberikan hoodie berwarna abu abunya kepada Widya.

__ADS_1


" makasih ya Sya, yuk langsung keluar "


Tasya dan Widya pun langsung keluar kamar, begitupun dengan teman teman yang lain yang sudah menunggu dihalaman depan vila.


" Anak anak, kita akan bermain game malam ini. Persiapkan diri kalian, teman sekelompok akan bapak pilih secara acak " Ucap Pak Bagu ditengah halaman.


" Ngga milih sendiri aja pak? " Tanya Tania.


" Bapak yang akan pilih Tania. " Tegas Pak Bayu.


" ba-baik pak! "


" Kelompok 1 Tania, Widya, Abel, Tasya, William. Kelompok 2 Olivia, Nathan, Caca, Brian, Jojo dan juga Andrew. " Jelas Pak Bayu yang sedang membaca nama nama kelompok anak anak yang ikut jurit malam.


" Pak! Kenapa kelompok 2 ada 6 orang?! " Protes Widya.


" Maaf nak, jumlah siswa dan siswi disini ganjil. Jadi ada kelompok yang dilebihkan 1 orang. " Jelas Pak Bayu.


" Yaudah deh pak "


Mereka pun melanjutkan kegiatan mereka malam ini. Mereka kumpul ditepi sungai, mendengarkan info dari Pak Bayu beserta 3 guru lainnya.


" Jadi kita akan ngapain pak digame, malam ini? " Tanya Andrew kepada Pak Bayu dan 3 guru lainnya.


" Bapak bersama Bu Helen, Bu Jeni, dan juga Bu Theresa. Sudah menyiapkan banyak buah telur yang sudah direbus, kami sudah menaruhnya disekitar pohon pohon disana. Kalian harus menemukan telur sebanyak banyaknya. Anggap saja telur itu adalah sebuah point disini. Jadi kalau kalian menemukan banyak telur, sementara teman musuh kelompok kalian hanya mendapatkan sedikit telur. Kalian menang, " Jelas Pak Bayu.


" Telurnya ditaruh mana pak? masa ditenteng. Ga mungkin kan? " Tanya Tania.


" ya pake keranjang lah Bu! Masa iya kita tenteng." Gerutu Jojo.


" Pak, Bu. Yang menang dapet apa? Harus ada hadiahnya lho! " Seru Caca.


" Hadiahnya adalah, kalian boleh memetik strawberry dikebun Pak Tomi secara geratis! Terserah kalian, kalau bisa sebanyak banyaknya. Bapak bayarkan. Dan juga, game ini akan menambah nilai kepramukaan kalian. Jadi harus semangat ya anak anak! " Jelas Pak Bayu dengan bangganya.


" Sip pak! Kalau gini kan Jojo sama temen temen semangat! " Sorak Jojo.


" Baiklah anak anak! Game ini bapak mulai! Satu dua tiga! " Seru Pak Bayu seraya tersenyum kepada 3 guru lainnya.


" bapak ini, hadiahnya bagus sekali. Anak anak pasti suka strawberry hahaha " kekeh Bu Theresa.


" gapapalah bu. Anak anak itu hebat hebat, perlu dikasih hadiah yang juga sama hebatnya. Malahan menurut saya, hadiah kebun strawberry itu tidak ada apa apanya dibandingkan karya anak anak semua. Mereka sangat pintar dan cerdas. Sebentar lagi adalah ujian kenaikan kelas, mereka akan semakin bertumbuh dewasa secara fisik dan juga pikiran. Saya harap mereka akan menjadi orang sukses nantinya, apalagi Tasya dan William. Mereka punya bakat yang sama, saya bangga akan hal itu. " Ucap Pak Bayu seraya tersenyum mengadah ke langit yang begitu banyak bintangnya.


" Saya sebagai guru musik mereka. Juga tahu akan bakat yang dimiliki Tasya dan William, saya harap. Mereka akan membanggakan sekolah kita dengan bakat bakat luar biasa yang mereka punya itu. " Sambung Bu Theresa.


" Benar sekali Bu " Balas Bu Jeni.


***


" hei! yang fokus dong Nath! Kalau kaya gini kita akan kalah sama kelompok 1, 3, 4 dan juga 5! Gue gak mau ya kelompok kita kalah! " Gerutu Andrew.


" Tau tuh! Awas ya kalau kelompok kita kalah! Apalagi kita nggak dapat jatah makan gratis di kebun strawberry! " Sambung Jojo.

__ADS_1


" Ih kalian! Kalian juga cari dong! Dari tadi ngomel terus! Berisik tau ngedengernya! " Balas Caca.


" Lama lama gue gor*k ya pala kalian! Berisik aja terus! Cari! Lemot lu pada! " Ujar Olivia.


" Makanya jangan ngomel terus! rasain tu diomelin Bu Oliv hahahhaa " Ejek Nathan.


" Cih! Ini juga gara gara Lo! dari tadi ngelamun terus! Kita kan yang kena getahnya! " Gerutu Jojo.


" auu tu! awas Lo ya kalau kita kalah! Gue ga mau martabat gue sebagai ketua kelas hancur gara gara kalah game ini doang! " sambung Andrew.


" martabat atau martabak? hahahhaa " ejek Nathan seraya berjalan cepat menyusul Olivia dan Caca yang sudah duluan meninggalkan Jojo dan Andrew berdua.


" aiihhh tu orang! Berbanding sebalik sama rumornya! " Geram Andrew.


" Udah udah! Ayo cari! Tuh dipohon sana! Lu cari gih! Gue cari di pohon sini " Perintah Jojo lalu pergi ke area pohon sebelah kiri.


" Sabar Nath! Perjuangin terus cinta Lo! Keburu diambil ayam! "


***


" Sya, berapa telur yang udah kita dapet? " Tanya Widya yang masih fokus menerawang sekelilingnya dengan memakai senter.


" Baru 6 Wid, ayo terus kita cari! " jawab Tasya.


" Ga becus banget si lo! Masa baru lima!, Widya, Tania sama William udah dapet masing masing dua! Lo mana? ga dapet? Kasihan " Ejek Abel seraya menatap sinis kearah Tasya.


Tidak mau ada pertengkaran. Tasya tidak menjawab ucapan Abel sama sekali. Padahal dari tadi sepanjang jalan, Abel hanya mencibir tidak jelas menjelekjelekan Tasya secara langsung didepan William, Tania dan juga Widya. Padahal Tania sudah menasehatinya, tapi Abel masih ngelunjak dan berbicara tidak pantas tentang Tasya.


" Heh! Lo bisu apa gimana sih be? Be cabe ca be ca be hahahaa. Lucu juga " Ejek Abel.


" Oh ya. Lo Makai apa sampai Lo kaya banget gitu? Ngepet ya? oh! atau, jadi wanita malam?! Upss " Sambungnya.


" Abel, gue gak tau. Kenapa Lo bisa seiri ini sama gue? Kenapa selalu ngomongin gue yang nggak nggak? Padahal itu nggak bener. " Sahut Tasya yang mulai terpancing emosi.


" Emang itu faktanya kok! Ups! hai wanita malam? " Cibir Abel yang puas karena Tasya akhirnya mulai menanggapinya.


" Dan, bukannya omongan Lo ke gue ini cerminan diri Lo sendiri? Jadi Lo ngomongin diri Lo sendiri gitu ke kita? " Balasnya.


" Cih! Wanita malam, sok hebat. Sok suci! Basi! Dan! Oh ya! Rasanya gimana tuh sama om om? Oh! ya! Apa tanpa sepengetahuan kita! Lo open ** disosmed? Uwauw!!! fantastis!! Bayarannya berapa Syaaa? Upss!! " Sambungnya.


" ABEL! " Bentak William yang mulai angkat bicara akan cibiran Abel kepada Tasya.


Dan juga, tanpa sepengetahuan Widya, Tania, William. Tasya pergi meninggalkan mereka, tidak tahu kemana.


" BISA GAK SIH LO DIEM? PENGEN BANGET YA? GUE JAHIT MULUT LO?!?!?! " Sambung William dengan mata yang memerah.


" MENTANG MENTANG AYAH GUE DIPENJARA! LO SEENAKNYA GITU? NGATAIN TASYA? PADAHAL OMONGAN LO ITU CERMINAN DIRI LO SENDIRI! " Balas Widya yang juga terpancing emosi.


" HEI! ABEL! INGET KATA KATA GUE! SEKALI LAGI! ORANG TUA LO ITU SUSAH PAYAH NGELAHIRIN LO! DAN SEKARANG?! APA BALASAN LO?! MENJADI ANAK YANG HANYA NGOMONGIN ORANG! NGEJELEK JELEKIN ORANG!!! ORANG TUA LO BANGGA ATAS PERBUATAN LO INI? NGGAK BEL! LO ITU ORANG YANG GAK PUNYA! SEHARUSNYA LO BERTEMAN AGAR MENAMBAH PENGALAMAN! DAN LO BISA NGEBANTU NAIKIN PEREKONOMIAN KELUARGA LO! DENGAN CARA KERJA! KENAPA SIH LO SELALU IRI?! IRI AKAN MERUSAK SEGALANYA! INGAT ITU!" Bentak Tania yang yang tanpa sadar air mata sudah membanjiri wajahnya.


" GUE JUGA GAKMINTA DILAHIRKAN TAN!!!!"

__ADS_1


__ADS_2