Dilema

Dilema
Part 18 Ada apa dengan pa Riki


__ADS_3

Bugh! Bugh! Bugh!


Braak!


"Sudah pak..!" teriak sebuah suara dari luar.


"Jangan pak! Jangan!


"Ada apa?" suara Bu dewi sambil berlari keluar.


Melihat Bu dewi keluar dari kantor akupun mengikutinya dan berlari keluar.


Aku terkejut ternyata Pak Riki dan Pak steven terlihat saling berhadapan dengan mata yang sama- sama memerah menahan amarah.


Kemungkinan setelah ada pukulan yang terdengar mereka berdebat, dan tatapan kebencian saja yang nampak disana.


pak Riki mengenggam tangan kembali dan bersiap melayangkan pukulan.


Seketika aku terkesiap dan segera memegang tangan Pa Riki.


"Pak sudah"apa tidak bisa di bicarakan baik-baik" ucapku.


Pak Riki melihat ke tangan yang ku genggam dan melihat ke arahku, seketika kepalan tangannya melonggar, kemudian Pak Riki menatap Pak Steven.


"kalau bukan Bu Nadia yang menyuruh saya! Sudah habis Bapak di tangan saya!" ucap Pak Riki.

__ADS_1


Pak Steven hanya diam.


"Ayo masuk kantor semua!" kata Bu dewi


"Bubar" ucap Bu Dewi lagi.


semuanya menurut, Pak Steven berlalu.Bu Dewi dan Bu sri pun berbalik badan dan menuju kantor.


Ku melangkah menuju kantor.


"Pak Riki ayo ke kantor! Ajakku.


Pak Riki malah masih berdiri di tempatnya.


"Ayo Pak, ngapain disitu"ucapku lagi


"Bu" suara Pak Riki membuat ku menghentikan langkah.


Ku toleh kebelakang, dan ku putar badan.


"Ada apa pak" ucapku.


"Bu saya tidak suka dengan Pak Steven, Ibu jangan dekat-dekat dengan Pak Steven".kata Pak Riki.


"Ada apa Pak?" ku ulangi lagi perkataanku.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, saya cuma tidak suka". Kata Pa Riki.


Memangnya kenapa, ada apa? banyak sekali rasanya pertanyaan di kepala ini.


" Ya" jawabku akhirnya.


Sambil berjalan ke kantor dengan banyak pertanyaan yang masih menggantung di benak ini, ada rasa heran pada Pa Riki yang baik dan tidak pernah marah.


Hari ini dia marah, tak tau sebabnya apa.


Aku kembali ke kursi dan duduk, kulanjutkan aktifitasku di mejaku, ku ambil laptop dan kuhidupkan.


Jam menunjukan jam 9 pagi lewat 5 menit, kelas masih berlangsung,pertengkaran antar Pa Riki dan Pa steven terjadi di area parkir khusus guru.


Ruang kantor bersebelahan dengan area parkir, ruang kelas terpisah dengan laboratorium bahasa, dan Labaratorium ipa Jadi tak terlalu terdengar keributan tadi.


Di tuang tata usaha ada beberapa guru, tapi sepertinya tak ada yang tahu, kemungkinan tidak terdengar.


Pak Imran, Pa wahyu dan Bu warsih masih anteng saja diruangannya, di ruangan tata usaha itu? sering terdengar musik dari komputer yang di putar Pak Imran.


Kemungkinan teredam dari suara musik, atau mereka lagi sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


ku lihat Pa Riki masuk ke kantor dan duduk di kursinya, dia mengambil buku dan sepertinya sibuk membaca.


Tak ada yang bicara,ku lanjutkan mengetik soal, Pa Riki seperti melamun dan menatap ke depan, dan mungkin dia masih marah pada Pak Steven.

__ADS_1


Suasana di kantor berubah hening seperti ini, rasanya seperti di ruangan asing saja.


Aku berdiri ku langkahkan kaki ini menuju dapur kantor, ku ingin membuat teh, agar terasa hangat dan sekedar me ngalihkan perhatian,ku ajak Bu Sri untuk ke dapur dan dia mengikutiku dan kami membuat teh bersama.


__ADS_2