Dilema

Dilema
Part 46 pengajuan


__ADS_3

Pagi-pagi sekali aku sudah bersiap menuju ke pengadilan dan Faira ku titipkan dengan Bu sri.


Aku mengendarai motor dan aku bertemu dengan Bu Helena di pengadilan, semua di urus oleh Bu Helena segala bukti di mintanya padaku, aku pun memberikannya.


"Ibu harus sabar ya, yang penting berkasnya sudah masuk, dan kita tunggu saja, nanti saya beritahukan pada ibu" jelasnya padaku


"Terima kasih Bu" Ucapku


"Iya bu sama-sama". Sahut ku.


"Saya pamit pergi,karena saya mau bertemu klien kembali" kata Bu Helena.


"Iya, terima kasih banyak Bu" Ucap ku.


Kemudian Bu Helena dan rekannya pergi.


Akupun berlalu, dan memutuskan kerumah Bu Sri menjemput anakku, selanjutnya pulang ke kontrakanku.


Ada rasa lega, karena sudah menyerahkan berkas itu ke pengadilan, meski nanti harus sidang dan masih ada prosesur yang lain.


Alhamdulillah..


Ku ucapkan dalam hati.

__ADS_1


Aku tak berani mengabari Ayah dan Ibu , biarkan saja aku nanti akan meberikan foto-foto saja, aku tak mau.


Aku sudah sakit hati dan aku sudah tak ingin menjalin apapun dengan keluarga suamiku itu.


Biarlah nanti aku hadapi bagaimana Ayah dan Ibu yang penting aku segera lepas dari penghianat Andre itu.


Aku yakin orang tua dan keluarga mendukung apapun keputusanku, semoga semuanya berjalan lancar.


Aku pergi ke mini market dan membeli minuman kemudian aku duduk sebentar di kursi dan meja dengan atap berbentuk payung dan duduk di sana.


Teringat dulu, saat rumah tangga kami bahagia, dan saat-saat semua yang kami jalani.


Anakku adalah, yang aku pikirkan sekarang, tak ada yang lain semoga dia akan menerima.


Akan ku beri pengertian dan aku harus mengatakan yang sebenarnya padanya pelan-pelan,semoga dia nanti mau menerima perpisahan kami.


Ku ambil hp, ku lihat begitu banyak panggilan dari penghianat Andre itu. Ku gulir foto dan video, ku hapus foto yang ada Andre.


Aku sudah tak ingin menyimpan fotonya di hp ku, ada beberpa dengan anakku, ku putuskan nanti akan ku pindah ke dalam flash disk saja.


Aku mencari video dan ku hapus, dan aku memutar kembali video bukti-bukti yang kutemukan saat perselingkuhan itu.


Kemudian ku hapus, foto-foto,dan semuanya juga ku hapus dan ku blokir nomor Andre serta keluarganya, aku sudah patah jadi dua.

__ADS_1


Tak akan aku mengingat memori yang membuat hati ini sakit, walalu tak sepenuhnya bisa hilang dari ingatan ini, setidaknya aku berusaha.


Ku hela nafas panjang, serasa beban dalam dada ini sedikit berkurang.


Aku pulang dan ku kendarai motorku menuju rumah Bu Sri, aku mampir membeli empek-empek palembang yang di sukai Bu Sri dan membeli beberapa untukku.


Saat tiba di rumah Bu Sri, anakku menghambur memelukku, Bu Sri juga keluar rumah dan menyambutku.


"Masuk bu, bagaiman urusan ibu? , apakah sudah selesai?" katanya setelah kami berhadapan.


Ku jawab; Alhamdulilah berjalan lancar, tinggal menunggu beberapa proses , mediasi dan sidang.


Bu Sri pun tersenyum.


"Semoga lancar Bu".Ucapnya tulus padaku.


"Iya terima kasih bu" Ucapku lagi.


Setelah itu aku memberikan bungkusan dan aku pun pamit pulang bersama anakku.Tak lupa aku mengucapakan terima kasih.


Selepas itu aku dan anakku membersihkan diri dan aku beberes sebentar.


Dan bermaksud rebahan di depan Televisi, hari ini terasa menegangkan ketika di pengadilan tadi.

__ADS_1


Huh! Akhirnya..


__ADS_2